Fans Liverpool Diminta Jangan Pamer Selama di Naples, Kenapa?
Yaumil Azis | 17 September 2019 20:28
Bola.net - Perjalanan Liverpool di ajang Liga Champions akan segera dimulai. Pada laga pertamanya, mereka langsung dipertemukan dengan salah satu tim kuat asal Italia, Napoli.
Kedua tim tersebut juga dipertemukan di fase grup pada musim lalu. Hasilnya, Liverpool sempat menelan kekalahan 0-1 kala melawat ke markas klub berjuluk Il Partenopei itu.
Hasil negatif tersebut nyaris menjadi mimpi buruk Liverpool. Sebab, mereka nyaris gagal melaju ke babak berikutnya akibat kekalahan itu. Liverpool finis di peringkat dua klasemen Grup C dengan koleksi tujuh poin, dan hanya unggul agresifitas gol atas Napoli.
Pada musim ini, kedua tim kembali dipertemukan di grup yang sama. Napoli pun berkesempatan untuk mengulangi mimpi buruk Liverpool pada hari Rabu (18/9/2019) dalam laga pekan perdana Liga Champions di San Paolo Stadium.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Fans Liverpool Diminta Tidak Pamer
Jelang pertandingan, Liverpool merilis panduan soal apa saja yang harus dilakukan oleh para penggemarnya di kota Naples dan larangannya. Mereka meminta fans untuk menghindari masalah dengan warga sekitar, termasuk menggunakan atibut merah di kota.
Selain itu, Liverpool juga meminta para pendukungnya untuk tidak menunjukkan identitasnya sebagai fans. Himbauan itu dikeluarkan agar para penggemar the Reds tidak menjadi target tindakan kriminal seperti penyerangan ataupun perampokan.
Hal yang senada juga diungkapkan oleh salah satu jurnalis kenamaan asal Italia, Tancredi Palmeri. Ia mempersilahkan para penggemar the Reds untuk mengenakan identitas tim, namun tidak memamerkannya secara berlebihan.
"Itu artinya mereka tak boleh pamer terlalu berlebihan. Anda bisa menggunakan simbol Liverpool anda, namun akan lebih baik untuk melakukannya saat berada di tempat turis dan saat mereka pindah ke stadon, lebih baik mengenakan taksi," ujar Palmeri kepada talkSPORT.
Naples adalah Kota yang Indah
Sementara itu, Carlo Ancelotti selaku pelatih Napoli mencoba untuk membuat situasi semakin riuh. Mantan nahkoda AC Milan tersebut menjamin bahwa Naples adalah kota yang indah dan tidak berbahaya.
"Napoli bukan kota yang berbahaya, Napoli adalah kota yang indah," tutur Ancelotti. "Orang-orang berdatangan ke sini, menikmati kota, lautnya, makanannya, dan juga orang-orangnya, itu indah," lanjutnya.
"Di setiap kota ada beberapa orang-orang bodoh, dan tentu saja, hal yang sama juga ada di Naples," tandasnya.
Kasus kriminal yang menimpa fans Liverpool pernah terjadi saat kedua tim digabungkan dalam satu grup pada musim 2010-2011 silam. Dari kabar yang tersiar, sejumlah penggemar the Reds dilaporkan terkena tusukan oleh oknum fans Napoli.
(talkSPORT)
Baca Juga:
- Jordan Henderson: Liverpool Sekarang Sudah Lebih Kuat, Napoli!
- Semua Tim di Eropa Ingin Kalahkan Liverpool
- Pindah dari Liverpool karena Cuaca, Jurgen Klopp: Itu Hanya Lelucon Agen
- Henderson Ogah Liverpool Disebut Favorit Juara Liga Champions Musim Ini, Mengapa?
- Liga Champions: Menebak Susunan Pemain Liverpool Saat Lawan Napoli
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
Real Madrid vs Bayern Munchen, Antonio Rudiger Ungkap Ancaman Harry Kane
Liga Champions 27 Maret 2026, 15:28
-
Francisco Conceicao Buka Suara Soal Isu Transfer ke Liverpool
Liga Italia 27 Maret 2026, 15:13
LATEST UPDATE
-
Final Four Proliga 2026 Memasuki Fase Krusial
Voli 1 April 2026, 19:28
-
Lewandowski hingga Donnarumma, 6 Bintang Top Absen di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 April 2026, 19:28
-
Tangis Lewandowski dan Mimpi Piala Dunia yang Terhenti
Piala Dunia 1 April 2026, 17:24
-
Ironi Timnas Italia: Dari 4 Kali Juara ke Langganan Absen di Piala Dunia
Piala Dunia 1 April 2026, 17:00
-
Rapuhnya Timnas Inggris Tanpa Harry Kane: Alarm Bahaya Thomas Tuchel
Piala Dunia 1 April 2026, 16:28
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45













