Chelsea vs Barcelona: Masih Ingat Saat The Blues Dirampok Wasit di Semifinal UCL 2009?
Richard Andreas | 27 April 2020 12:30
Bola.net - Tom Henning Ovrebo, nama wasit yang akan selalu diingat oleh fans setia Chelsea. Sayangnya ingatan ini bukan ingatan manis, mengingat Ovrebo membuat sejumlah kesalahan fatal ketika Chelsea disingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2009.
Kala itu, tepat setelah pertandingan berakhir, Didier Drogba tidak bisa mengontrol emosinya. Striker terbaik Chelsea ini melontarkan kalimat protes ke depan kamera, menunjukkan rasa frustrasinya.
"Are you watching this? It's a disgrace!" kurang lebih begitulah komentar Drogba. Dia tahu pertandingan itu memalukan, bukan untuk Chelsea atau tim tamu, tapi untuk UEFA dan wasit yang memimpin pertandingan tersebut.
Betapa tidak, setelah bermain imbang 0-0 di Camp Nou, Chelsea hanya butuh kemenangan di Stamford Bridge untuk melangkah ke final. Mereka terbukti bisa melakukannya dengan unggul 1-0 lewat Michael Essien.
Lalu, entah mengapa wasit Ovrebo mengabaikan tiga pelanggaran yang seharusnya berhadiah penalti untuk Chelsea. Keputusannya untuk mengusir Eric Abidal pun terbilang lambat.
Nahas bagi Chelsea, Barca bisa membalas satu gol lewat Andres Iniesta dan pada akhirnya merekalah yang berhasil melangkah ke final.
Menengok kembali laga tersebut, setidaknya ada beberapa keputusan janggal Ovrebo yang jelas-jelas menguntungkan Barcelona dan merugikan Chelsea. Apa saja?
Menukil Planetfootball, yuk baca selengkapnya di bawah ini Bolaneters!
Tendangan Bebas Malouda
Untung bagi Ovrebo, keputusannya yang satu ini masih bisa diterima. Jika melihat tayangan ulang, Malouda tampak berada di luar kotak penalti ketika Dani Alves menjatuhkannya.
Pada momen itu Malouda memang tampak terjatuh ke dalam kotak penalti, tapi hakim garis cukup jeli, wasit utama pun menunjuk spot tendangan bebas, bukan titik putih.
Andai Ovrebo menghadiahkan penalti pada momen ini, jelas dia akan dikecam fans Barcelona. Sebab itu, untuk kasus ini keputusan Ovrebo masih bisa diterima.
Saat Abidal Seharusnya Diusir
Usaha Chelsea berikutnya datang dari Didier Drogba, yang menembus kotak penalti dan berusaha menemukan kesempatan menembak ke gawang Victor Valdes.
Abidal terus mengikuti Drogba, mengganggunya, dan akhirnya terpaksa menjatuhkan striker Pantai Gading itu tepat sebelum kesempatan menembak itu terbuka.
Biar begitu, Ovrebo justru mengabaikan pelanggaran itu sepenuhnya. Dia bahkan tidak menengok kondisi Drogba, seakan-akan yakin bahwa itu bukanlah pelanggaran.
Mungkin Ovrebo merasa proses jatuh Drogba terlalu lambat, tapi tayangan ulang menunjukkan bahwa Abidal memang beberapa kali mengganggu pergerakan Drogba sampai akhirnya terjatuh.
Saat Akhirnya Abidal Diusir
Kali ini Ovrebo membuat keputusan tepatk, meski jelas terlambat.
Nicolas Anelka menerima bola di depan, berduel dengan Abidal, dan akhirnya terjatuh di tepi kotak penalti.
Anehnya, pelanggaran ini sebenarnya tidak terlalu fatal, bahkan tidak sekeras pelanggaran Abidal untuk Drogba sebelumnya.
