Piala Dunia Antar Klub Usung Inovasi 'Lama Tapi Baru'
Editor Bolanet | 17 Desember 2013 12:23
- Piala Dunia Antar Klub edisi 2013 yang sudah mulai digelar beberapa waktu lalu di Maroko mengusung dua inovasi 'lama tapi baru'. Lama karena bukan untuk kali pertama digunakan di sepakbola. Namun terhitung baru karena FIFA belum merestuinya untuk digunakan di kompetisi resmi mereka hingga akhir-akhir ini.
Inovasi pertama adalah free kick spray atau semprotan untuk menandai wilayah pagar betis. Wasit akan menggunakannya di situasi tendangan bebas sehingga tembok pertahanan yang dibangun oleh sebuah tim tidak akan maju dari posisi yang seharusnya.
Toni Kroos, pemain Bayern Munich yang juga berlaga di turnamen ini, menyebutnya sebagai teknologi yang lucu.
Lucu, karena mungkin seseorang akan berjalan di tengah laga dengan sisa semprotan itu menempel di badannya, tutur sang pemain menurut Bild.
Teknologi semacam ini sebelumnya sudah populer digunakan di Argentina, namun baru-baru ini direstui oleh FIFA untuk diuji di Piala Dunia U-20, U-17, dan akhirnya di Piala Dunia Antar Klub. Semprotan yang digunakan disebut akan hilang tak berbekas dalam tempo satu menit.
Inovasi kedua yang akan mewarnai gelaran turnamen tahun ini adalah teknologi garis gawang. Setelah diuji selama gelaran Piala Konfederasi, FIFA akhirnya menyetujui teknologi ini untuk digunakan di Piala Dunia 2014 dan tentu saja, Piala Dunia Antar Klub 2013.
Sistem garis gawang yang disahkan oleh FIFA itu terdiri dari 14 kamera berkecepatan tinggi yang ditempatkan di sekitar lapangan, termasuk dua di antaranya di tiap sisi gawang. Andai bola sudah melewati garis, maka akan ada sinyal khusus yang dikirimkan ke alat berbentuk jam tangan yang dikenakan oleh tiga wasit yang bertugas.
Semoga saja dua inovasi ini membuat gelaran Piala Dunia Antar Klub tahun ini menjadi semakin menarik. Bagaimana menurut Bolanetters? [initial] (bola/rer)
Inovasi pertama adalah free kick spray atau semprotan untuk menandai wilayah pagar betis. Wasit akan menggunakannya di situasi tendangan bebas sehingga tembok pertahanan yang dibangun oleh sebuah tim tidak akan maju dari posisi yang seharusnya.
Toni Kroos, pemain Bayern Munich yang juga berlaga di turnamen ini, menyebutnya sebagai teknologi yang lucu.
Lucu, karena mungkin seseorang akan berjalan di tengah laga dengan sisa semprotan itu menempel di badannya, tutur sang pemain menurut Bild.
Teknologi semacam ini sebelumnya sudah populer digunakan di Argentina, namun baru-baru ini direstui oleh FIFA untuk diuji di Piala Dunia U-20, U-17, dan akhirnya di Piala Dunia Antar Klub. Semprotan yang digunakan disebut akan hilang tak berbekas dalam tempo satu menit.
Inovasi kedua yang akan mewarnai gelaran turnamen tahun ini adalah teknologi garis gawang. Setelah diuji selama gelaran Piala Konfederasi, FIFA akhirnya menyetujui teknologi ini untuk digunakan di Piala Dunia 2014 dan tentu saja, Piala Dunia Antar Klub 2013.
Sistem garis gawang yang disahkan oleh FIFA itu terdiri dari 14 kamera berkecepatan tinggi yang ditempatkan di sekitar lapangan, termasuk dua di antaranya di tiap sisi gawang. Andai bola sudah melewati garis, maka akan ada sinyal khusus yang dikirimkan ke alat berbentuk jam tangan yang dikenakan oleh tiga wasit yang bertugas.
Semoga saja dua inovasi ini membuat gelaran Piala Dunia Antar Klub tahun ini menjadi semakin menarik. Bagaimana menurut Bolanetters? [initial] (bola/rer)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

















