Review: Kalahkan Chelsea, Bayern Rajai Eropa
Editor Bolanet | 31 Agustus 2013 04:35
- Setelah melalui pertandingan yang cukup sengit, akhirnya Bayern Munich berhasil mengalahkan melalui drama adu penalti dengan skor 5-4 (2-2). Dengan hasil tersebut, Bayern menjadi juara Piala Super Eropa 2013.
Digelar di Eden Arena, Ceko, Fernando Torres membuat Chelsea unggul di menit ke delapan. Baru di babak kedua Franck Ribery berhasil menyamakan kedudukan di menit ke 47. Dan pada menit ke 93, Eden Hazard kembali membungkam Bayern berkat golnya. Namun tepat di menit terakhir babak tambahan kedua, Javi Martinez berhasil melesakkan bola ke gawang Petr Cech dan memaksa pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti.
Duel kedua tim ini beraroma dendam lama yang diusung kedua pelatih. Baik Bayern maupun Chelsea kini tidak ditangani pelatih yang mempersembahkan gelar Eropa pada musim lalu. Pep Guardiola datang menggantikan Jupp Heynckes, sementara Jose Mourinho meneruskan posisi Rafael Benitez. Sebelumnya kedua pelatih selalu bertemu di bentrok dua penguasa La Liga, yakni antara dengan Real Madrid.
Dalam pertandingan tersebut, diberi kesempatan tampil sejak menit pertama benar-benar dimanfaatkan oleh Andre Schurrle. Babak pertama baru berjalan delapan menit, assistnya mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Torres untuk membawa Chelsea memimpin atas Bayern di sepanjang babak pertama.
Schurrle sendiri pernah tujuh kali mengalahkan Bayern. Saat itu ketika ia masih berseragam Bayer Leverkusen dan . Dan kini peluang tersebut kembali muncul setelah The Blues memimpin di babak pertama.
Bayern sendiri sebenarnya tidak tampil buruk. Menguasai jalannya pertandingan, Bavarians tampak kesulitan menembus pertahanan Chelsea. Melalui Arjen Robben, dan , Bayern belum mampu menyamakan kedudukan. Beberapa peluang sempat mereka ciptakan, namun sayang hingga babak pertama berakhir kedudukan masih bertahan menjadi milik Chelsea.
Memasuki babak kedua, Bayern masih berusaha mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Hasilnya, dua menit setelah turun minum, Ribery menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Ia akhirnya mampu mencetak gol setelah sejumlah peluang di babak pertama gagal.
Merasa mampu mengejar, pasukan Bayern semakin gencar mengepung The Blues. Mereka terus menerus mengurung Chelsea. Guardiola memaksakan timnya untuk meraih kemenangan. Ia memasukkan dengan mengganti untuk menambah daya dobrak. Meski diserang, Chelsea ternyata tidak hanya mampu bertahan dengan baik. Sesekali mereka sempat mengancam gawang Bayern.
Sepuluh menit menjelang berakhirnya pertandingan, jalannya laga semakin seru. Sial bagi Chelsea, mereka harus bermain 10 orang ketika Ramires diusir oleh wasit setelah mendapatkan kartu kuning kedua akibat melanggar Gotze. Namun hingga waktu normal berakhir kedudukan sama kuat tak berubah. Sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.
Di babak pertama extra time, angin kemenangan justru berpihak ke The Blues. Meski bermain sepuluh orang mereka berhasil mencuri gol melalui kaki Hazard. Dan kembali teringgal, anak asuh Guardiola tak henti-hentinya menekan. Namun Mourinho tampaknya telah menemukan formula untuk menghalau serangan-serangan Bavarians. Terbukti, hingga babak pertama berakhir di tambahan waktu, The Blues masih tetap unggul.
Hingga sampai di babak kedua extra time, Bayern seolah tak mau menyerah begitu saja. Chelsea yang bermain cukup cerdik dengan mengandalkan serangan balik membuat Bavarians tak leluasa menyerang. Acungan jempol patut diberikan kepada anak asuh Mou, kekuatan 10 pemain mereka menghadapi 11 pemain Bayern masih menunjukkan permainan yang kokoh. Namun sial dialami Chelsea, kemenangan yang sudah di depan mata direnggut oleh gol Martinez dan mengharuskan pertandingan diakhiri dengan adu penalti.
Hasil Adu penalti:
Starting line-up kedua tim:
Bayern Munich (4-2-3-1): Neuer; Rafinha (Javi Martínez 56'), Boateng, Alaba, Dante; Lahm, Kross; Ribéry, Müller (Götze 71'), Robben (Shaqiri 95'); Mandzukic.
Chelsea (4-2-3-1): Cech; Ivanovic, Cahill, Luiz, Cole; Lampard, Ramires; Schurrle (John Obi Mikel 87'), Oscar, Hazard (Terry 113'); Torres (Lukaku 98'). (bola/gag)
Digelar di Eden Arena, Ceko, Fernando Torres membuat Chelsea unggul di menit ke delapan. Baru di babak kedua Franck Ribery berhasil menyamakan kedudukan di menit ke 47. Dan pada menit ke 93, Eden Hazard kembali membungkam Bayern berkat golnya. Namun tepat di menit terakhir babak tambahan kedua, Javi Martinez berhasil melesakkan bola ke gawang Petr Cech dan memaksa pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti.
Duel kedua tim ini beraroma dendam lama yang diusung kedua pelatih. Baik Bayern maupun Chelsea kini tidak ditangani pelatih yang mempersembahkan gelar Eropa pada musim lalu. Pep Guardiola datang menggantikan Jupp Heynckes, sementara Jose Mourinho meneruskan posisi Rafael Benitez. Sebelumnya kedua pelatih selalu bertemu di bentrok dua penguasa La Liga, yakni antara dengan Real Madrid.
