Sederet Duet Bomber Maut yang Tersohor di Era '90-an, Ada Dwight Yorke dan Andy Cole
Yaumil Azis | 8 Juni 2020 13:22
Bola.net - Hampir setiap klub punya duet striker yang bisa diandalkan dalam urusan mencetak gol. Terkadang, kerja sama antara kedua penyerang ini bertahan selama lebih dari satu musim.
Lionel Messi dan Luis Suarez merupakan bentuk kombinasi penyerang yang mematikan. Pada musim 2015/16, Barcelona bisa mendapatkan total 100 gol di semua kompetisi hanya dari aksi kedua pemain ini saja.
Itu di zaman sekarang. Bagaimana dengan masa lampau? Seperti yang diketahui, cabang olahraga sepak bola tidak pernah berhenti menghasilkan striker-striker yang luar biasa dengan torehan gol menakjubkan.
Berikut Bola.net menghimpun beberapa kombinasi striker yang tersohor pada era 90-an. Bolaneters tinggal melakukan scroll ke bawah untuk mengetahui informasi selengkapnya.
Alan Shearer & Chris Sutton
Musim 1994/95 akan selalu terkenang di benak penggemar Blackburn Rovers. Bagaimana tidak, klub Inggris tersebut berhasil 'mencuri' trofi Premier League dari klub-klub besar seperti Manchester United dan Arsenal.
Sang pelatih, Kenny Dalglish, merupakan sosok yang pantas untuk mendapatkan pujian atas pencapaian itu. Namun eks Liverpool itu juga patut berterimakasih kepada Alan Shearer dan Chris Sutton yang senantiasa mempersembahkan gol.
Blackburn menyudahi musim 1994/95 ndengan total torehan 80 gol dari 42 pertandingan yang dimainkan. 49 di antaranya dihasilkan oleh Sutton, yang mencetak 15 gol, dan Shearer sebanyak 34 gol.
Dwight Yorke & Andy Cole
Dwight Yorke dan Andy Cole baru disatukan oleh Manchester United pada tahun 1998. Sayangnya, kombinasi ini bertahan sampai tahun 2001 saja karena Andy Cole harus pindah ke Blackburn Rovers.
Yorke dan Cole saling bahu-membahu dalam laga final Liga Champions tahun 1999. Mereka turut memiliki andil dalam kemenangan Manchester United kendati dua gol penting dicetak oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer.
Karir Andy Cole di Manchester United berlangsung lebih panjang dengan torehan 93 gol dari 195 penampilan dalam ajang Liga Champions. Sementara Yorke, yang bertahan empat musim, menghasilkan 48 gol dari 96 laga.
Fabrizio Ravanelli & Gianluca Vialli
Sosok trequartista dalam skuat Juventus pernah berganti dari Roberto Baggio ke Alessandro Del Piero. Namun soal bomber di depan trequartista sudah hampir pasti dipegang Fabrizio Ravanelli dan Gianluca Vialli.
Keduanya sama-sama datang pada tahun 1992, dan pergi di tahun 1996. Ravanelli dan Vialli juga menyumbang lima trofi dari berbagai ajang, termasuk Liga Champions yang diraih pada musim 1995/96.
Ravanelli hengkang dengan meninggalkan torehan 69 gol dari 159 penampilan di semua ajang untuk Juventus. Sementara Vialli menyumbangkan total 53 gol dari 145 pertandingan.
Ruud Gullit & Marco van Basten
Keganasan trio Belanda di akhir tahun 80'-an ke 90'-an selalu menjadi perbincangan banyak penikmat sepak bola, terlebih fans AC Milan. Trio tersebut adalah Ruud Gullit, Marco Van Basten, dan Frank Rijkaard.
Rijkaard kerap ditempatkan sebagai gelandang dalam formasi 4-4-2 yang diusung oleh Arrigo Sacchi. Sementara dua posisi striker sudah hampir pasti jadi milik Gullit dan Van Basten, seperti yang terlihat dalam laga final Liga Champions 1990.
Duet ini hanya bertahan sampai tahun 1993 seiring dengan cederanya Van Basten dan kepergian Gullit ke Sampdoria. Sejak tahun 1987, keduanya menghasilkan total 128 gol untuk Rossoneri.
(Berbagai sumber)
Baca Juga:
- Cerita Paul Scholes: Dijaga Park Ji-sung adalah Mimpi Buruk!
- 13 Tahun Bersama Sir Alex Ferguson, Ryan Giggs Malah Belajar Banyak dari Louis Van Gaal
- Solskjaer Ingin 2 Legenda MU Ini untuk Skuatnya Sekarang, Kode Butuh Gelandang Baru?
- CEO Ajax Konfirmasi Minat Manchester United pada Donny van de Beek
- Rio Ferdinand Akui Ikut Bersalah atas Kegagalan Wilfried Zaha di Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli 25 Persen Saham Klub Asal Spanyol Yakni Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:20
-
Kemenangan yang Menyisakan Banyak Masalah, Real Madrid Tidak Begitu Meyakinkan!
Liga Champions 26 Februari 2026, 19:44
-
Nonton Live Streaming Persib vs Madura United di Indosiar - BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58







