Liverpool Jadi Juara Liga Champions dengan Taktik Parkir Bus Ala Mourinho
Richard Andreas | 2 Juni 2019 05:40
Bola.net - - Dikenal dengan serangan mereka, Liverpool justru tidak bermain ofensif saat mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 pada final Liga Champions 2018/19, Minggu (2/6) dini hari WIB. The Reds bermain dengan pendekatan untuk jadi juara, bukan demi permainan apik.
Pasukan Jurgen Klopp ini dikenal dengan serangan beringas mereka dalam trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino. Tercatat, Liverpool menorehkan 89 gol di Premier League musim ini.
Biar begitu, di partai final Liga Champions tersebut, Liverpool memberikan performa khas Jose Mourinho yang bertujuan untuk meraih trofi. The Reds mencatatkan persentase penguasaan bola paling sedikit kedua dalam sejarah final UCL.
Bermain di Wanda Metropolitano, permainan Liverpool pantas menjadi juara. Virgil van Dijk dan Alisson Becker tampil begitu kukuh, nama pertama bahkan dianugerahi gelar pemain terbaik pada pertandingan tersebut.
Gol cepat Mohamed Salah di menit kedua membuka keunggulan Liverpol. Usai gol tersebut, mereka tidak bermain tergesa-gesa. Liverpool memilih bertahan, membiarkan Tottenham menyerang, lalu mengakhiri pertandingan lewat gol Divock Origi di pengujung laga.
Liverpool jadi juara tanpa mendominasi penguasaan bola, Spurs lebih sering mendapatkan bola dan menggempur Alisson dengan banyak tembakan jarak jauh di ujung laga.
Biar begitu, sepak bola selalu soal gol, bukan penguasaan bola. Alisson membuktikan dirinya sebagai pembelian yang tepat. Dia membuat banyak penyelamatan gemilang, juga Van Dijk yang memblok sejumlah tembakan lawan.
Tercatat, Liverpool berhasil jadi juara hanya dengan 35,4 persen penguasaan bola. Juga clean sheet yang tak bisa diabaikan. Kali ini, pertahanan Liverpool lebih menonjol daripada kekuatan lini serang mereka.
Gaya bermain seperti itu sungguh khas Jose Mourinho, yang dikenal dengan istilah taktik parkir bus. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Persis Mourinho
Belum ada tim yang memenangi final Liga Champions dengan penguasaan bola lebih sedikit dari Inter Milan-nya Jose Mourinho yang mengalahkan Bayern Munchen dengan skor persis 2-0.
Pada malam itu, Inter meraih treble winners lewat dua gol Diego Milito. Mereka hanya mencatatkan 33 persen penguasaan bola, tetapi sudah cukup untuk mengangkat trofi Eropa - juga di Madrid.
Mourinho membawa Inter jadi juara Eropa dengan 33 persen penguasaan bola, dan kini Jurgen Klopp meniru langkahnya: 35,4 persen untuk jadi juara. Seandainya Mourinho yang melatih Liverpool istilah parkir bus jelas bakal jadi topik yang heboh dibahas.
Hanya karena Jurgen Klopp Liverpool terhindar dari stigma tersebut. Liverpool jelas memainkan taktik parkir bus, tetapi entah mengapa kritikus tidak mengecamnya seperti pada kasus Mourinho.
Liverpool jelas tidak memberikan permainan terbaik mereka, juga tidak menyuguhkan gaya khas sepak bola Inggris. Namun, siapa peduli? Yang terpenting adalah jadi juara, seperti yang selalu dikatakan Mourinho.
Baca Juga:
Virgil van Dijk, Pemain Terbaik Final Liga Champions 2018/2019
Hentikan Dominasi Cristiano Ronaldo, Lionel Messi Predator Tertajam UCL 2018/2019
Nama Jurgen Klopp Akan Terus Dinyanyikan dalam Sejarah Liverpool
Trent Alexander-Arnold: Liverpool Memang Pantas Jadi Juara!
Kata Jurgen Klopp Perihal Trofi Pertamanya untuk Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

