Inter Milan Comeback Atau Timnas Italia Lolos Piala Dunia 2026? Ini Jawaban Federico Dimarco
Editor Bolanet | 24 Februari 2026 15:33
Bola.net - Federico Dimarco berdiri di persimpangan dua ambisi besar. Di satu sisi, ia merasa berkewajiban membawa Inter Milan bangkit di Liga Champions; di sisi lain, hatinya bergetar untuk mengantar Italia kembali ke Piala Dunia.
Situasinya tak sederhana. Inter Milan akan menjamu Bodo/Glimt di Giuseppe Meazza pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.
Nerazzurri berada dalam tekanan nyata. Kekalahan 1-3 di Norwegia pekan lalu memaksa mereka mengejar defisit dua gol.
Dan di tengah tekanan itu, Dimarco angkat bicara.
Misi Comeback di San Siro

Bek sayap kiri andalan Inter itu tak menutup-nutupi pendekatan timnya. Ia menegaskan bahwa Inter akan tampil ofensif sejak awal laga.
“Jelas, kami akan bermain cukup menyerang,” ujar Dimarco dalam konferensi pers prapertandingan.
“Kami tertinggal dua gol. Kami harus memperhatikan serangan balik mereka karena mereka sangat mematikan di pertandingan Liga Champions lain musim ini,” tegasnya.
Inter tak punya banyak pilihan. Fokus pertama adalah mencetak gol, lalu membaca bagaimana laga berkembang.
“Pertama-tama kami harus berpikir untuk mencetak gol, lalu kita lihat bagaimana pertandingan berjalan. Pikiran pertama adalah melakukan comeback secepat mungkin,” sambung Dimarco.
Musim ini, kontribusinya tak bisa dianggap remeh. Ia sudah terlibat dalam 21 gol di semua kompetisi—enam gol dan 15 assist—angka yang menegaskan betapa vital perannya dari sisi kiri.
Di balik performanya, ada sosok pelatih yang ia hargai.
“Ia memberi saya banyak nasihat sejak awal tahun,” puji Dimarco tentang pelatih Inter, Cristian Chivu.
Antara Nerazzurri dan Azzurri

Bagi Dimarco, tanggung jawab itu tak berhenti di level klub. Ia juga menyinggung beban yang dirasakan bersama tim nasional.
“Kami harus mencoba, kami adalah Inter. Kami harus memainkan pertandingan ini seperti laga-laga Liga Champions lain yang kami jalani dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
“Hal yang sama berlaku untuk tim nasional. Kami melewatkan dua Piala Dunia terakhir, dan kami berkewajiban untuk mencoba,” imbuhnya.
Italia memang absen di dua edisi terakhir Piala Dunia. Luka itu masih terasa.
Dalam wawancara terpisah bersama Sky Sport Italia, Dimarco mendapat pertanyaan yang lebih personal: memilih Scudetto atau Liga Champions bersama Inter, atau lolos ke Piala Dunia bersama Azzurri?
“Tolong, biarkan saya memilih dua: Scudetto dan lolos ke Piala Dunia,” jawab Dimarco ringan.
Jawaban itu mungkin terdengar diplomatis. Namun di baliknya, terselip gambaran jelas tentang prioritas: kejayaan domestik bersama Inter dan kebangkitan Italia di panggung dunia.
Kini, yang terdekat adalah San Siro. Dua gol harus dikejar. Dan Dimarco tahu, mimpi besar selalu dimulai dari satu pertandingan yang dimenangkan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
UEFA dan Gelombang Penolakan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara
Piala Dunia 13 Juli 2026, 18:47
-
Noni Madueke tak Lebih Baik dari Kabel!
Piala Dunia 13 Juli 2026, 18:32
LATEST UPDATE
-
Menanti Duel Pertama Lionel Messi Lawan Inggris
Piala Dunia 14 Juli 2026, 03:11
-
Paolo Maldini Mulai Revolusi Timnas Italia, Pep Guardiola jadi Pelatih?
Piala Dunia 14 Juli 2026, 01:47
-
Tersisa 6 Pemain Serie A di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia 14 Juli 2026, 00:19
-
Resmi! Manchester United Umumkan Transfer Andrey Santos dari Chelsea
Liga Inggris 13 Juli 2026, 20:20
-
PORAL 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kemampuan dan Soliditas Prajurit TNI AL
Lain Lain 13 Juli 2026, 19:49
-
Jejak Marko Simic dan Kedatangan Denis Kolinger ke Persija Jakarta
Bola Indonesia 13 Juli 2026, 19:23
-
UEFA dan Gelombang Penolakan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara
Piala Dunia 13 Juli 2026, 18:47
-
Noni Madueke tak Lebih Baik dari Kabel!
Piala Dunia 13 Juli 2026, 18:32
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









