Memuji Kejeniusan Graham Potter yang Otak-atik Taktik di Sisi Kiri Chelsea
Abdi Rafi Akmal | 15 September 2022 11:40
Bola.net - Satu hal yang menarik pada laga perdana Graham Potter bersama Chelsea adalah penyesuaian taktiknya di sisi kiri. Raheem Sterling secara mengejutkan dijadikan wing back kiri, meski di saat yang bersamaan ada fullback kiri murni Marc Cucurella.
Chelsea langsung tampil berbeda setelah kepergian Thomas Tuchel. Hal pertama yang terlihat adalah pemilihan formasi dasar versi Potter.
Eks pelatih Brighton itu menerapkan formasi 4-2-3-1, meninggalkan formasi dasar tiga bek yang biasa dipakai oleh Tuchel. Namun di pertandingan, formasi dasar ini jadi tampak seperti tiga bek pula.
Perubahan taktik itu dan penggunaan sistem tiga bek bahkan diakui langsung oleh Potter seusai laga. Ia melihat perlu penyesuaian taktik di sebelah kiri.
Tiga Bek

Potter secara gamblang mengakui bahwa sistem permainan yang dibangunnya adalah tiga bek. Sterling yang awalnya tampak sebagai winger kiri, justru dijadikan wing back kiri. Cucurella dipindahkan jadi bek tengah tepi kiri.
"Sejauh yang saya pahami, kami memakai tiga pemain di belakang. Pemain yang memberikan kami kelebaran adalah Raheem [Sterling] dan Reece [James]," ucap dia dilansir dari Football London.
"Saya melakukan itu karena Salzburg sangat kuat di tengah dengan formasi 4-2-3-1 mereka. Sementara saya ingin menciptakan situasi berbahaya di kedua sisi. Raheem dan Reece memberikan kami situasi tersebut."
Fleksibilitas

Perubahan formasi tersebut berdampak pada posisi Cucurella di lapangan yang dimainkan seperti bek tengah tepi kiri. Namun, eks pemain Brighton ini justru menghadirkan fleksibilitas peran, seperti yang diakui Potter.
Cucurella sudah terbiasa dimainkan Potter di Brighton sebagai wing back, fullback, dan bek tengah. Ketiga peran ini digabungkan dalam sistem permainan yang ia terapkan.
"Saat saya menempatkan Raheem menjadi wing back, maka saya tidak ingin Raheem terlalu dekat dengan kotak penalti untuk bertahan. Untungnya Marc berhasil mengatasi situasi bertahan dengan sangat baik," kata Potter.
Hybrid

Potter menjelaskan walaupun dasar permainannya adalah dengan tiga bek, formasinya terbilang hybrid dengan bisa berubah jadi empat bek saat pertandingan. Kehadiran Cucurella memungkinkan hal itu terjadi.
Ia bisa jadi bek tengah tepi kiri saat bangun serangan. Ia juga bisa berperan sebagai full back kiri saat Sterling terlambat turun. Jika diperlukan, Cucurella juga bisa diandalkan saat Sterling butuh bantuan di sayap.
"Raheem lebih bagus saat menyerang lini belakang lawan. Beda halnya dengan Reece yang jauh lebih seimbang antara menyerang dan bertahan," ungkap dia.
"Kalau perlu sebetulnya kami bisa bertahan dengan empat pemain saja. Cucurella menjaga sisi kiri dengan sangat baik, saya tidak ingat berapa ancaman yang datang dari sisi tersebut."
Klasemen UEFA Champions League 2022/2023
Sumber: Football London
Baca Juga:
4 Pemain Juventus dengan Rating Paling Rendah Saat Dibungkam Benfica
Kalah dari Benfica, Leonardo Bonucci Sebut Juventus Layak Dicemooh
Respons Graham Potter Saat Chelsea Ditahan Imbang Salzburg: Ya, Kecewa dan Frustasi, Lah!
4 Pemain yang Gagal Bersinar pada Matchday ke-2 Liga Champions 2022/2023
4 Pemain yang Tampil Bagus pada Matchday ke-2 Liga Champions 2022/2023
Rapor Pemain Juventus Saat Dikalahkan Benfica
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


