Protes Gundogan: Format Baru UCL Sama Buruknya dengan ESL!
Richard Andreas | 23 April 2021 08:00
Bola.net - Ilkay Gundogan menyuarakan protesnya terhadap format Liga Champions yang baru. Baginya, format baru ini tidak lebih baik dari gagasan European Super League (ESL) yang baru saja digagalkan.
Beberapa terakhir, berita sepak bola didominasi gagasan ESL dari 12 klub top Eropa. Singkatnya mereka ingin menciptakan kompetisi tandingan Liga Champions yang lebih adil dan lebih transparan.
UEFA berang dan mengusahakan segala cara untuk menghentikan kompetisi tersebut. Dengan protes fans, akhirnya ESL ditangguhkan untuk sementara.
Ketika kisruh ESL sedang panas-panasnya, UEFA menggunakan kesempatan tersebut untuk mengumumkan format baru Liga Champions yang akan mulai diterapkan pada tahun 2024 mendatang.
Inilah yang jadi masalah. Format baru ini ternyata tidak lebih baik dari ESL, justru sama buruknya bagi pemain.
Sekilas soal format baru UCL
UEFA mengumumkan bahwa Liga Champions yang baru akan melibatkan 36 tim sejak awal, bukan lagi 24 tim. Format ini akan mulai digunakan di tahun 2024.
Fase grup akan dihapus, diganti dengan liga yang melibatkan semua klub peserta. Nantinya klub di posisi 8 besar akan langsung lolos ke fase gugur (16 besar).
Tim-tim yang finis mulai peringkat ke-9 sampai ke-24 akan bertanding lagi dalam duel dua leg play-off untuk memperebutkan 8 tempat yang tersisa di 16 besar.
Setelah itu, mulai 16 besar sampai final tidak ada perubahan. Masih sama seperti format UCL yang sekarang.
Lebih banyak pertandingan, siksa pemain
Perubahan format itu berarti akan ada lebih banyak pertandingan sejak awal. Artinya para pemain akan semakin tersiksa, tenaga diperas habis-habisan.
Musim ini saja sudah ada begitu banyak pemain yang cedera karena jadwal begitu padat. UEFA justru membuat jadwal baru yang akan jauh lebih padat.
Artinya, UEFA sebenarnya tidak memihak pemain, hanya kepentingan mereka sendiri. Protes inilah yang disuarakan Gundogan.
Protes Gundogan
Lewat media sosial Twitter, Gundogan bicara cukup panjang. ESL sudah selesai, tapi bukan berarti perlawanan sepak bola juga selesai. Sebaliknya, para pemain akan semakin tersiksa dengan format UCL yang baru.
"Dengan segala hal soal Super League yang sudah berlalu... bisakah kita juga bicara soal format baru Liga Champions?
"Ada semakin banyak pertandingan, apakah tidak ada yang memikirkan kami para pemain?
"Format baru UCL ini hanya sedikit lebih baik di antara dua yang buruk jika dibandingkan dengan Super League," tegas Gundogan.
Sumber: Twitter, Goal
Baca ini juga ya!
- Kisruh ESL, Benarkah UEFA Sempat Berencana Hapus Laga Real Madrid vs Chelsea?
- 14 Tim Premier League Diskusi Sanksi untuk Big Six
- Positif Covid-19, Federico Valverde Absen Perkuat Real Madrid Lawan Chelsea
- Super League Ibarat Kasus Bullying oleh Tim-Tim Top
- Langkah Perez Ciptakan ESL Dikecam Legenda Barcelona: Bisa Bikin Kekacauan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain
Liga Inggris 16 Maret 2026, 15:25
-
Sassuolo Dijegal Bologna, Jay Idzez Dapat Kritik dari Media Italia: Lalai!
Tim Nasional 16 Maret 2026, 14:16
-
Jelang Piala Dunia 2026: Neymar Akui Nasibnya di Timnas Brasil Belum Jelas
Piala Dunia 16 Maret 2026, 13:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
















