8 Fakta Menarik Gerardo 'Tata' Martino, Pelatih Baru Barcelona
Editor Bolanet | 23 Juli 2013 17:20
Bola.net - Banyak pihak mengernyitkan dahi ketikan manajemen Barcelona FC memprioritaskan Gerardo 'Tata' Martino sebagai pelatih anyar mereka menggantikan Tito Vilanova yang mundur karena harus menjalani terapi kanker. Tata mengungguli nama-nama lain yang lebih familiar bagi publik sepakbola, seperti Luis Enrique atau Marcelo Bielsa.
Tidak heran memang, karena selama ini Martino belum pernah melatih di Eropa, sehingga karirnya tidak terlalu terekspos oleh media. Namun manajemen Barca tentu memiliki pertimbangan sendiri untuk merekrutnya, salah satunya adalah fakta bahwa Tata merupakan pelatih yang berguru langsung kepada Bielsa, sama seperti Josep Guardiola.
Berikut Bolanet sajikan sejumlah fakta menarik mengenai Tata Martino. Beberapa fakta ini menjelaskan mengapa Barca begitu ngebet dan sampai rela mengirim Andoni Zubizarreta ke Argentina untuk bernegosiasi dengan pelatih berusia 50 tahun ini. [initial]
- EPL Spanglish XI, Barisan Pemain Spanyol Terbaik di EPL 2012-13
- Kompilasi 20 Gol Dramatis Yang Dicetak Oleh Kiper Dari Jarak Dekat
- EPL Wonderkid Loanee XI, Tim Wonderkid Pinjaman Yang Sukses Bersinar
- Perbandingan Efisiensi Gol Dari 5 Klub Juara Liga Terbesar Eropa
- Para Pemain Terburuk di Klub Penghuni 5 Besar BPL Musim Lalu
Bukan Pertama Kalinya Berkarir di Eropa

Kepindahan ke Barcelona bukanlah bukanlah kiprah perdana Tata di Eropa. Saat masih aktif bermain, Tata pernah membela Tenerife dan secara kebetulan menjalani debutnya saat melawan Barcelona di Camp Nou pada tanggal 2 Maret 1991.
Uniknya, yang menjadi penjaga gawang Barca saat itu adalah Andoni Zubizarreta, sosok yang diutus terbang ke Argentina untuk menyelesaikan negosiasi perekrutan Tata saat ini.
Pertandingan tersebut sendiri dimenangkan oleh Barca dengan skor 1-0 lewat gol Hristo Stoichkov.
Pernah Bermain Bagi 'Barcelona'

Semasa aktif, Tata pernah bermain bagi Barcelona. Namun bukan 'Barcelona' yang berbasis di Catalan, melainkan Barcelona Sporting Club de Guayaquil yang berbasis di Ekuador.
Tata hanya bermain sebanyak 5 pertandingan di sana sebelum akhirnya pindah ke O'Higgins dan akhirnya gantung sepatu.
Sempat Menjadi Lawan Xavi dan Kawan-Kawan

Beberapa penggawa Barcelona saat ini mengingat Tata sebagai lawan mereka di Piala Dunia 2010. Tata adalah pelatih Paraguay di Piala Dunia 2010, tim yang dikalahkan Spanyol di babak perempat final dalam pertandingan yang digelar di Johannesburg. Skuat Spanyol saat itu banyak dihuni oleh pemain yang sekarang masih berada di Barca.
Pertandingan berjalan cukup ketat, Paraguay membuang kesempatan penalti lewat Oscar Cardozo sebelum akhirnya David Villa memastikan kemenangan Spanyol di menit ke 83. Seperti yang kita ketahui bersama, La Furia Roja akhirnya keluar sebagai juara di ajang tersebut.
Seperti Pep, Tata Juga Murid Bielsa

Tata adalah murid dari Marcelo Bielsa, pelatih yang baru saja mengantarkan Athletic Bilbao menembus final Copa del Rey dan juga Europa League di tahun 2012. Bielsa juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pengganti Vilanova selain Tata.
Tata merupakan pemain kunci di skuad Newell's asuhan Bielsa di awal dekade 90-an. Gaya melatih Tata sendiri konon banyak terpengaruh oleh Bielsa. Sama seperti Josep Guardiola yang dulu menyempatkan diri terbang ke Argentina untuk menimba ilmu pada Bielsa, sesaat sebelum ditunjuk sebagai pelatih Barcelona.
Kemiripan gaya taktikal antara Tata dan Guardiola yang sama-sama murid Bielsa ini disebut sebagai salah satu pertimbangan Barcelona untuk menunjuk pelatih baru.
Satu Kampung dan Pernah Satu Klub Dengan Messi

