Tapak Tilas Perjalanan Juventus Menjadi Juara Liga Champions 1996
Asad Arifin | 28 Mei 2020 15:03
Bola.net - Liga Champions menjadi ambisi besar Juventus di bawah presiden Andrea Agnelli. Liga Champions memang menjadi misteri bagi Juventus karena terakhir kali mereka juara pada 1996 silam.
Setelah juara pada 1996, Juventus kembali melaju ke final pada 1997. Hanya saja, pada laga puncak Si Nyonya Tua kalah dari Dortmund. Juventus kalah dengan skor 1-3 dari klub asal Jerman.
Juventus kembali melaju ke final pada 1998. Lagi-lagi kalah, kali ini Juventus kalah dari Real Madrid dengan skor 1-0. Gol kemenangan Real Madrid dicetak Predrag Mijatovic.
Final Liga Champions kembali dijejak Juventus pada 2003. Kali ini, Juventus kalah dari AC Milan lewat babak adu penalti. Juventus kembali berlaga di final pada 2015 dan kalah dengan skor 1-3 dari Barcelona.
Kali terakhir Juventus melaju ke final terjadi pada 2017 lalu. Lagi-lagi Juventus kalah. Klub asal Turin kalah dengan skor 1-4 dari Real Madrid. Real Madrid belum mampu menyamai catatan di tahun 1996.
Lantas, bagaimana perjalanan Si Nyonya Tua hingga menjadi juara Liga Champions 1996? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Tim yang Tangguh
Pada musim 1995/1996, Juventus menjadi tim yang tangguh. Si Nyonya Tua punya kombinasi pemain muda dan senior yang tepat. Mereka dihuni banyak pemain terbaik di Italia dan mancanegara.
Di bawah mistar, ada nama Angelo Peruzzi. Di depannya, ada nama-nama tenar seperti Ciro Ferrara, Pietro Vierchowod dan Gianluca Pessotto. Mereka menjadi kunci di pertahanan Juventus.
Naik ke lini tengah, ada nama Antonio Conte yang tengah naik daun. Selain itu, ada pemain penting lain seperti Didier Deschamps, Paulo Sousa, dan Angelo Di Livio.
Juventus kala itu dilatih Marcello Lippi. Sang pelatih punya amunisi terbaik di Italia untuk posisi penyerang pada diri Alessandro Del Piero, Gianluca Vialli, dan Fabrizio Ravanelli.
Fase Grup
Juventus menjalani laga fase grup dengan mulus. Saat itu, Juventus berada di Grup C dengan Borussia Dortmund, Steaua Bucuresti, dan Rangers. Juventus menang tiga laga beruntun dan lolos cepat dari fase grup Liga Champions 1996.
Setelah lolos fase grup, Juventus agak mengendurkan performa. Juventus kemudian kalah daro Dortmund di Turin dengan skor 1-2 dan ditahan imbang Steaua. Pada klasemen akhir, Juventus mendapat 13 poin.
Hasil Juventus di fase grup:
- 13 September 1995 Borussia Dortmund 1–3 Juventus
- 27 September 1995 Juventus 3-0 Steaua Bucuresti
- 18 Oktober 1995 Juventus 4-1 Rangers
- 1 November 1995 Rangers 0–4 Juventus
- 22 November 1995 Juventus 1–2 Borussia Dortmund
- 6 Desember 1996 Steaua Bucuresti 0–0 Juventus
Berjumpa Real Madrid
Pada musim 1995/1996, Liga Champions masih diikuti 16 klub saja. Juventus melaju ke babak delapan besar dengan status juara Grup C. Juventus berjumpa Real Madrid yang menjadi runner-up Grup D, tertinggal dari Ajax Amsterdam sebagai juara grup.
Leg pertama digelar di Bernabeu, Juventus kalah dengan skor 1-0. Gol tunggal Real Madrid dicetak Raul pada menit ke-20.
Leg kedua kemudian digelar di Turin, di Stadio delle Alpi, markas lama Juventus. Laga berjalan keras, dengan dua kartu merah. Satu untuk Torricelli dan satu lagi untuk Rafael Alkorta. Selain itu, ada tujuh kartu kuning.
