Pelatih PSG Usai Kalah di Final UCL: Andai Saja Peluang Neymar jadi Gol
Afdholud Dzikry | 24 Agustus 2020 05:46
Bola.net - Pelatih PSG, Thomas Tuchel mengakui bahwa pertarungan PSG vs Bayern Munchen di final Liga Champions adalah duel seimbang dua tim kuat. Namun yang membedakannya adalah kemampuan mencetak gol.
Sebagaimana diketahui, PSG gagal membuat sejarah untuk menjadi tim Prancis kedua yang memenangi Liga Champions setelah dikalahkan Bayern Munchen dengan skor 1-0. Satu-satunya gol kemenangan itu dicetak oleh Kingsley Coman di babak kedua.
Gagal membawa PSG juara Liga Champions, Thomas Tuchel mengungkapkan bahwa ini adalah pertemuan dua tim yang setara. Meskipun Bayern Munchen diakuinya mampu menguasai bola lebih baik, namun timnya juga mampu menciptakan peluang emas walau gagal menjadikannya gol.
"Pertarungan besar antara dua tim yang kaut, sangat setara," ujarnya kepada BT Sport.
"Saya setuju bahwa Bayern sedikit menguasai permainan dan sedikit lebih percaya diri dalam penguasaan bola. Kami memiliki dua momen yang sangat berbahaya. Dua peluang yang sangat bagus untuk mencetak gol," tambahnya.
Andai Saja Kami Mencetak Gol Lebih Dulu
PSG memang memiliki peluang emas untuk unggul lebih dahulu. Sebuah peluang emas dari Neymar pada menit ke-18 yang mampu digagalkan oleh Manuel Neuer.
Dan menurutnya, peluang itu salah satu yang pada akhirnya menentukan pertandingan.
"Saya punya perasaan sebelumnya bahwa mungkin gol pertama akan menentukan laga ini. Sayang kami tak bisa melakukannya karena andai itu terjadi, itu akan jadi masalah besar bagi Bayern," lanjutnya.
"Kami sudah menunjukkan pertarungan yang luar biasa. Sangat mungkin memainkan pertandingan ini lagi dan menang 1-0. Kami bukan tipe tim yang tak mampu mencetak gol biasanya. Kami menunjukkan pertarungan besar, tapi mereka mencetak gol pertama dan itu menentukan," tambahnya.
Terkejut dengan Kingsley Coman
Ditanya soal starting XI yang diturunkan pelatih Bayern Munchen, Hansi Flick pada pertandingan ini, Tuchel mengakui terkejut ada nama Kingsley Coman di sana.
Diakuinya ia tak menyangka winger Prancis itu menjadi starter karena di laga-laga sebelumnya Ivan Perisic mampu tampil sangat baik dan membantu The Bavarians menembus final Liga Champions.
"Kami mempunyai firasat bakal ada dua perubahan. Tapi ini agak mengejutkan bahwa Kingsley Coman menjadi starter. Ivan Perisic bermain sangat baik di laga terakhir," lanjutnya.
"Kami bertahan sangat baik, secara defensif kami luar biasa. Kami menunjukkan semangat yang diperlukan untuk menang, tapi kami tak cukup beruntung," tutupnya.
Sumber: BT Sport
Highlights Final Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rogers Gagal, Arsenal Coba Tikung Liverpool untuk Pemain PSG Ini?
Liga Inggris 19 Juli 2026, 16:00
-
Kekalahan Lawan Argentina Jadi Bahan Bakar Inggris untuk Kalahkan Prancis
Piala Dunia 18 Juli 2026, 15:00
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













