5 Momen Terbaik Buffon di Juventus
Aga Deta | 18 Mei 2018 11:12
Bola.net - Bola.net - Gianluigi Buffon telah mengumumkan akan hengkang dari pada akhir musim nanti. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang bergulir pada Kamis (17/5/2018).
Keputusan ini tentunya sangat berat bagi Buffon. Sebab, mantan pemain Parma itu sudah bersama Juventus sejak tahun 2001.
Buffon sudah memenangkan banyak gelar selama bertahun-tahun membela Juventus. Selain itu, pasti banyak kejadian indah yang sudah dilalui Buffon di klub.
Berikut ini lima momen terbaik Gianluigi Buffon di Juventus seperti dilansir Sportskeeda.
Menjadi Juara Terbaik Serie A

Menjadi Juara Terbaik Serie A
Franco Baresi memenangkan enam gelar Serie A. Paolo Maldini dan Alessandro Costacurta memenangkan tujuh. Giuseppe Furino memenangkan delapan.Hanya Buffon yang memenangkan sembilan gelar Serie A. Dan itu setelah dua gelar Juventus dicabut pada 2004/05 dan 2005/06 karena skandal Calciopoli.
Ayah Buffon yang mendesaknya untuk bergabung dengan Juventus pada 2001 karena merasa punya peluang lebih besar untuk memenangkan Scudetto. Dan kiper Italia tersebut memenangkan liga untuk pertama kalinya pada musim debutnya di Juventus.
Namun, salah satu momen yang paling mengesankan dalam karirnya adalah Buffon menjadi bagian dari skuat yang memenangkan tujuh gelar Serie A berturut-turut. Prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Gelar Serie A Pertama Sebagai Kapten

Gelar Serie A Pertama Sebagai Kapten
Buffon ditunjuk menjadi kapten Juventus pada tahun 2012. Ia mewarisi ban kapten dari Alessandro Del Piero yang meninggalkan klub.Pada musim 2012/13, Buffon berada di level yang sama sekali berbeda. Ban kapten memberinya tanggung jawab yang lebih besar dan ia memimpin dengan memberi contoh, mengemas sejumlah clean sheet untuk membantu Juve meraih gelar lagi.
Pada tahun itu, Buffon dinobatkan sebagai kiper terbaik abad 21 oleh IFFHS. Mempertahankan gelar liga juga membuatnya mendapatkan penghargaan kiper terbaik Serie A yang kedelapan dalam karirnya setelah hanya kebobolan 19 gol.
974 Menit Tanpa Kebobolan

974 Menit Tanpa Kebobolan
Pada musim 1993/94, pertahanan AC Milan asuhan Fabio Capello hanya kebobolan 15 gol saat memenangkan gelar Serie A. Kiper Sebastiano Rossi membuat rekor baru ketika Rossoneri tidak kebobolan gol selama 929 menut.Sifat ultra-kompetitif Serie A di era 90-an dan awal 2000-an berarti itu akan menjadi rekor yang akan bertahan lama. Kemudian datang sisi Juventus yang menaklukkan semua yang mulai memenangkan gelar liga sesuka hati.
Pada musim 2015/16, Buffon berhasil memecahkan rekor tersebut meski Juventus menjalani start yang buruk. Dipimpin Massimiliano Allegri, Juventus tidak memulai musim dengan baik dan mereka berada di posisi ke-10 setelah menjalani 11 pertandingan.
Juventus kemudian mampu bangkit. Mereka tidak kebobolan antara 10 Januari sampai 20 Maret. Dalam prosesnya, Buffon memecahkan rekor yang dibuat oleh Dino Zoff dan Rossi.
Rentetan clean sheet berhasil menuntun Juventus menjadi juara. Juventus kemudian tidak tersentuh kekalahan dalam 25 pertandingan dan memenangkan gelar Serie A dengan keunggulan sembilan poin.
Tak Terkalahkan Pada Musim 2011/12

Tak Terkalahkan Pada Musim 2011/12
Juventus kembali menjadi tim yang disegani di Serie A setelah tampil dominan pada musim 2011/12. Itu adalah gelar pertama Juve sejak terdegradasi ke Serie B akibat skandal Calciopoli.Juventus tidak menentu sebelum mereka menunjuk mantan pemain Antonio Conte untuk menggantikan Luigi Delneri dan keputusan tersebut menghasilkan keajaiban. Conte mampu mengembalikan kejayaan Juventus.
Juventus hanya kebobolan 20 gol dalam 38 pertandingan pada musim 2011/12. Dan Buffon menjalani 35 pertandingan pada musim tersebut.
Namun, catatan unbeaten mereka tidak berakhir sampai di sana saja. Juventus memperpanjang rekor tersebut menjadi 49 pertandingan sebelum mereka akhirnya dikalahkan 3-1 oleh Inter di kandang yang juga menjadi kekalahan pertama di Juventus Stadium.
Tetap Bertahan Meski Juventus Terdegradasi ke Serie B

Tetap Bertahan Meski Juventus Terdegradasi ke Serie B
Musim panas 2006 adalah momen emosional bagi penggemar sepak bola Italia. Skandal Calciopoli yang mencoreng sepakbola Italia langsung dilupakan oleh kesuksesan Azzurri memenangkan Piala Dunia seteah mengalahkan Prancis di Berlin.Namun, setelah euforia Piala Dunia selesai, Juventus harus bermain di Serie B. Mereka terdegradasi setelah memenangkan gelar Serie A musim 2005/06 tapi kemudian dinyatakan bersalah karena pengaturan skor.
Eksodus pemain besar-besaran terjadi di klub Juventus. Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, dan Zlatan Ibrahimovic pindah tetapi pemain-pemain seperti Buffon, Alessandro Del Piero dan Pavel Nedved tetap bertahan di klub.
Juventus kemudian berhasil memenangkan Serie B dan kembali ke Serie A pada musim berikutnya. Meski hanya satu kali tidak bermain di kasta tertinggi, Buffon mengaku sangat bangga. Itu yang paling saya banggakan, kata Buffon.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jika Brasil Bisa Punya Ancelotti, Mengapa Italia Tak Ambil Mourinho?
Piala Dunia 3 April 2026, 10:30
-
Roberto Mancini Bidik Kursi Pelatih Timnas Italia Lagi
Piala Dunia 3 April 2026, 10:00
-
Dusan Vlahovic Ingin Bertahan di Juventus, Negosiasi Masih Tersendat
Liga Italia 3 April 2026, 09:30
-
Roberto De Zerbi Tegaskan Siap Bertahan di Tottenham Meski Terdegradasi
Liga Inggris 3 April 2026, 08:00
-
Arne Slot Minta Liverpool Tampil Maksimal Lawan Manchester City
Liga Inggris 3 April 2026, 07:30
-
Gianluigi Buffon Resmi Mundur dari Timnas Italia, Ikuti Jejak Gravina
Piala Dunia 3 April 2026, 05:54
LATEST EDITORIAL
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45