Dalam pertandingan tersebut, diberi kesempatan tampil sejak menit pertama benar-benar dimanfaatkan oleh Andre Schurrle. Babak pertama baru berjalan delapan menit, assistnya mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Torres untuk membawa Chelsea memimpin atas Bayern di sepanjang babak pertama.
Schurrle sendiri pernah tujuh kali mengalahkan Bayern. Saat itu ketika ia masih berseragam Bayer Leverkusen dan . Dan kini peluang tersebut kembali muncul setelah The Blues memimpin di babak pertama.
Bayern sendiri sebenarnya tidak tampil buruk. Menguasai jalannya pertandingan, Bavarians tampak kesulitan menembus pertahanan Chelsea. Melalui Arjen Robben, dan , Bayern belum mampu menyamakan kedudukan. Beberapa peluang sempat mereka ciptakan, namun sayang hingga babak pertama berakhir kedudukan masih bertahan menjadi milik Chelsea.
Memasuki babak kedua, Bayern masih berusaha mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Hasilnya, dua menit setelah turun minum, Ribery menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Ia akhirnya mampu mencetak gol setelah sejumlah peluang di babak pertama gagal.
Merasa mampu mengejar, pasukan Bayern semakin gencar mengepung The Blues. Mereka terus menerus mengurung Chelsea. Guardiola memaksakan timnya untuk meraih kemenangan. Ia memasukkan dengan mengganti untuk menambah daya dobrak. Meski diserang, Chelsea ternyata tidak hanya mampu bertahan dengan baik. Sesekali mereka sempat mengancam gawang Bayern.
Sepuluh menit menjelang berakhirnya pertandingan, jalannya laga semakin seru. Sial bagi Chelsea, mereka harus bermain 10 orang ketika Ramires diusir oleh wasit setelah mendapatkan kartu kuning kedua akibat melanggar Gotze. Namun hingga waktu normal berakhir kedudukan sama kuat tak berubah. Sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.
Di babak pertama extra time, angin kemenangan justru berpihak ke The Blues. Meski bermain sepuluh orang mereka berhasil mencuri gol melalui kaki Hazard. Dan kembali teringgal, anak asuh Guardiola tak henti-hentinya menekan. Namun Mourinho tampaknya telah menemukan formula untuk menghalau serangan-serangan Bavarians. Terbukti, hingga babak pertama berakhir di tambahan waktu, The Blues masih tetap unggul.
Hingga sampai di babak kedua extra time, Bayern seolah tak mau menyerah begitu saja. Chelsea yang bermain cukup cerdik dengan mengandalkan serangan balik membuat Bavarians tak leluasa menyerang. Acungan jempol patut diberikan kepada anak asuh Mou, kekuatan 10 pemain mereka menghadapi 11 pemain Bayern masih menunjukkan permainan yang kokoh. Namun sial dialami Chelsea, kemenangan yang sudah di depan mata direnggut oleh gol Martinez dan mengharuskan pertandingan diakhiri dengan adu penalti.
Hasil Adu penalti:
Bayern:David Alaba (1-0) Chelsea: David Luiz (1-1) Bayern: Toni Kroos (2-1) Chelsea: Oscar (2-2) Bayern: Philipp Lahm (3-2)
Chelsea: Frank Lampard (3-3) Bayern: Franck Ribéry (4-3)
Chelsea: Ashley Cole (4-4) Bayern: Xherdan Shaqiri (5-4) Chelsea: Romelu Lukaku (5-4)
Starting line-up kedua tim:
Bayern Munich (4-2-3-1): Neuer; Rafinha (Javi Martínez 56'), Boateng, Alaba, Dante; Lahm, Kross; Ribéry, Müller (Götze 71'), Robben (Shaqiri 95'); Mandzukic.
Chelsea (4-2-3-1): Cech; Ivanovic, Cahill, Luiz, Cole; Lampard, Ramires; Schurrle (John Obi Mikel 87'), Oscar, Hazard (Terry 113'); Torres (Lukaku 98'). (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pedro Neto Perpanjang Kontrak di Chelsea hingga 2032
Liga Inggris 12 September 2026, 05:35
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
LATEST UPDATE
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
-
Kalah di Derby Manchester, MU Janji Bakal Lekas Bangkit!
Liga Inggris 14 September 2026, 23:30
-
Baru Menang Sekali di EPL 2026/2027, Nasib Michael Carrick di MU Masih Aman?
Liga Inggris 14 September 2026, 23:08
-
Bukan Haaland, Dua Pemain Ini Dinilai Berjasa Besar Hantarkan Man City Kalahkan MU!
Liga Inggris 14 September 2026, 20:40
-
Shin Tae-yong Kirim Pesan Penting usai Persija Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League
Bola Indonesia 14 September 2026, 20:19
-
Menuju MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Bawa Atmosfer Balap Lebih Dekat ke Masyarakat Indonesia
Otomotif 14 September 2026, 19:51
-
Nama: Erling Haaland, Hobi: Membobol Gawang Manchester United!
Liga Inggris 14 September 2026, 19:41
-
Ketika Jose Mourinho Jatuh Hati Pada Arda Guler
Liga Spanyol 14 September 2026, 19:32
-
Sesumbar Lamine Yamal: Saya Lebih Layak Menangkan Ballon d'Or Ketimbang Mbappe!
Liga Spanyol 14 September 2026, 19:22
-
Kalah dari Sassuolo, Juventus Masih Percaya Luciano Spalletti
Liga Italia 14 September 2026, 19:03
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





