Kisah Mikel Arteta di PSG yang Mengubah Kariernya Selamanya

Aga Deta | 29 Mei 2026 14:00
Kisah Mikel Arteta di PSG yang Mengubah Kariernya Selamanya
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bertepuk tangan kepada para pendukung setelah pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Mikel Arteta kini dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa bersama Arsenal. Namun, perjalanan besarnya dimulai ketika PSG memberinya kesempatan bermain di level profesional pada usia sangat muda.

Pada Januari 2001, Arteta yang masih berusia 18 tahun mendapat panggilan mendadak untuk meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan PSG. Keputusan tersebut menjadi titik awal perubahan besar dalam hidup dan kariernya.

Advertisement

Saat itu persaingan di lini tengah Barcelona sangat ketat dengan hadirnya Pep Guardiola, Luis Enrique, Phillip Cocu, hingga Xavi Hernandez. Situasi tersebut membuat peluang Arteta menembus tim utama Blaugrana menjadi semakin sulit.

PSG yang dilatih Luis Fernandez kemudian melihat potensi besar dalam diri Arteta muda. Dari sanalah sang gelandang mulai membangun reputasi yang kelak membawanya menjadi sosok penting di sepak bola Eropa.

1 dari 6 halaman

Awal Perjalanan Arteta di Paris

Awal Perjalanan Arteta di Paris

Manajer Arsenal, Mikel Arteta memberikan instruksi di laga melawan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, 30 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Jose Breton

Luis Fernandez datang kembali ke PSG pada akhir tahun 2000 saat kondisi tim sedang menurun. Ia kemudian mencari pemain muda berbakat untuk membangun ulang kekuatan tim asal Paris tersebut.

Arteta menjadi salah satu target utama Fernandez karena dinilai memiliki kecerdasan bermain yang berbeda dibanding pemain seusianya. PSG juga saat itu diperkuat nama besar seperti Nicolas Anelka, Jay-Jay Okocha, dan Ali Benarbia.

Pindah ke Paris bukan keputusan mudah bagi Arteta yang masih sangat muda. Ia harus meninggalkan Spanyol dan memulai hidup baru di lingkungan sepak bola yang sepenuhnya berbeda.

Arteta mengaku momen menerima panggilan dari PSG terasa menegangkan bagi dirinya dan keluarganya. Namun, ia sadar kesempatan seperti itu tidak datang dua kali dalam hidup seorang pesepak bola muda.

“Itu sangat menakutkan bagi saya, juga bagi keluarga saya. Kami berada di Barcelona ketika mendapat telepon: ‘kalian harus mengemas barang dan terbang ke Paris sekarang juga.’ Saya baru berusia 18 tahun, belum pernah bermain di sepak bola profesional, lalu melihat nama-nama besar di sana. ‘Apa mereka yakin?’,” ungkap Arteta.

2 dari 6 halaman

Dukungan besar dari Luis Fernandez dan Mauricio Pochettino

Dukungan besar dari Luis Fernandez dan Mauricio Pochettino

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta memberikan instruksi kepada para pemainnya di laga melawan Bayer Leverkusen pada leg 1 babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Luis Fernandez memainkan peran penting dalam perkembangan awal Arteta di PSG. Sang pelatih memberi kepercayaan penuh kepada pemain muda tersebut meski belum memiliki pengalaman profesional.

Arteta merasa Fernandez memperlakukannya seperti anak sendiri selama berada di Paris. Lingkungan tersebut membuatnya mampu berkembang dengan nyaman di tengah tekanan besar sepak bola elite.

“Luis Fernandez adalah sosok yang percaya kepada saya. Itulah yang dibutuhkan, seseorang yang memberi kesempatan dan dikelilingi oleh orang-orang yang tepat. Mereka melindungi saya seperti anak sendiri. Itu adalah lingkungan yang sempurna bagi saya untuk melihat apa yang mampu saya lakukan,” kenang Arteta.

Pada saat bersamaan, Mauricio Pochettino juga bergabung dengan PSG dari Espanyol. Hubungan keduanya berkembang sangat dekat hingga Arteta menganggap Pochettino seperti sosok ayah di ruang ganti.

Arteta mengaku banyak belajar dari Pochettino mengenai sikap profesional dan cara menghadapi tekanan. Pengalaman tersebut kemudian memengaruhi karakter kepemimpinannya sebagai pelatih.

“Saat itu saya berusia 17 atau 18 tahun di Paris tanpa pengalaman di sepak bola profesional. Dia mungkin tidak suka saya mengatakan ini, tetapi bagi saya, dia seperti seorang ayah. Dia merangkul saya, memberi nasihat luar biasa, melindungi saya, menginspirasi saya, dan saya belajar begitu banyak selama dua tahun kami bersama,” ucapnya.

3 dari 6 halaman

Debut Berat yang Membentuk Mental Arteta

Debut Berat yang Membentuk Mental Arteta

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta memberi instruski di laga melawan Sporting CP di leg I perempat final Liga Champions, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Awal karier profesional Arteta di PSG tidak berjalan mudah. Debutnya di Piala Prancis berakhir dengan kekalahan telak 0-4 dari Auxerre.