Sepertinya Ovrebo tahu dia telah membuat kesalahan sebelumnya dan berusaha memperbaikinya di sini. Bagaimanapun, memberikan tendangan bebas lebih mudah daripada memberikan penalti.
Handball Pertama
Meski mencoba sebaik mungkin untuk memimpin pertandingan dengan objektif, hari itu jelas buruk bagi Ovrebo. Pada kasus handball pertama ini seharusnya situasinya sangat jelas, bahkan seharusnya Anelka tidak perlu repot-repot meminta penalti pada wasit.
Entah bagaimana, Ovrebo mengabaikannya begitu saja. Kejadian itu tidak terlalu jauh dari posisinya, seharusnya terlihat jelas.
Sepertinya Ovrebo bimbang karena standar yang sempat dia ubah-ubah sepanjang laga. Misalnya ketika tidak memberikan penalti untuk Drogba, tapi memberikan pelanggaran untuk Anelka.
Handball Kedua
Bayangkan kejadiannya. Tim kesayangan Anda tampil lebih baik sepanjang pertandingan, melawan 10 pemain tim tamu, dan merasa kecewa karena tidak mendapatkan minimal satu penalti.
Lalu lawan Anda mendapatkan kesempatan menyerang dan ternyata bisa mencetak gol, serta rasanya bakal lolos ke partai final kompetisi klub terbaik.
Kemudian tim Anda mendapatkan tendangan sudut, lalu ada salah satu pemain yang melepas tendangan apik dari luar kotak penalti. Bola itu ternyata membentur lengan salah satu pemain lawan di dalam kotak penalti, yang berdiri tepat di depan hidung wasit.
Yang membuat situasi ini semakin buruk adalah karena insiden terjadi tepat di depan wasit. Seharusnya penalti itu jelas, Chelsea seharusnya bisa membalikkan kedudukan.
Apa Kata Mereka
Bos Chelsea saat itu, Guus Hiddink, mendeskripsikan penampilan Ovrebo sebagai yang terburuk sepanjang kariernya.
"Pemain bisa membuat banyak kesalahan, pelatih membuat banyak kesalahan, wasit pun membuat kesalahan -- karena itulah kita bicara tentang memberinya kelonggaran soal keraguan," ujar Hiddink.
"Namun, jika Anda melihat tiga dari empat pelanggaran diabaikan begitu saja maka jelas performa wasit adalah yang terburuk yang pernah saya lihat."
Pada pertandingan itu, Michael Ballack bahkan sempat mengejar Ovrebo, mencengkeram kerah bajunya karena keputusan-keputusan aneh. Kendati demikian, Ovrebo tidak memberikan teguran apa pun pada Ballack, mungkin dia pun merasa ragu-ragu.
Hari Terburuk
Uniknya, beberapa tahun kemudian, Ovrebo mengakui kesalahan-kesalahannya pada pertandingan tersebut. Dia tahu penampilannya buruk dan merugikan Chelsea.
"Sungguh itu bukan hari terbaik saya," ujar Ovrebo kepada Marca. "Terkadang Anda tidak berada di level yang seharusnya. Tidak, saya tidak bisa bangga terhadap performa itu."
Seperti biasa, penyesalan datang terlambat. Andai Ovrebo tampil baik pada pertandingan itu, Chelsea mungkin bisa mencapai final Liga Champions kedua beruntun mereka, dan mungkin berakhir sebagai juara.
Sumber: Planetfootball, Marca
Baca ini juga ya!
6 Alasan Kuat Valentino Rossi Bakal Tetap Balapan di MotoGP 2021
5 Bek Kiri Terbaik Dunia, Roberto Carlos dan Paolo Maldini Masuk?
Statistik Ini Membuktikan Bahwa Jarak Alisson dengan Adrian Sejauh Langit dan Bumi
Hari Ini 6 Tahun yang Lalu: Steven Gerrard dan Liverpool Sama-sama Terpeleset
Selamat Ulang Tahun ke-27, Raphael Varane!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


