Kesalahan Sendiri atau Wasit? Milan Sulit Hadapi Feyenoord
Aga Deta | 19 Februari 2025 04:57
Bola.net - AC Milan harus menerima kenyataan pahit usai tersingkir dari Liga Champions. Penasehat tim Zlatan Ibrahimovic menilai Rossoneri melakukan kesalahan sendiri saat menghadapi Feyenoord.
Milan bermain imbang 1-1 melawan Feyenoord di laga leg kedua playoff Liga Champions, Rabu (19/2/2025) dini hari WIB. Tuan rumah mampu unggul cepat lewat gol Santiago Gimenez di menit pertama.
Namun, Theo Hernandez mendapat kartu merah di awal babak kedua. Pemain asal Prancis itu menerima kartu kuning kedua karena dianggap melakukan simulasi pelanggaran atau diving.
Setelah kehilangan Theo, Milan tampil lebih defensif. Hal ini dimanfaatkan Feyenoord untuk menyamakan kedudukan di San Siro.
Feyenoord berhasil mencetak gol lewat aksi Julian Carranza di menit ke-73. Gol itu membantu Feyenoord lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan agregat 2-1.
Kartu Merah yang Mengubah Pertandingan

Theo Hernandez mendapat kartu kuning kedua akibat simulasi di kotak penalti. Ibrahimovic merasa keputusan itu terlalu keras untuk laga sekelas Liga Champions.
“Kami kecewa dan marah,” ujar Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia.
“Ada kurangnya kedewasaan, tapi wasit terlalu keras: simulasi dalam laga seperti ini—setidaknya berikan peringatan. Insiden ini mengubah jalannya pertandingan.”
Milan Harus Bangkit di Serie A

Ibrahimovic menegaskan bahwa Milan harus segera melupakan kekalahan ini. Mereka perlu fokus pada target berikutnya di liga domestik.
“Sekarang tim harus tetap bersatu, melupakan pertandingan ini, dan fokus ke liga," tegasnya.
"Kami menderita malam ini, lalu mulai besok, kami bersiap untuk target berikutnya.”
Lakukan Kesalahan Sendiri

Ibrahimovic pun tidak menyalahkan wasit setelah kekalahan yang mereka alami. Menurutnya, Rossoneri gagal karena kesalahan mereka sendiri.
"Kami marah pada diri sendiri; lawan lebih kuat dari kami. Kami tidak marah pada wasit—ini kesalahan kami, tidak ada alasan atau keluhan," ujarnya.
"Kami harus bercermin dan mengenali kesalahan kami agar bisa berkembang dan melangkah maju."
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