Ia juga langsung merasakan atmosfer panas Le Classique melawan Marseille pada awal kariernya. Meski sulit, pengalaman tersebut membantu Arteta berkembang lebih cepat secara mental.

Momen paling berkesan datang ketika Fernandez menurunkannya sebagai starter melawan AC Milan di San Siro pada Liga Champions. Arteta muda harus menghadapi pemain seperti Paolo Maldini, Andrea Pirlo, dan Andriy Shevchenko.

Arteta mengaku sempat tidak percaya mendapat kesempatan tampil di stadion sebesar San Siro. Namun, laga tersebut justru menjadi salah satu pertandingan terbaik dalam awal karier profesionalnya.

“Ketika berada di terowongan stadion, saya melihat… ada Paolo Maldini, Andrea Pirlo, dan Andriy Shevchenko,” jelas Arteta. “Mereka semua seperti ini . Saya langsung berpikir: serius? Saya benar-benar dilempar ke kandang singa.

“Namun pertandingan itu ternyata berjalan sangat baik dan saya benar-benar menikmatinya. Itu adalah malam yang luar biasa.”

4 dari 6 halaman

Bermain Bersama Ronaldinho di PSG

Bermain Bersama Ronaldinho di PSG

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta berbicara di konferensi pers jelang laga melawan Bayer Leverkusen di 16 besar Liga Champions. (c) AP Photo/Martin Meissner

Musim berikutnya PSG mendatangkan Ronaldinho dari Gremio dengan biaya transfer 5 juta pounds. Kehadiran bintang Brasil itu membuat kualitas tim meningkat drastis.

Arteta bahkan sempat menjadi teman sekamar Ronaldinho selama satu setengah tahun di Paris. Ia mengaku belum pernah melihat pemain dengan bakat alami seperti mantan bintang Barcelona tersebut.

Menurut Arteta, Ronaldinho selalu membawa energi positif di ruang ganti PSG. Kemampuan teknis sang pemain juga sering membuat rekan setimnya sulit percaya dengan apa yang dilakukannya di lapangan latihan.

“Kami menjadi teman sekamar selama satu setengah tahun,” kata Arteta. “Dia adalah talenta luar biasa. Dia punya aura, energi, dan senyum di wajahnya… mustahil berada di dekatnya lalu merasa dalam suasana hati yang buruk. Saya belum pernah melihat bakat seperti ini. Dalam latihan, di setiap sesi, rasanya seperti: bagaimana ini bisa terjadi? Secara fisik, beberapa hal terasa mustahil dilakukan. Luar biasa bisa bermain bersamanya.”

Selain Ronaldinho, PSG juga merekrut Gabriel Heinze yang kelak kembali bekerja sama dengan Arteta di Arsenal sebagai staf pelatih. Pengalaman bermain bersama banyak pemain hebat menjadi bekal penting bagi perkembangan Arteta.

5 dari 6 halaman

PSG Menjadi Fondasi Karier Besar Arteta

PSG Menjadi Fondasi Karier Besar Arteta

Manajer Arsenal Mikel Arteta memegang trofi juara Premier League setelah laga Liga Inggris antara Crystal Palace vs Arsenal di London, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Kin Cheung

Arteta perlahan berkembang menjadi pemain penting di lini tengah PSG. Ia membantu tim tampil lebih stabil dan kembali bersaing di papan atas sepak bola Prancis.

Penampilannya bahkan menarik perhatian Rangers yang kemudian merekrutnya pada tahun 2002 dengan nilai transfer 6 juta pounds. Kepindahan itu membuka babak baru dalam kariernya di sepak bola Inggris.

Sebelum meninggalkan PSG, Arteta mencatatkan 53 penampilan dan mencetak lima gol. Ia juga masuk dalam Tim Terbaik Division One Prancis bersama Ronaldinho dan Gabriel Heinze.

Arteta hingga kini masih menganggap masa di PSG sebagai periode yang sangat penting dalam hidupnya. Pengalaman 18 bulan di Paris membantu membentuk filosofi dan karakter yang kini terlihat bersama Arsenal.

“Itu menjadi wadah untuk merasakan pengalaman di klub sebesar itu dan di kota yang mungkin merupakan yang paling indah di Eropa,” ujarnya. “Itu adalah pengalaman yang akan selalu saya ingat, bersama rekan-rekan setim yang membentuk sosok pemain seperti yang saya inginkan, sekaligus menyalakan sesuatu dalam diri saya untuk menjadi seorang manajer.”

Sumber: Arsenal

6 dari 6 halaman

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Ilustrasi Liga Champions (c) Dok. UEFA/@LigadeCampeones
  • Kompetisi: Liga Champions/UEFA Champions League (UCL) musim 2025-2026
  • Pertandingan: PSG vs Arsenal
  • Tempat: Puskas Arena, Budapest
  • Hari, tanggal: Sabtu, 30 Mei 2026
  • Jam kick-off: 23.00 WIB
  • Siaran langsung :SCTV
  • Streaming: Vidio

PERHATIAN: Live streaming konten sport di Vidio bisa diakses dengan berlangganan. Ada berbagai pilihan paket dengan harga mulai Rp45.000 per bulan. Harga bisa berubah di luar kebijakan redaksi.

LATEST UPDATE