Joao Neves Sindir Arsenal Usai PSG Juara Liga Champions: Hanya Kami yang Ingin Bermain
Ari Prayoga | 1 Juni 2026 05:27
Bola.net - PSG kembali menorehkan sejarah di panggung Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions. Klub asal Prancis itu memastikan trofi kedua secara beruntun usai menaklukkan Arsenal melalui adu penalti dalam laga final yang berlangsung sengit.
Pertandingan berakhir imbang 1-1 selama waktu normal. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui Kai Havertz, sebelum PSG membalas lewat Ousmane Dembele. Kedua tim gagal mencetak gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu usai, sehingga pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Arsenal kehilangan momentum setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. PSG pun keluar sebagai pemenang dan kembali mengangkat trofi paling bergengsi di level klub Eropa.
Sindiran Joao Neves

Namun, perayaan kemenangan PSG diwarnai komentar pedas dari gelandang muda mereka, Joao Neves. Pemain asal Portugal itu melontarkan sindiran yang diyakini mengarah pada gaya bermain Arsenal sepanjang pertandingan.
Menurut Neves, PSG merupakan satu-satunya tim yang benar-benar berusaha memainkan sepak bola menyerang di final tersebut.
"Perasaan ini luar biasa. Ini adalah kali kedua saya menjadi juara Eropa. Bukan hanya soal kemenangan, tetapi tentang bermain bersama rekan-rekan setim, staf pelatih, dan seluruh manajemen yang luar biasa," ujar Neves.
Ia juga mengaku tidak pernah menyesali keputusannya bergabung dengan PSG.
"Datang ke sini adalah keputusan terbaik dalam hidup saya. Saya mencintai segalanya di klub ini. Kami pantas menang hari ini karena PSG adalah satu-satunya tim yang ingin bermain," tambahnya.
Tekanan Berat PSG

Pernyataan tersebut berpotensi memicu perdebatan di kalangan penggemar Arsenal. Neves secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa The Gunners lebih banyak mengandalkan permainan bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Gelandang berusia 21 tahun itu juga menilai perjalanan PSG musim ini jauh lebih berat dibanding musim sebelumnya. Sebagai juara bertahan, Les Parisiens harus menghadapi tekanan lebih besar karena menjadi target utama seluruh tim peserta.
"Musim ini berbeda. Lebih sulit dan lebih menguras fisik. Kami datang sebagai juara bertahan dan harus mempertahankan status itu. Sekarang kami menjadi bagian dari sejarah PSG. Semua orang sangat bahagia dan saya ingin menikmati momen ini bersama rekan-rekan setim," katanya.
PSG Layak Juara

Sementara itu, pelatih PSG Luis Enrique menilai pertandingan berlangsung sangat seimbang. Meski demikian, ia percaya timnya layak menjadi juara jika melihat konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim.
"Saya pikir kedua tim sama-sama pantas menang hari ini. Namun jika melihat bagaimana kami bermain sepanjang musim, saya merasa PSG layak menjuarai Liga Champions," ujar Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengakui bahwa Arsenal sempat membuat timnya kesulitan setelah mencetak gol lebih dulu. Menurutnya, The Gunners sangat disiplin dalam bertahan sehingga PSG membutuhkan usaha ekstra untuk membongkar pertahanan lawan.
"Mereka memulai pertandingan dengan sempurna dan mencetak gol dari satu momen yang beruntung. Setelah itu mereka bisa bertahan dengan sangat baik. Situasi seperti itu selalu sulit karena kami terbiasa menyerang tim yang menumpuk banyak pemain di belakang bola," jelas Enrique.
Meski harus bekerja keras hingga adu penalti, Enrique menegaskan PSG pantas membawa pulang trofi setelah berhasil bangkit dan menunjukkan mental juara di momen-momen krusial.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan dominasi PSG di sepak bola Eropa dalam dua musim terakhir. Tantangan berikutnya bagi Enrique adalah mempertahankan level permainan timnya sekaligus melakukan penyegaran skuad agar tetap kompetitif menghadapi musim baru.
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Here We Go! Gabriel Martinelli Mengadu Nasib ke Arab Saudi!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 22:34
-
Man of the Match Chelsea vs Brighton: Joao Pedro
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 22:06
-
Hasil Chelsea vs Brighton: The Blues Menangkan Drama Tujuh Gol di Stamford Bridge!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:57
-
Link Streaming Man United vs Ipswich Town di Liga Inggris, 30 Agustus 2026
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:28
-
Link Streaming Real Madrid vs Malaga di Liga Spanyol, 30 Agustus 2026
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 20:54
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 07:29
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 07:27
-
Rating Pemain Man Utd saat Hantam Ipswich 5-2: Bruno Fernandes Sempurna!
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 07:07
-
Rating Pemain Chelsea vs Brighton: Joao Pedro, Lavia, dan Rogers Terbaik
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 06:17
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Agustus 2026, 05:49
-
Man of the Match Cagliari vs Inter Milan: Hakan Calhanoglu
Liga Italia 31 Agustus 2026, 05:35
-
Hasil Cagliari vs Inter Milan: Calhanoglu Jadi Penentu
Liga Italia 31 Agustus 2026, 05:28
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 05:03
-
Catatan Menarik Chelsea vs Brighton: 74,4 Persen Penguasaan Bola Tak Cukup
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 04:06
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 03:42
-
Tempat Menonton Cagliari vs Inter Milan di Liga Italia, 31 Agustus 2026
Liga Italia 31 Agustus 2026, 01:10
-
Man of the Match Man United vs Ipswich Town: Bruno Fernandes
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 01:04
-
Man of the Match Real Madrid vs Malaga: Jude Bellingham
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 00:40
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


