Hari Ini 17 Tahun Lalu: Paolo Maldini Mencium Trofi Liga Champions di Manchester
Richard Andreas | 28 Mei 2020 22:00
Bola.net - 28 Mei 2003, hari ini tepat 17 tahun lalu AC Milan meraih gelar Eropa keenam mereka dalam duel bersejarah di Old Trafford. Malam itu akan selalu dikenang sebagai malam Paolo Maldini mencium Si Kuping Besar.
Pertandingan itu dianggap bersejarah karena merupakan final Eropa pertama yang diikuti oleh dua tim asal Italia. Juga menandai kedua kalinya partai final diperebutkan dua tim dari satu negara, setelah sebelumnya ada all spanish final pada tahun 2000.
Pertandingan ini berjalan sengit, tangguh, layaknya dua tim Italia dengan kualitas pertahanan yang sangat baik. Juventus dan Milan bermain sama kuat dalam waktu normal, skor 0-0 pun tidak berubah selama 120 menit.
Lalu pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti dan Milan berhasil jadi juara dengan skor 2-3. Pada saat itulah Rossoneri mengangkat trofi Eropa keenam mereka.
Kini, megenang memori 17 tahun lalu, apa saja yang terjadi sebelum dan pada pertandingan? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Status Berbeda
Kedua finalis ini memulai musim dengan kondisi yang berbeda. Juve dianggap lebih kuat, Milan sebagai penantang.
Betapa tidak, Juve memasuki Liga Champions 2002/03 ini dengan menyandang status juara Serie A (2001/02), jadi mereka berhak langsung lolos ke fase grup.
Milan berbeda, mereka hanya bisa finis di peringkat keempat klasemen akhir Serie A, jadi harus terlebih dahulu melewati kualifikasi putaran ketiga.
Juve melangkah ke final Liga Champions sebagai juara Italia ke-27 kalinya (2002/03), sementara Milan hanya finis peringkat ketiga di liga, tertinggal 22 poin dari Juve, tapi berhasil menjuarai Coppa Italia.
Kedua tim bermain sama kuat di liga, dengan masing-masing memetik kemenangan 2-1 di kandang.
Rute ke final - Milan
Milan menjuarai Grup G pada putaran pertama fase grup, saat itu mereka berhasil mengungguli Deportivo La Coruna, Lens, dan Bayern Munchen. Lalu Milan memasuki putaran kedua fase grup dan harus bersaing dengan Real Madrid, Borussia Dortmund, dan Lokomotiv Moscow.
Biar begitu, Milan hanya menelan dua kekalahan (0-1 dari Dortmund dan 1-3 dari Madrid) serta berhak melaju ke perempat final. Di sna mereka berhasil mengusir Ajax dengan kemenangan 3-2 di San Siro.
Lalu, di semifinal Milan harus menghadapi sahabat sekota, Inter. Kedua laga berakhir imbang (0-0; 1-1) tapi Milan berhak lolos karena agresivitas gol tandang.
Rute ke final - Juventus
Juventus menjuarai Grup E pada putaran pertama fase grup, mereka mengungguli Newcastle United, Dynamo Kiev, dan Feyernoord. Lalu, di putaran kedua fase grup, Juve hanya bisa finis di peringkat kedua Grup D.
Juve berhasil melangkah ke perempat final dan berhasi mengalahkan Barca lewat perpanjangan waktu. Mereka bermain 1-1 di kandang, lalu memetik kemenangan 2-1 di Camp Nou.
Kemudian di semifinal Juve harus menghadapi Real Madrid, kalah di leg pertama (1-2), tapi berhasil menang di leg kedua (3-1) dan berhak melangkah ke final.
Jalannya Pertandingan
Final pertama yang mempertemukan dua klub Italia dimainkan di Old Trafford, seakan-akan pertandingan itu memang disiapkan untuk jadi pertandingan bersejarah.
Pertandingan dimulai, Milan justru bisa mencetak gol terlebih dahulu lewat Andriy Shevchenko. Nahasnya gol itu dianulir wasit setelah Rui Costa dituding telah menutupi sudut pandang Buffon dari posisi offside.
Pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua Antonio Conte nyaris mencetak gol, juga Andrea Pirlo. Sayangnya, kedua tim mulai sama-sama menerapkan permainan defensif.
Milan dan Juve juga sama-sama kehilangan pemain karena cedera. Pertandingan semakin panjang karena harus dilanjutkan sampai 120 menit.
Lalu, babak penalti dimulai, dan Milan sempat kesulitan. Adu penalti ini menyebabkan kontroversi karena tayangan ulang membuktikan Dida berdiri di depan garis gawang ketika menepis penalti Trezeguet, Zalayeta, dan Montero.
Namun, Buffon sendiri juga melewati garis gawang ketika menepis tembakan Seedorf dan Kaladze. Lalu, sebagai penendang kelima, Shevchenko menuintaskan tugasnya dengan baik dan menuntun Milan meraih trofi Eropa keenam mereka sepanjang sejarah.
Saat itulah, ketika seremoni trofi di lapangan, Paolo Maldini mengangkat trofi, bersorak, lalu menciumnya.
Susunan Pemain
Juventus (4-4-2): Buffon, Montero, Tudor (42' Birindelli), Ferrara, Thuram; Zambrotta, Davids (Zalayeta), Tacchinardi, Camoranesi (46' Conte); Del Piero, Trezeguet
Pelatih: Marcello Lippi
Milan (4-3-1-2): Dida; Kaladze, Maldini, Nesta, Costacurta (66' Junior); Pirlo (72' Serginho), Seedorf, Gattuso; Rui Costa (87' Ambrosini); Shevchenko, Inzaghi
Pelatih: Carlo Ancelotti
Statistik Juventus - Milan
Total shots: 11 - 14
On target: 2 - 6
Possession: 49% - 51%
Corner kicks: 5 - 13
Fouls: 34 - 23
Offsides: 1 - 6
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
7 Kandidat Pengganti Jack Miller di Pramac, dari Iannone sampai Martin
Fiorentina vs Barcelona dan Gol Bicycle Kick Sensasional Mauro Bressan
Parade 5 Gol Lionel Messi dan Pembantaian di Camp Nou
Tapak Tilas Perjalanan Juventus Menjadi Juara Liga Champions 1996
Membedah Performa Mesut Ozil di Arsenal 2013-2020, Pemain Bergaji Rp5,5 Miliar per Pekan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













