Ironi Timnas Italia: Dari 4 Kali Juara ke Langganan Absen di Piala Dunia

Ironi Timnas Italia: Dari 4 Kali Juara ke Langganan Absen di Piala Dunia
Reaksi pemain Italia setelah kalah dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Mimpi buruk kembali menghantui Timnas Italia setelah mereka gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Hasil ini menandai kegagalan ketiga secara beruntun bagi Timnas Italia di ajang paling prestisius sepak bola dunia.

Timnas Italia harus mengakui keunggulan Timnas Bosnia dan Herzegovina dalam final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah bermain imbang 1-1, mereka kalah 1-4 dalam adu penalti di Zenica.

Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk sejak 2018 dan 2022. Sebagai juara dunia empat kali (1934, 1938, 1982, 2006), kondisi Timnas Italia menjadi ironi besar dalam sejarah sepak bola.

Situasi ini memicu pertanyaan serius tentang arah perkembangan tim. Evaluasi menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak bagi Timnas Italia.

Awal Krisis pada 2018

Kegagalan pertama terjadi saat kualifikasi Piala Dunia 2018. Untuk pertama kalinya sejak 1958, Italia absen dari putaran final.

Saat itu, tim dilatih oleh Gian Piero Ventura dengan ekspektasi tinggi. Namun, pendekatan taktiknya dinilai tidak mampu mengoptimalkan potensi pemain.

Skuad Italia dihuni nama besar seperti Gianluigi Buffon dan Leonardo Bonucci. Meski demikian, performa tim tidak konsisten sepanjang kualifikasi.

Kekalahan 0-3 dari Timnas Spanyol membuat Italia finis di posisi kedua grup. Mereka pun harus melewati jalur play-off.

Tersingkir oleh Swedia

Di babak play-off, Italia menghadapi Timnas Swedia. Kekalahan 0-1 di leg pertama menjadi awal tekanan besar.

Pada leg kedua di San Siro, Italia gagal mencetak gol. Hasil imbang 0-0 memastikan mereka tersingkir dengan agregat 0-1.

Keputusan Ventura yang tidak memainkan Lorenzo Insigne menuai kritik luas. Tim kesulitan membongkar pertahanan lawan tanpa kreativitas.

Kegagalan ini memicu krisis besar di federasi. Ventura akhirnya kehilangan jabatannya sebagai pelatih.

Ironi Setelah Juara Euro

Empat tahun kemudian, Timnas Italia juga gagal ke Piala Dunia 2022. Ironisnya, kegagalan itu datang setelah mereka menjuarai UEFA Euro 2020.

Di bawah Roberto Mancini, Italia tampil dominan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Dua hasil imbang melawan Swiss menjadi momen krusial. Dua penalti gagal dari Jorginho berdampak besar pada klasemen.

Italia akhirnya kembali masuk jalur play-off. Risiko besar pun kembali menjadi kenyataan pahit.

Kejutan dari Makedonia Utara

Di semifinal play-off, Italia menghadapi Timnas Makedonia Utara. Mereka mendominasi permainan tetapi gagal mencetak gol.

Gol di masa injury time dari Aleksandar Trajkovski menghancurkan harapan Italia. Kekalahan 0-1 langsung mengakhiri perjalanan mereka.

Masalah di lini depan kembali terlihat jelas. Ketergantungan pada Ciro Immobile tidak memberikan hasil optimal.

Faktor mental dan regenerasi pemain juga memengaruhi performa. Kombinasi tersebut membuat Italia kembali terpeleset di momen penting.

Jalan Terjal Menuju 2026

Pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Italia kembali finis sebagai runner-up grup. Mereka kalah bersaing dengan Timnas Norwegia.

Italia kemudian melaju ke babak play-off. Mereka berhasil mengalahkan Timnas Irlandia Utara di semifinal.

Gol dari Sandro Tonali dan Moise Kean memastikan kemenangan. Harapan pun kembali terbuka untuk lolos ke putaran final.

Namun, tantangan berat sudah menanti di partai penentuan. Konsistensi tetap menjadi masalah yang belum terselesaikan.

Kekalahan Menyakitkan dari Bosnia

Di final play-off, Italia menghadapi Timnas Bosnia dan Herzegovina. Mereka sempat unggul lebih dulu melalui gol Moise Kean.

Situasi berubah setelah kartu merah Alessandro Bastoni. Italia harus bermain dengan 10 pemain dalam waktu lama.

Bosnia akhirnya menyamakan skor lewat Haris Tabakovic. Pertandingan berlanjut hingga adu penalti setelah tidak ada gol tambahan.

Di babak adu penalti, Italia gagal tampil maksimal. Bosnia menyapu bersih empat eksekusi dan memastikan tiket ke Piala Dunia.

Dari empat kali juara, Timnas Italia kini menjadi langganan gagal lolos ke Piala Dunia. Ini sungguh ironis.