Ballon d'Or 2010: Ketika Lionel Messi 'Mencuri' Trofi Andres Iniesta dan Wesley Sneijder
Yaumil Azis | 13 Januari 2021 14:04
Bola.net - Tahun 2010 jadi momen kelam dalam sejarah penghargaan pemain terbaik dunia, Ballon d'Or. Keputusan penyelenggara memberikan trofi kepada bintang Barcelona, Lionel Messi, menuai kontroversi besar-besaran.
Perlu diketahui bahwa Messi telah meraih enam trofi Ballon d'Or di sepanjang karirnya - terbanyak sepanjang sejarah. Selain di tahun 2010, ia juga memenangkannya pada tahun 2009, 2011, 2012, 2015, dan 2019.
Juara Ballon d'Or ditentukan oleh hasil pemungutan suara di kalangan jurnalis sepak bola, pelatih dan pemain. Hasilnya, Messi berhasil keluar sebagai pemenang dengan total suara sebanyak 22,65 persen.
Keputusan tersebut mengundang kontroversi. Sebab dua pesaingnya yang juga merupakan pemain Barcelona saat itu, Andres Iniesta dan Xavi, diklaim lebih pantas untuk meraih trofi individual tersebut.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Ballon d'Or Dicuri
2010 memang tidak bisa disebut sebagai tahun terbaik di sepanjang sejarah Messi. Ia hanya membantu Barcelona memenangkan gelar La Liga - unggul tiga angka dari Real Madrid - dan Supercopa de Espana.
Berbeda dengan Iniesta dan Xavi. Keduanya memang cuma bisa membantu Barcelona juara La Liga. Namun pencapaian mereka bersama Timnas Spanyol, yang memenangkan Piala Dunia, tidak bisa diremehkan.
Kontribusi Iniesta kepada La Furia Roja pun tak boleh dipandang sepele. Ia menjadi sentral permainan Spanyol yang kala itu diasuh Vicente del Bosque, bahkan menjadi penentu kemenangan atas Belanda di partai final.
Sementara itu Messi, bersama Argentina, tersingkir di babak perempat final usai dibantai Jerman dengan skor 0-4. Tidak heran kalau keputusan Ballon d'Or memenangkan Messi jadi kontroversi. Bahkan media Spanyol, Marca, menyebut kalau trofi Ballon d'Or telah 'dicuri'.
Permintaan Maaf untuk Iniesta
Seiring berjalannya waktu, momen kemenangan Messi di ajang Ballon d'Or 2010 mulai terlupakan. Sampai kemudian pada tahun 2018, isu tersebut kembali terangkat lantaran editor France Football melontarkan permintaan maaf untuk Andres Iniesta.
"Maafkan kami, Andres," tulis sang editor, Pascal Farre. "Buat kami, dia bukan sekadar pemain. Pengorbanannya untuk tim membuatnya kehilangan pengakuan individual yang lebih besar," sambungnya.
"Ini sangat menyakitkan. Kami hanya bisa berharap dia mendapatkan perjalanan yang spesial dalam ajang Piala Dunia di Rusia dan memperbaiki anomali dalam sistem demokrasi ini," tutup Ferre.
Wesley Sneijder Lebih Pantas
Jikalau ada yang pantas dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or pada tahun 2010 selain Iniesta, maka Wesley Sneijder adalah jawabannya. Pemain berkebangsaan Belanda tersebut juga punya catatan yang bagus di tahun itu.
Pada level klub, Sneijder berhasil mempersembahkan treble kepada Inter Milan usai memenangkan gelar Liga Champions. Ia bahkan membantu timnya mengalahkan Barcelona dalam laga final, di mana Iniesta, Xavi dan Messi turut serta.
Peran Sneijder sangat besar dalam keberhasilan Inter Milan menjadi tim Italia pertama yang pernah meraih treble. Raihan runner-up Piala Dunia bersama Timnas Belanda pun tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sneijder bermain sampai akhir perpanjangan waktu dan melihat bagaimana Iniesta menjebol gawang timnya. Namun, jangankan menjadi juara, nama Sneijder pun tidak terlihat dalam tiga besar Ballon d'Or.
(Give Me Sport)
Baca Juga:
- Selain Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Siapa Lagi yang Pantas Meraih Ballon d'Or?
- Masuk dalam Dream Team Ballon d'Or, Ini Kata Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
- Ballon d'Or Dream Team: Ronaldo dan Messi Bergabung dengan Pele serta Maradona
- Francesco Totti Tak Pernah Raih Ballon d'Or, Legenda Serie A Ini Terheran-heran
- Fantastis! 44 Legenda LaLiga Berebut Kesempatan Masuk Dream Team Ballon dOr
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






