Rapor Pemain Chelsea Saat Bungkam Lille: Kante Brilian, Silva Kokoh, Pilih Havertz atau Lukaku?
Asad Arifin | 23 Februari 2022 07:07
Bola.net - Chelsea menunjukkan performa yang solid saat berjumpa Lille pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions 2021/2022. Bermain di Stamford Bridge, Rabu (23/2/2022) dini hari WIB, The Blues menang dengan skor 2-0.
Dua gol Chelsea masing-masing dicetak Kai Havretz pada menit ke-8 dan Christian Pulisic pada menit ke-63. Hasil yang membuat posisi Chelsea cukup aman untuk laga leg kedua nanti.
Thomas Tuchel kembali memakai formasi 3-4-3 pada duel ini. Akhir pekan lalu, saat menang 1-0 dari Crystal Palace, Tuchel memakai formasi 4-3-3 dan tidak berjalan dengan baik.
Secara umum, Chelsea bermain cukup bagus. Solid di pertahanan dan mampu mencetak dua gol. Lantas, bagaimana rapor pemain Chelsea saat mengalahkan Lille? Siapa pemain yang paling besar? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Edouard Mendy (7)

Lille melepas 15 shots pada laga kontra Chelsea, tapi hanya dua yang mengenai target. Dari dua shots itu, tidak satu pun yang cukup membahayakan gawang Mendy.
Mendy bisa dibilang tidak mendapatkan tekanan yang sangat berbahaya, walau tercatat membuat dua penyelamatan. Satu nirbobol lagi dari Mendy di Liga Champions.
Thiago Silva (9)

Thiago Silva bermain tidak seperti seorang yang berusia 37 tahun. Silva sangat solid dan tidak bisa ditembus. Mayoritas peluang Lille tercipta melalui sepakan dari luar kotak penalti.
Thiago Silva menjadi pemain yang paling sering menyentuh bola (96). Lalu, pemain asal Brasil juga paling sering melakukan pemulihan bola (12), menang duel area (4), dan membuat dua blok.
Andreas Christensen (7)

Christensen kembali bermain sebagai bek tengah, setelah bermain sebagai bek kanan pada duel lawan Crystal Palace. Performa Christensen cukup bagus di sektor kanan pertahanan.
Christensen tidak begitu sibuk pada duel lawan Lille. Sebab, serangan lawan lebih sering dari sisi sebaliknya. Selain itu, dia juga mendapat banyak bantuan dari Azpilicueta.
Antonio Rudiger (7)

Rudiger hampir membuat gol bunuh diri pada menit ke-11, saat salah mengantisipasi crossing lawan. Tapi, selain momen tersebut, Rudiger tidak membuat kesalahan fatal pada duel lawan Lille.
Rudiger sangat kuat dalam duel-duel bola atas. Sepanjang laga, pemain asal Jerman itu membuat tujuh kali sapuan. Paling banyak dibanding pemain Chelsea lainnya.
Cesar Azpilicueta (7)

Azpilicueta memang tidak dimanis saat menyerang layaknya Reece James. Tapi, dia melakukan tugasnya dengan baik. Sang kapten membuat satu umpan kunci pada duel lawan Lille.
Secara umum, khususnya saat bertahan, Azpilicueta bermain bagus. Dia membuat tiga tekel sukses dan satu intersep. Yakin nih Chelsea tidak memberikan kontrak baru pada Azpi?
N'Golo Kante (8,5)
Fans Chelsea tidak akan berhenti untuk mencintai Kante. Ketika berada dalam kondisi terbaiknya, Kante adalah pemain yang brilian. Itu terlihat pada duel melawan Lille.
Kante bekerja sangat keras di lini tengah. Dia menutup banyak area permainan. Tentu saja, Kante membuat sprint brilian dan assist yang membuat Pulisic mencatatkan namanya di papan skor.
Mateo Kovacic (6)

Tidak seperti Kante yang dominan di lini tengah, Kovacic agak kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Kovacic kesulitan mengimbangi para pemain tengah Lille.
Kabar buruk diberikan Kovacic pada The Blues. Dia mengalami cedera. Kovacic mungkin akan absen saat Chelsea bersua Liverpool di ajang Carabao Cup akhir pekan nanti.
Marcos Alonso (6)

Alonso bermain sebagai wingback kanan. Dia cukup agresif dan beberapa kali mampu menciptakan situasi berbahaya. Alonso bahkan punya peluang bagus pada menit ke-18.
Tapi, Alonso tidak cukup bagus ketika harus bertahan. Beberapa kali sisi kanan pertahanan Chelsea bocor oleh aksi Renato Sanches.
Hakim Ziyech (6)

Ziyech bermain untuk peran penyerang kanan. Seperti biasa, dia banyak mengirim umpan-umpan berbahaya. Salah satunya berujung pada gol Havretz dari sepak sudut.
Tapi, Ziyech tidak tampil maksimal pada duel lawan Lille. Ziyech tidak selincah biasanya. Pemain asal Maroko kemudian ditarik keluar pada menit ke-60 karena cedera.
Kai Havertz (8)

Havertz dipercaya menjadi penyerang tengah, atau lebih tepatnya untuk peran 'false nine'. Havertz punya dua peluang bagus pada menit ke-4 dan 7, tapi gagal.
Havertz kemudian mencetak gol dari gerakan yang indah sebelum menyundul bola sepak sudut. Havertz mulai mendapatkan level terbaiknya. Kini, ada satu pertanyaan besar yakni lebih baik memainkan Havertz atau Lukaku?
Christian Pulisic (8)

Pulisic bermain untuk peran penyerang kiri. Sepanjang laga, Pulisic tidak punya banyak peluang. Dia hanya melepas satu shots, tetapi itu menjadi gol.
Pulisic melakukan lima upaya dribel, tiga kali sukses. Satu aspek yang patut disorot adalah kesediaan Pulisic turun dan membantu pertahanan.
Pemain Pengganti
Ruben Loftus-Cheek
- Loftus-Cheek menggantikan Kovacic pada menit ke-51. Tampil cukup solid dan memberi energi yang besar di lini tengah (7).
Malang Sarr
- Baru dimainkan pada menit ke-80. Tidak memberi dampak signifikan bagi tim (6).
Saul Niguez
- Dimainkan pada menit ke-60. Tampil cukup bagus di lini tengah, tetapi tidak menonjol (6).
Timo Werner
- Masuk lapangan pada menit ke-80. Tidak banyak memberi dampak pada permainan (6).
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Cristiano Ronaldo dan Sederet Alasan MU Bakal Kalahkan Atletico Madrid
- Rapor Pemain Juventus Saat Ditahan Imbang Villarreal: Vlahovic Ajaib, Rabiot Bikin Ngelus Dada
- 4 Alasan Atletico Bisa Jegal Manchester United: Perubahan Taktik Simeone & Inkonsistensi MU
- Sukses Bekuk Lille, Fans: Lukaku Ga Main, Chelsea Ngeri Kembali
- Chelsea di Liga Champions: 15 Gol, 10 Pencetak Gol Berbeda
- 'Kutukan' Leg Pertama Babak 16 Besar Liga Champions untuk Juventus!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

