Ketika Allianz Arena jadi 'Kuburan' bagi Bayern Munchen di Liga Champions: Cerita Final 2013 dan Semifinal 2026

Ari Prayoga | 7 Mei 2026 10:24
Ketika Allianz Arena jadi 'Kuburan' bagi Bayern Munchen di Liga Champions: Cerita Final 2013 dan Semifinal 2026
Ekspresi kesedihan Harry Kane usai laga Bayern Munchen vs PSG di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Kamis (7/5/2026). (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Bayern Munchen kembali harus menelan pil pahit di panggung Liga Champions. Bermain di hadapan publik sendiri atau dalam momen yang terasa “sudah ditakdirkan”, Die Roten lagi-lagi gagal mengakhiri cerita dengan trofi di tangan.

Kenangan buruk itu seakan membawa publik kembali ke final Liga Champions musim 2011/2012, saat Bayern dipermalukan Chelsea di Allianz Arena.

Advertisement

Kini setelah 14 tahun berselang, luka baru kembali tercipta setelah mereka tersingkir secara dramatis dari PSG di semifinal Liga Champions musim 2025/2026.

1 dari 3 halaman

Final 2012: Mimpi Bayern Hancur di Rumah Sendiri

Final 2012: Mimpi Bayern Hancur di Rumah Sendiri

Starting XI Bayern Munchen saat melawan PSG di leg kedua semifinal Liga Champions, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Final Liga Champions 2012 menjadi salah satu malam paling menyakitkan dalam sejarah Bayern Munchen. Saat itu, laga puncak mempertemukan Bayern dengan Chelsea di Allianz Arena, stadion kebanggaan mereka sendiri di Munich.

Bayern tampil dominan sepanjang pertandingan, namun Chelsea mampu bertahan dengan disiplin. Kebuntuan baru pecah pada menit ke-83 ketika Thomas Muller sukses mencetak gol dan membuat stadion bergemuruh.

Publik tuan rumah saat itu yakin trofi Liga Champions akan tetap berada di Munich. Namun, harapan itu runtuh hanya lima menit kemudian. Didier Drogba muncul sebagai penyelamat Chelsea lewat sundulan tajam yang mengubah skor menjadi 1-1.

Pertandingan kemudian berlanjut ke babak tambahan waktu, tetapi kedua tim gagal mencetak gol tambahan. Drama pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Di momen krusial tersebut, Chelsea tampil lebih tenang dan akhirnya menang 4-3 dalam adu penalti. Kekalahan itu terasa semakin menyakitkan karena Bayern gagal mengangkat trofi di kandang sendiri, sementara Chelsea justru meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

2 dari 3 halaman

Semifinal 2026: Bayern Tersungkur Lagi

Semifinal 2026: Bayern Tersungkur Lagi

Penyerang Bayern, Harry Kane usai mencetak gol ke gawang PSG di leg kedua semifinal Liga Champions, 7 Mei 2026 menyamakan skor menjadi 1-1. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Musim 2025/2026 sebenarnya sempat menghadirkan optimisme besar bagi Bayern Munchen. Dengan skuad bertabur bintang dan Vincent Kompany di kursi pelatih, mereka diyakini mampu kembali berjaya di Eropa.

Namun langkah Bayern kembali terhenti secara menyakitkan pada semifinal Liga Champions 2026. Mereka disingkirkan Paris Saint-Germain setelah bermain imbang 1-1 pada leg kedua, 6 Mei 2026. Hasil tersebut membuat PSG lolos dengan keunggulan agregat 6-5.

PSG langsung memberi kejutan sejak awal pertandingan. Ousmane Dembele mencetak gol cepat pada menit ketiga yang membuat Bayern berada dalam tekanan besar.

Bayern terus berusaha mengejar ketertinggalan dan baru mampu membalas pada menit ke-94 lewat Harry Kane. Sayangnya, gol itu datang terlalu terlambat untuk memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.

Kekalahan ini juga diwarnai kontroversi. Vincent Kompany beserta sejumlah pemain Bayern dikabarkan kecewa terhadap beberapa keputusan wasit, termasuk insiden dugaan handball Joao Neves yang tidak menghasilkan penalti.

3 dari 3 halaman

Luka Lama yang Terus Menghantui

Luka Lama yang Terus Menghantui

Aksi kiper Bayern, Manuel Neuer menggagalkan peluang sundulan Joao Neves di laga leg kedua semifinal Liga Champions melawan PSG, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Kegagalan di semifinal 2026 semakin memperpanjang daftar malam pahit Bayern Munchen di Liga Champions.

Klub raksasa Jerman itu memang tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar Eropa, tetapi beberapa momen krusial justru berubah menjadi mimpi buruk yang sulit dilupakan.

Dari final 2012 di Allianz Arena hingga drama melawan PSG pada 2026, Bayern kembali belajar bahwa dominasi dan status unggulan tidak selalu cukup untuk membawa pulang trofi Liga Champions.

LATEST UPDATE