Sanksi untuk Pemain yang Tampil European Super League: Dilarang Bela Timnas!
Asad Arifin | 19 April 2021 12:12
Bola.net - Sanksi berat menanti klub dan pemain yang tampil di European Super League [ESL] atau Piala Super Eropa. Bagi pemain, mereka bakal dilarang membela timnas masing-masing pada laga di bawah naungan UEFA.
Sebanyak 12 klub resmi ambil bagian pada ESL. Deklarasi telah dilakukan dan susunan pengurus utama sudah dibentuk. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, ditunjuk sebagai presiden.
Sejauh ini, ada tiga klub yang mundur dari ESL yakni Bayern Munchen, PSG dan Dortmund. Sedangkan, RB Leipzig dan Porto dikabarkan bakal ambil bagian bersama dengan 12 klub yang lainnya.
Apa Sanksinya?

UEFA dan FIFA resmi tidak memberi restu atas digelarnya ESL. Banyak yang menilai ESL akan menjadi pesaing Liga Champions yang jadi salah satu produk unggulan UEFA di level klub.
Premier League, La Liga, dan Serie A juga melarang digelarnya ESL. Mereka berada di barisan yang sama dengan UEFA dan FIFA. Sanksi pun disiapkan bagi mereka yang akan ambil bagian di ESL.
"Kami akan mempertimbangkan semua tindakan yang tersedia, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga; tidak bisa dengan cara lain," kata UEFA.
"Klub yang bersangkutan akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan pemain mereka bisa ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka," tegas UEFA.
Apa Kata Mereka?

Ada banyak pro dan kontra ihwal ide digelarnya ESL ini. Bagi pihak yang mendukung, mereka yakin ESL akan memberikan banyak keuntungan terutama dari sisi finansial. Namun, ada juga yang menolak karena dinilai bakal tidak adil.
"Ini adalah perang terhadap dunia sepak bola. Ini aib. Memalukan. Dan itu bertentangan dengan segala hal yang berkaitan dengan sepak bola," ujar Rio Ferdinand kepada BT Sports.
"Itu tergantung pada uang, keserakahan," kata Roy Keane pada Sky Sports.
"Jelas, kami belum mendengar apa-apa dari FIFA tapi itu tidak terdengar bagus, semoga saja mereka menghentikannya karena itu hanya keserakahan nyata," tegas mantan kapten Manchester United itu.

"Premier League telah dijalankan dengan luar biasa. Kita semua tahu klub adalah investasi, ini adalah bisnis pada akhirnya, tetapi apa yang terjadi pada para penggemar?," buka Micah Richards, pandit sepak bola Inggris.
"Apa yang terjadi dengan kenangan yang dimiliki para penggemar selama bertahun-tahun, mereka dilupakan demi uang? Begitulah sepak bola sekarang ini dan itu adalah aib nyata jika saya jujur," tegas eks pemain Man City itu.
Memalukan

"Saya tidak menentang modernisasi kompetisi sepak bola, tetapi mengajukan proposal setelah Covid adalah skandal nyata. United dan enam klub besar lainnya yang telah mendaftar harus malu pada diri sendiri," buka Gary Neville, pandit sepak bola Inggris.
"Apakah ada Arsenal di liga? Mereka baru saja bermain imbang dengan Fulham. Enam klub Inggris seharusnya mendapatkan poin dari mereka musim ini. Ini benar-benar lelucon," kata Neville.
Membantu Sepak Bola

"Kami akan membantu sepak bola di semua tingkatan untuk mengambil tempat yang selayaknya di dunia," kata Florentino Perez, presiden ESL, dikutip dari Marca.
"Sepak bola adalah satu-satunya olahraga global di dunia dengan lebih dari empat miliar penggemar dan merupakan tanggung jawab kami sebagai klub besar untuk menanggapi keinginan para penggemar," tegasnya.
Sumber: UEFA
Baca Ini Juga:
- Mengenal European Super League: Liga Super Eropa yang jadi Tandingan Liga Champions
- Manchester United Ikut European Super League, Rio Ferdinand: Saya Malu!
- Arsenal Super Kocak! Lawan Tim Degradasi Hampir Kalah Tapi Ikut European Super League
- Juventus Ikut European Super League, Andrea Agnelli Mundur dari Presiden ECA
- Ada yang Aneh dari Pernyataan Juventus Soal European Super League, Apa Itu?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




