Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Kuat Duel Udara, Lionel Messi Otak Permainan Argentina

Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Kuat Duel Udara, Lionel Messi Otak Permainan Argentina
Jude Bellingham merayakan golnya ke gawang Timnas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026) (c) AP Photo/Lynne Sladky

Bola.net - Piala Dunia 2026 kini memasuki fase paling menentukan. Hanya Argentina, Inggris, Prancis, dan Spanyol yang masih bertahan dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Keempat negara melaju ke semifinal dengan identitas permainan yang berbeda. Ada yang mengandalkan dominasi penguasaan bola, efektivitas serangan, hingga kekuatan duel udara sebagai senjata utama.

Data statistik sepanjang turnamen menunjukkan tidak ada satu pun tim yang benar-benar unggul di semua aspek permainan. Masing-masing memiliki kelebihan yang bisa menjadi pembeda dalam perebutan tiket menuju final.

Menariknya, sejumlah angka justru menghadirkan fakta yang tak banyak diketahui. Beberapa tim tampil dominan tanpa harus berlari paling jauh, sementara yang lain mengandalkan intensitas tinggi untuk meraih kemenangan.

Spanyol Paling Dominan, Argentina Andalkan Efisiensi Permainan

Spanyol Paling Dominan, Argentina Andalkan Efisiensi Permainan

Para suporter Spanyol berdiri saat lagu kebangsaan Spanyol dikumandangkan sebelum laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Austria di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Kamis, 2 Juli 2026 (c) AP Photo/Jae C. Hong

Spanyol menjadi tim dengan penguasaan bola terbaik di Piala Dunia 2026. Tim racikan Luis de la Fuente mencatat rata-rata penguasaan bola mencapai 66 persen, tertinggi di antara seluruh peserta turnamen.

Dominasi La Roja juga terlihat dari agresivitas mereka di wilayah lawan. Spanyol menjadi tim dengan penguasaan bola terbanyak di sepertiga akhir lapangan serta paling sering merebut bola di area tinggi, menunjukkan tekanan yang konsisten sejak lini depan.

Sebaliknya, Argentina bukan tim yang paling aktif secara fisik. La Albiceleste mencatat jarak tempuh dan jumlah sprint paling rendah dibanding tiga semifinalis lainnya, tetapi tetap mampu tampil efektif berkat kualitas penguasaan bola.

Akurasi umpan Argentina juga sangat mengesankan. Tim asuhan Lionel Scaloni memiliki tingkat keberhasilan operan 90,4 persen, sejajar dengan Spanyol, membuktikan bahwa efektivitas distribusi bola menjadi salah satu kekuatan utama mereka.

Inggris Berbahaya di Udara, Messi Jadi Motor Serangan Argentina

Inggris Berbahaya di Udara, Messi Jadi Motor Serangan Argentina

Ekspresi Lionel Messi pada laga Argentina vs Cape Verde di babak 32 Besar Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Inggris membawa ancaman berbeda dibanding tiga semifinalis lainnya. Pasukan Thomas Tuchel menjadi tim dengan efektivitas umpan silang terbaik di antara empat semifinalis, dengan rata-rata satu umpan silang akurat setiap empat percobaan.

Keunggulan tersebut berbanding lurus dengan produktivitas bola udara. The Three Lions telah mencetak empat gol sundulan dan menghasilkan 24 sundulan sepanjang turnamen, tertinggi dibanding tim lain di Piala Dunia 2026.

Argentina harus memberi perhatian khusus pada duel udara karena mereka memiliki persentase keberhasilan duel udara terendah di antara empat semifinalis. Sebaliknya, Inggris justru menjadi salah satu tim terbaik dalam memenangkan duel-duel 50-50.

Di sisi lain, Lionel Messi tetap menjadi pusat kreativitas Argentina. Kapten La Albiceleste telah menciptakan 15 umpan yang berujung peluang, terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026, sementara Prancis mengandalkan agresivitas para pemain depannya yang terus menyerang lawan lewat aksi dribel untuk membongkar pertahanan Spanyol.

Sumber: BBC Sport