Kutukan Bayern Munchen di Semifinal Liga Champions Berlanjut, Selalu Gagal Bangkit Setelah Tertinggal di Leg Pertama

Ari Prayoga | 7 Mei 2026 09:47
Kutukan Bayern Munchen di Semifinal Liga Champions Berlanjut, Selalu Gagal Bangkit Setelah Tertinggal di Leg Pertama
Starting XI Bayern Munchen saat melawan PSG di leg kedua semifinal Liga Champions, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Langkah Bayern Munchen kembali terhenti di semifinal Liga Champions. Kekalahan agregat dari PSG musim 2025/26 memperpanjang catatan buruk Die Roten setiap kali tertinggal pada leg pertama di fase empat besar kompetisi elite Eropa tersebut.

Bayern sebenarnya datang dengan ambisi besar untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions. Namun, hasil akhir berkata lain. Klub raksasa Jerman itu tersingkir dengan agregat 5-6 dari PSG setelah gagal membalikkan keadaan di laga penentuan.

Advertisement

Kalah 4-5 pada laga leg pertama di Paris pekan lalu, Bayern hanya mampu bermain imbang 1-1 pada laga leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.

1 dari 3 halaman

Kutukan Bayern Munchen

Kutukan Bayern Munchen

Kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer usai laga leg kedua semifinal Liga Champions melawan PSG, 7 Mei 2026. (c) AP Photo/Martin Meissner

Kegagalan ini sekaligus menambah panjang “kutukan semifinal” Bayern Munchen di Liga Champions. Berdasarkan catatan sejarah, mereka belum pernah sukses melakukan comeback setelah kalah pada leg pertama semifinal.

Rekor buruk itu sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Beberapa tim besar Eropa pernah menjadi penyebab kandasnya Bayern di momen krusial tersebut.

Pada musim 1999/00, Bayern kalah agregat 2-3 dari Real Madrid. Empat belas tahun kemudian, mereka kembali dipaksa menyerah oleh Los Blancos dengan skor telak 0-5 pada semifinal musim 2013/14.

2 dari 3 halaman

Kegagalan Terus Berlanjut

Kegagalan Terus Berlanjut

Bek PSG, Willian Pacho mencoba menghentikan striker Bayern Munchen, Harry Kane (c) AP Photo/Matthias Schrader

Musim berikutnya, giliran Barcelona yang menghentikan langkah Bayern lewat agregat 5-3. Sementara pada edisi 2015/16, Bayern kembali gagal lolos setelah kalah aturan gol tandang dari Atletico Madrid usai agregat imbang 2-2.

Nasib serupa kembali terjadi pada musim 2017/18. Real Madrid lagi-lagi menjadi batu sandungan dengan kemenangan agregat 4-3 atas wakil Bundesliga tersebut.

Kini, PSG menjadi tim terbaru yang menambah luka Bayern di semifinal. Meski mampu memberikan perlawanan sengit, klub asal Paris itu tetap berhasil mengamankan tiket ke final dengan agregat tipis 6-5.

3 dari 3 halaman

Mentalitas Bayern Munchen Dipertanyakan

Mentalitas Bayern Munchen Dipertanyakan

Pemain Bayern Munchen memprotes keputusan wasit Joao Pinheiro pada leg kedua semifinal Liga Champions, 7 Mei 2026 melawan PSG. (c) AP Photo/Martin Meissner

Kegagalan berulang ini memunculkan pertanyaan besar mengenai mentalitas Bayern saat berada dalam tekanan di fase semifinal. Padahal, secara tradisi dan kualitas skuad, mereka tetap termasuk salah satu klub paling sukses di Eropa.

Sorotan juga mengarah kepada lini pertahanan Bayern yang dinilai kurang konsisten dalam laga-laga besar. Di sisi lain, ketajaman lini depan belum cukup untuk menutup kelemahan tersebut ketika menghadapi lawan dengan kualitas setara.

Bagi para pendukung Bayern Munchen, musim ini kembali menjadi kisah yang menyakitkan. Harapan untuk melihat Harry Kane meraih trofi Liga Champions pertamanya pun harus tertunda setelah mimpi mereka kembali kandas di semifinal.

LATEST UPDATE