Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Aga Deta | 28 Januari 2026 13:46
Bola.net - Arsenal berada di jalur istimewa dalam perjalanan mereka di Liga Champions musim 2025/26. The Gunners menjadi satu satunya tim yang mampu memenangi tujuh laga awal pada fase liga.
Sejak format fase liga diperkenalkan, belum ada klub yang sanggup menyapu bersih delapan pertandingan. Arsenal kini memiliki peluang besar untuk menorehkan sejarah baru.
Tim asuhan Mikel Arteta sudah memastikan tiket ke babak 16 besar. Namun, target mereka belum berhenti sampai di situ.
Arsenal saat ini memimpin klasemen dengan tujuh kemenangan dari tujuh laga. Mereka unggul tiga poin atas Bayern Munchen yang terus menempel ketat.
Laga terakhir fase liga melawan Kairat di Emirates Stadium menjadi penentuan. Arsenal berambisi menutup fase ini dengan catatan poin sempurna.
Berikut daftar 13 tim yang pernah menyapu bersih fase grup Liga Champions.
1. AC Milan (1992/93)
AC Milan menyapu bersih empat laga awal untuk melaju ke fase grup perdana Liga Champions. Marco van Basten mencetak seluruh gol saat Milan membuka kampanye dengan kemenangan 4-0 atas IFK Goteborg.
Kemenangan tipis kemudian diraih secara beruntun saat bertandang ke markas PSV Eindhoven, Porto, serta kembali menghadapi Porto di kandang. Milan juga menang satu gol saat bertamu ke Goteborg sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas PSV di San Siro.
Catatan sempurna tersebut membawa tim asuhan Fabio Capello melangkah ke partai final. Namun, Milan harus mengakui keunggulan Marseille setelah kalah 0-1 pada laga puncak yang digelar di Munich.
2. Paris Saint-Germain (1994/95)
Paris Saint-Germain langsung melaju kencang setelah meraih kemenangan 2-0 atas Bayern Munchen pada matchday pertama. Gol George Weah dan Daniel Bravo menjadi awal dominasi tim asuhan Luis Fernandez di fase grup.
PSG kemudian mengamankan dua kemenangan tandang beruntun dengan skor 2-1 atas Spartak Moskva dan Dynamo Kyiv. Hasil tersebut membuat mereka berada dalam posisi sangat kuat untuk memimpin grup.
George Weah kembali berperan penting dengan mencetak gol tunggal saat menjamu Dynamo dan ketika bertandang ke markas Bayern. Ia menambah dua gol lainnya saat PSG menutup fase grup dengan kemenangan 4-1 atas Spartak, sebelum langkah mereka terhenti di semifinal usai kalah agregat 0-3 dari AC Milan.
3. Spartak Moskow (1995/96)
Spartak Moskow mengawali fase grup dengan dua kemenangan tipis, masing-masing 1-0 di markas Blackburn Rovers dan 2-1 saat bertandang ke Legia Warszawa. Performa mereka meningkat signifikan ketika menghadapi Rosenborg pada matchday 3 dan 4.
Sempat tertinggal dua gol di babak pertama laga tandang di Trondheim, Spartak bangkit dan menang 4-2. Mereka lalu menegaskan dominasi dengan kemenangan 4-1 di kandang pada pertemuan berikutnya.
Kemenangan lanjutan atas Blackburn dengan skor 3-0 dan Legia 1-0 memastikan Spartak finis dengan margin 11 poin, yang menjadi rekor saat itu. Namun, langkah tim asuhan Oleg Romantsev terhenti di perempat final setelah disingkirkan Nantes.
4. Barcelona (2002/03)
Barcelona membuka fase grup dengan kemenangan 3-2 atas Club Brugge di kandang pada 18 September 2002 di bawah arahan Louis van Gaal. Hasil tersebut menjadi awal dari sembilan kemenangan beruntun, yang saat itu menjadi rekor Liga Champions hingga Bayern mematahkannya pada musim 2013/14.