Juventus akhirnya menang dengan skor 2-0 lewat gol Alessandro Del Pierro dan Michele Padovano. Juventus lolos ke semifinal.
Lawan Nantes di Semifinal
Pada babak semifinal, Juventus harus berjumpa tim asal Prancis yakni Nantes. Mereka lolos ke semifinal usai menyingkirkan Spartak Moscow dengan agregat 4-2.
Juventus menjadi tuan rumah lebih dulu. Tanda-tanda kemenangan Juventus nampak pada menit ke-44 saat pemain Nantes, Bruno Carotti mendapat kartu merah. Namun, Juventus tidak mampu mencetak gol di babak pertama.
Juventus mencetak dua gol pada babak kedua lewat Vialli dan Vladimir Jugovic. Juventus menang 2-0.
Leg kedua di Stade de la Beaujoire berjalan sulit bagi Juventus. Mereka sempat unggul lewat Vialli pada menit 17. Namun, Nantes memberi perlawanan sengit. Laga berakhir dengan skor 3-2 untuk Nantes.
Juventus ke final dengan keunggulan agregat 4-3.
Final Ideal Lawan Ajax Amsterdam
Ajax Amsterdam melaju ke final dengan mulus. Melewati Real Madrid di fase grup, Ajax kemudian menang atas Dortmund di babak 8 Besar. Ajax lalu menggulung Panathinaikos dengan agregat 3-1 di babak semifinal.
Ajax punya skuad yang mewah pada final Liga Champions 1996, dengan Louis van Gaal sebagai pelatih. Ada nama-nama tenar seperti Jari Litmanen, Edgar Davids, Edwin van der Sar, Ronald dan Frank de Boer.
Final digelar di Stadio Olimpico, Roma, 22 Mei 1996.
Final yang ideal tercipta. Kedua tim tampil bagus. Juventus unggul lebih dulu lewat Fabrizio Ravanelli yang memanfaatkan kesalahan Edwin van der Sar pada menit ke-12. Tetapi, Ajax tidak menyerah begitu saja.
Jari Litmanen, top skor Liga Champions 1996 dengan sembilan gol menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Skor menjadi imbang 1-1 dan tidak ada gol tambahan hingga waktu normal.
Lanjut Adu Penalti
Laga kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti. Edgar David sebagai penendang pertama dari kubu Ajax gagal. Sepakannya dibaca dengan baik oleh Peruzzi. Dari kubu Juventus, Ciro Ferrara menjalankan tugas dengan baik.
Berikut daftar penendang penalti Ajax vs Juventus di final Liga Champions 1996:
- Ajax: Edgar Davids [Gagal], Jari Litmanen [gol], Arnold Scholten [gol], Jan Silooy [gagal].
- Juventus: Ciro Ferrara [gol], Gianluca Pessotto [gol], Michaele Padovano, [gol], Vladimir Jugovic [gol].
Simak cuplikannya di bawah ini ya Bolaneters:
Juventus akhirnya menang dengan skor 2-4. Juventus meraih trofi Liga Champions kedua dalam sejarah klub. Sebelumnya, Juventus menjadi juara pada musim 1984/1985 dengan final digelar di Heysel, Belgia.
Sumber: berbagai sumber
Baca Ini Juga:
Profil Joe Cole, Pemain yang Disebut Steven Gerrard Lebih Hebat dari Lionel Messi
16 Detik, 1 Sentuhan, Lars Ricken Hancurkan Harapan Juventus
Menelusuri Jejak Pengguna No.18 Manchester United Sebelum Bruno Fernandes
10 Pemain Tercepat Bundesliga: Achraf Hakimi Kalahkan Aubameyang
Sebelum Cristiano Ronaldo Datang, No.7 Juventus Pernah Melekat di Punggung Mereka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 20:00
-
Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
Liga Champions 6 September 2026, 19:14
-
Link Streaming Valencia vs Barcelona, 6 September 2026
Liga Spanyol 6 September 2026, 19:00
-
Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 18:30
-
Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:45
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:28
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