Tata masih berstatus sebagai pemain Newell's Old Boy saat klub tersebut menyelamatkan karir Lionel Messi. Pada usia 8 tahun, banyak klub yang menolak untuk menerima Messi dalam akademinya karena faktor tinggi badannya yang kurang memenuhi syarat.
Newell's lah yang akhirnya memberikan Messi kesempatan untuk berkembang selama lima tahun sebelum Sang Alien akhirnya hengkang ke Barcelona untuk mendapatkan terapi hormon.
Selain pernah bermain di satu klub dalam periode yang sama, ternyata Tata dan Messi juga memiliki tempat kelahiran yang sama, Rosario.
Menguasai Taktik Pep dan Juga Tito

Jurnalis Euan Marshall pernah menulis tentang cara bermain Newell's asuhan Tata di tahun 2012. Ada persamaan mendasar antara permainan Newell's dengan pola yang digunakan Barcelona saat mendominasi Eropa di bawah asuhan Guardiola.
Salah satunya adalah konsep 'attacking as one, defending as one' yang menjadi ciri khas Barca, ternyata juga diterapkan oleh Tata di Newell's. Bermain cepat, pressing ketat, defense line yang tinggi, serta memiliki batas yang kabur antara bertahan dan menyerang.
Seperti Pep, Tata menekankan bahwa setiap pemain harus terus bergerak untuk membentuk pola triangle passing, sehingga setiap pemain yang memegang bola akan memiliki tiga alternatif pemain yang bisa diumpan.
Selain itu, Tata juga memainkan pola permainan Verticalidad, sebuah sistem umpan cepat dari lini belakang ke lini depan yang merupakan ciri khas dari tim Barca asuhan Tito Vilanova.
Penguasaan Tata terhadap taktik Pep dan juga Tito tentu menjadi keunggulan tersendiri baginya untuk menangani Barcelona.
Fans Berat Possession Football

Tata adalah penggemar sistem permainan possessing football yang diterapkan Barcelona. DIa memuji gaya bermain Barca sebagai gaya yang khas dan memiliki kemampuan untuk menahan bola di ruang yang sempit, hanya sedikit tim yang bisa melakukannya.
Secara terbuka, Tata juga sering melakukan pembelaan kepada Barca atas kritikan yang menyebut permainan mereka membosankan. Tata adalah penggemar sejati filosofi permainan Barca, fakta tersebut tentu menjadi alasan tersendiri bagi para suporter untuk menyambut baik kedatangannya.
Sepaham Dengan Filosofi Permainan Barcelona

Ketika diminta mendefinisikan kata sepakbola menurut pendapat pribadinya, Tata menjawab bahwa dia selalu mengharapkan permainan yang Protagonis, tidak hanya bertahan, tapi dengan agresif menguasai bola sampai ke lini pertahanan lawan. Tak ada ruang bagi tindakan spekulatif.
Definisi yang disebutkan Tata tersebut tentu sangat cocok dengan gaya permainan Barcelona.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Slavia Praha vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Champions 22 Januari 2026, 06:57
-
Hasil Slavia Praha vs Barcelona: Drama Enam Gol, Blaugrana Menang 4-2 di Praha
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:20
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Arbeloa Lepas Tangan soal Kontrak Vinicius Junior: Bisa Tinggalkan Real Madrid?
Liga Spanyol 24 Januari 2026, 09:59
-
Arne Slot Redam Spekulasi Pergerakan Transfer Liverpool, Ada Apa?
Liga Inggris 24 Januari 2026, 09:41
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 24 Januari 2026, 09:37
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 24 Januari 2026, 09:35
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini Sabtu 24 Januari 2026
Bola Indonesia 24 Januari 2026, 09:19
-
Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini Sabtu 24 Januari 2026
Liga Inggris 24 Januari 2026, 09:02
-
Dari Bangku Cadangan ke Man of the Match, Dimarco Buka Rahasia Kebangkitan Inter
Liga Italia 24 Januari 2026, 08:21
-
Hasil Inter vs Pisa: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Hancurkan Lawan 6-2
Liga Italia 24 Januari 2026, 07:56
-
Diterpa Masalah Cedera, Liverpool Justru Tenang di Bursa Transfer Januari 2026?
Liga Inggris 24 Januari 2026, 04:15
-
Peringatan Capello: 2 Laga Ini Bisa Tentukan Nasib Scudetto Milan
Liga Italia 24 Januari 2026, 03:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





