6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Aga Deta | 15 Juni 2026 16:55
Bola.net - Piala Dunia selalu menjadi panggung terbesar bagi negara-negara terbaik untuk menunjukkan kualitas mereka. Namun, tidak semua pertandingan berlangsung seimbang karena beberapa tim harus menerima kekalahan dengan selisih gol sangat besar.
Sejak edisi pertama digelar, turnamen ini telah melahirkan sejumlah hasil yang masuk dalam buku rekor. Beberapa di antaranya bahkan masih bertahan hingga sekarang dan sulit disamai.
Perbedaan kualitas, pengalaman, hingga kedalaman skuad sering menjadi faktor utama terciptanya skor telak. Ketika tim unggulan tampil dalam performa terbaiknya, lawan kerap kesulitan memberikan perlawanan berarti.
Selain menghasilkan kemenangan besar, pertandingan-pertandingan ini juga melahirkan berbagai catatan individu. Banyak pemain mencetak hattrick, memecahkan rekor gol, hingga mengukuhkan status mereka dalam sejarah sepak bola dunia.
Berikut enam kemenangan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia dan masih dikenang hingga saat ini.
6. Jerman 8-0 Arab Saudi (Piala Dunia 2002)
Piala Dunia 2002 menjadi panggung bagi Jerman untuk mencatat salah satu kemenangan terbesar abad ke-21. Die Mannschaft menghancurkan Arab Saudi dengan skor telak 8-0 pada pertandingan fase grup.
Miroslav Klose menjadi bintang utama dalam laga tersebut setelah mencetak hattrick pada debutnya di Piala Dunia. Ketiga golnya lahir melalui sundulan, sebuah pencapaian yang sangat jarang terjadi di turnamen ini.
Kemenangan itu menjadi awal perjalanan impresif Jerman menuju partai final. Meski akhirnya kalah 0-2 dari Brasil, penampilan mereka sepanjang turnamen tetap meninggalkan kesan mendalam.
5. Uruguay 8-0 Bolivia (Piala Dunia 1950)
Uruguay hanya membutuhkan empat pertandingan untuk menjadi juara Piala Dunia 1950. Salah satu langkah awal mereka adalah kemenangan telak 8-0 atas Bolivia.
Situasi unik terjadi karena Prancis mengundurkan diri setelah pengundian grup. Akibatnya, Uruguay hanya perlu memainkan satu laga fase grup untuk lolos ke babak berikutnya.
Oscar Miguez mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut dan membantu timnya melangkah dengan percaya diri. Uruguay kemudian menjuarai turnamen setelah mengalahkan Brasil pada fase grup final yang menentukan gelar.
4. Swedia 8-0 Kuba (Piala Dunia 1938)
Pertandingan antara Swedia dan Kuba pada perempat final Piala Dunia 1938 menghasilkan salah satu skor terbesar dalam sejarah turnamen. Swedia menang telak 8-0 di hadapan sekitar 7.000 penonton di Antibes.
Gustav Wetterstrom dan Harry Andersson sama-sama mencetak hattrick untuk Swedia. Hingga kini, pertandingan itu masih menjadi satu-satunya laga Piala Dunia yang menghadirkan dua pemain dari tim yang sama mencetak hattrick.
Menariknya, Piala Dunia 1938 belum menggunakan format fase grup. Karena itu, kemenangan besar tersebut terjadi langsung pada babak gugur.
3. Hungaria 9-0 Korea Selatan (Piala Dunia 1954)
Hungaria datang ke Piala Dunia 1954 sebagai salah satu tim terbaik dunia. Tim legendaris yang dikenal sebagai Golden Team langsung menunjukkan kekuatannya dengan menghajar Korea Selatan 9-0.
Ferenc Puskas mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Namun, Sandor Kocsis menjadi sorotan setelah membukukan hattrick dan melanjutkan ketajamannya sepanjang turnamen.
Hungaria mencetak total 27 gol sepanjang Piala Dunia 1954, rekor yang masih bertahan hingga kini. Sayangnya, mereka gagal menjadi juara setelah kalah 2-3 dari Jerman Barat pada partai final yang dikenal sebagai Miracle of Bern.
2. Yugoslavia 9-0 Zaire (Piala Dunia 1974)
Persaingan Grup 2 Piala Dunia 1974 berlangsung sangat ketat karena Brasil, Skotlandia, dan Yugoslavia saling bermain imbang. Selisih gol akhirnya menjadi penentu utama dalam perebutan tiket lolos.
Yugoslavia memanfaatkan situasi tersebut dengan mengalahkan Zaire 9-0. Mereka sudah unggul enam gol pada babak pertama, sebuah rekor jumlah gol terbanyak yang dicetak satu tim dalam satu babak pertandingan Piala Dunia.
Dusan Bajevic mencetak hattrick dalam laga tersebut. Berkat kemenangan besar itu, Yugoslavia finis sebagai juara grup meski kemudian kalah dalam seluruh pertandingan fase grup kedua.
1. Hungaria 10-1 El Salvador (Piala Dunia 1982)
Hungaria mencatat kemenangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia ketika mengalahkan El Salvador 10-1 pada edisi 1982. Hingga saat ini, belum ada tim yang mampu mencetak lebih dari 10 gol dalam satu pertandingan Piala Dunia putra.
Meski meraih kemenangan bersejarah, perjalanan Hungaria di turnamen tersebut tidak berlangsung mulus. Mereka gagal lolos dari fase grup setelah kalah dari Argentina dan hanya bermain imbang melawan Belgia.
Laszlo Kiss menjadi tokoh utama pertandingan setelah mencetak hattrick sebagai pemain pengganti. Tiga golnya lahir hanya dalam rentang tujuh menit, menjadikannya hattrick tercepat sekaligus satu-satunya hattrick pemain pengganti dalam sejarah Piala Dunia.
Sumber: Opta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Belgia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Main Jam Berapa?
Piala Dunia 15 Juni 2026, 17:48
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Aljazair 17 Juni 2026
Piala Dunia 15 Juni 2026, 17:17
LATEST UPDATE
-
Detail Kontrak Ruben Amorim di AC Milan: Gaji Turun Jauh dari di MU?
Liga Italia 15 Juni 2026, 19:05
-
Link Streaming Spanyol vs Tanjung Verde Malam Ini, Start Pkl 23.00 WIB
Piala Dunia 15 Juni 2026, 18:53
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs RD Kongo Kamis 18 Juni 2026
Piala Dunia 15 Juni 2026, 18:35
-
Tempat Menonton Belgia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Main Jam Berapa?
Piala Dunia 15 Juni 2026, 17:48
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Aljazair 17 Juni 2026
Piala Dunia 15 Juni 2026, 17:17
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Irak vs Norwegia 17 Juni 2026
Piala Dunia 15 Juni 2026, 16:45
-
Menjelang Belgia vs Mesir, Warisan Mohamed Salah yang Tak Tertandingi
Piala Dunia 15 Juni 2026, 16:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







