Kontroversi Penalti Bayern Munchen: Mantan Wasit Sebut Keputusan Abaikan Handball Joao Neves Sebagai Lelucon

Bola.net - Kontroversi mewarnai semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen dan PSG setelah wasit menolak klaim penalti tuan rumah akibat dugaan handball Joao Neves. Keputusan itu langsung memicu protes keras di Allianz Arena dan menjadi perdebatan luas di media sosial.
Kejadian bermula saat bola sapuan Vitinha secara tidak sengaja mengenai lengan rekan setimnya sendiri, Joao Neves. Namun, wasit Joao Pinheiro tetap bergeming dan memutuskan untuk membiarkan pertandingan terus berjalan tanpa adanya hukuman.
Keputusan ini memicu perdebatan hebat di media sosial karena dianggap tidak konsisten dengan laga sebelumnya. Bahkan, tim VAR sama sekali tidak memberikan intervensi untuk meninjau ulang insiden yang dianggap sangat jelas tersebut.
Kekecewaan Die Roten semakin memuncak karena mereka merasa seharusnya unggul secara jumlah pemain. Sebelum drama penalti terjadi, ada insiden lain yang melibatkan Nuno Mendes namun wasit memiliki pandangan berbeda.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kronologi Insiden Tangan Joao Neves
#UCL #FCBPSG
— Manuel Gräfe (@graefe_manuel) May 6, 2026
Sorry,aber das ist alles nur noch ein Witz…
Der Arm geht in die Flugbahn&das diesmal sogar noch weit ausgestreckt auf Schulterhöhe & auch erst nachdem (!) der Ball geschlagen wurde. So schon 100-prozentig Elfmeter, aber erst recht im Kontext des Hinspiels–Wahnsinn! pic.twitter.com/2v8CMcn01x
Momen kontroversial terjadi saat Vitinha mencoba membuang bola dari area pertahanan PSG. Bola malah mengarah ke Joao Neves yang berdiri di jalur pantulannya.
Neves tampak berusaha menghindar, tetapi lengannya terangkat dan bola mengenai tangannya. Para pemain Bayern langsung mengerubungi wasit untuk meminta penalti.
"Maaf, tapi ini semua hanya lelucon sekarang," tulis mantan wasit Manuel Grafe melalui platform X.
Grafe menilai posisi tangan Neves cukup aktif menghalangi arah bola di area terlarang. Menurutnya, kondisi itu seharusnya cukup untuk membuat PSG dihukum penalti.
Perdebatan Mengenai Aturan Handball UEFA

Joao Pinheiro menilai insiden tersebut tidak mengandung unsur kesengajaan. Ia menganggap bola berasal dari sapuan rekan setim sendiri sehingga situasinya tidak memenuhi unsur pelanggaran handball.
Dalam regulasi terbaru, handball memang bisa dianggap tidak sengaja jika bola berasal dari pemain satu tim dalam jarak dekat. Penafsiran aturan inilah yang menjadi dasar keputusan wasit di lapangan.
"Itu sudah merupakan 100 persen penalti, terlebih lagi jika melihat konteks pertandingan leg pertama," lanjut Manuel Grafe.
Grafe membandingkan insiden itu dengan penalti PSG pada leg pertama yang melibatkan Alphonso Davies. Perbedaan keputusan tersebut memunculkan tudingan inkonsistensi terhadap perangkat pertandingan.
Kontroversi Kartu Kuning Kedua Nuno Mendes
Sebelum drama handball terjadi, Bayern juga memprotes keputusan wasit terkait Nuno Mendes. Bek kiri PSG itu dianggap melakukan handball saat mencoba memotong umpan Konrad Laimer.
Mendes sebenarnya sudah mengantongi satu kartu kuning pada babak pertama. Namun, wasit lebih dulu melihat adanya pelanggaran lain yang dilakukan Laimer sebelum insiden handball terjadi.
"Sangat sulit dipercaya," tambah Manuel Grafe mengenai rangkaian keputusan wasit tersebut.
Keputusan itu membuat Mendes tetap bermain hingga laga berakhir dan membantu PSG menjaga keunggulan. Di sisi lain, Bayern harus menerima kenyataan gagal melangkah ke final di tengah kontroversi yang masih diperdebatkan.
Pertandingan penuh drama ini diperkirakan akan terus menjadi bahan diskusi di kalangan penggemar sepak bola Eropa. Bayern kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik setelah mimpi mereka menuju final Liga Champions terhenti.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 7 Mei 2026 12:06 -
Liga Champions 7 Mei 2026 11:54 -
Liga Champions 7 Mei 2026 11:46 -
Liga Champions 7 Mei 2026 11:32 -
Liga Champions 7 Mei 2026 11:25 -
Liga Champions 7 Mei 2026 11:24
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 7 Tim yang Mampu Comeback Usai Kalah di Leg Pertam...
- 5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalka...
- Jangan Panik! 5 Alasan Arsenal Masih Punya Harapan...
- Gratis tapi Berkelas, 15 Bintang Top yang Bisa Dir...
- 6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
- Peta Kekuatan Semifinal Liga Champions: PSG Terdep...
- 9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid da...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579778/original/084920500_1778074193-1001229925.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5575269/original/085785800_1778043070-IMG_1372.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5580285/original/045177700_1778125488-1001219034.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579532/original/037409900_1778055361-1001229634.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4285931/original/044472500_1673259721-Tilang_Manual_Kembali_Diberlakukan_di_Jakarta-IQBAL_6.jpg)