Rangkaian kemenangan itu mencakup hasil kandang dan tandang melawan Galatasaray serta Lokomotiv Moskva. Barcelona juga kembali mengalahkan Club Brugge dengan skor tipis dan finis 11 poin di atas rival grup, menyamai rekor CSKA yang kemudian disamai Real Madrid pada 2014/15.
Barcelona lolos dari fase grup kedua dan melaju ke babak perempat final. Namun, perjalanan mereka di Liga Champions musim tersebut terhenti setelah disingkirkan Juventus.
5. Real Madrid (2011/12)
Real Madrid mengawali fase grup dengan kemenangan tipis 1-0 di kandang Dinamo Zagreb. Tim asuhan Jose Mourinho kemudian tampil dominan dengan menundukkan Ajax 3-0 dan Lyon 4-0 di Santiago Bernabeu.
Kemenangan 2-0 di markas Lyon mempertegas superioritas Madrid di grup tersebut. Dinamo Zagreb sempat menjadi satu-satunya tim yang membobol gawang Madrid, tetapi itu terjadi saat mereka sudah tertinggal 0-6.
Kesempurnaan enam kemenangan Madrid ditutup dengan hasil 3-0 di kandang Ajax. Langkah mereka di Liga Champions musim itu akhirnya terhenti di semifinal setelah kalah adu penalti dari Bayern Munchen.
6. Real Madrid (2014/15)
Sebagai juara Eropa untuk kali kesepuluh pada 2014, Real Madrid melanjutkan momentum positif saat memulai upaya mempertahankan gelar. Tim asuhan Carlo Ancelotti membuka fase grup dengan kemenangan telak 5-1 atas Basel.
Madrid kemudian menyempurnakan catatan fase grup dengan kemenangan 4-0 atas Ludogorets. Hasil itu menjadi kemenangan ke-19 dari 22 pertandingan beruntun mereka di semua kompetisi.
Laju sepuluh kemenangan beruntun di Liga Champions akhirnya terhenti setelah kalah 3-4 dari Schalke pada leg kedua babak 16 besar. Meski demikian, Madrid tetap melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Juventus.
7. Bayern Munchen (2019/20)
Bayern Munchen finis sebagai tim paling produktif lewat keunggulan selisih gol setelah mencetak total 24 gol di fase grup. Mereka mencatatkan rekor 16 gol tandang, delapan di antaranya disumbang Robert Lewandowski yang mengoleksi sepuluh gol.
Bayern membuka kampanye dengan kemenangan 3-0 atas Crvena Zvezda di kandang sebelum membuat kejutan besar lewat kemenangan 7-2 di markas Tottenham Hotspur. Produktivitas lini depan menjadi ciri utama permainan tim asuhan Hansi Flick pada fase grup tersebut.
Melawan Olympiacos, Bayern menang 3-2 di laga tandang dan 2-0 di Munchen, lalu mengunci puncak grup dengan kemenangan 6-0 atas Crvena Zvezda lewat empat gol Lewandowski. Kesempurnaan fase grup ditutup dengan kemenangan 3-1 atas Tottenham, sebelum Bayern mencetak sejarah sebagai juara Liga Champions dengan rekor enam kemenangan dari enam laga.
8. Ajax (2021/22)
Ajax langsung tancap gas pada matchday pertama dengan kemenangan telak 5-1 di markas Sporting CP. Empat gol dicetak oleh Sebastien Haller yang menjalani debut Liga Champions dan langsung mencuri perhatian.
Penyerang asal Pantai Gading itu kemudian mencetak gol di semua enam laga fase grup. Haller menjadi pemain kedua yang mampu melakukannya setelah Cristiano Ronaldo pada musim 2017/18.
Kontribusi Antony dan Dusan Tadic juga menonjol saat Ajax menundukkan Dortmund 4-0 di kandang dan 3-1 di laga tandang. Haller memastikan posisi puncak Grup C lewat dua gol penentu ke gawang Besiktas sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 4-2 atas Sporting CP.
9. Liverpool (2021/22)
Liverpool menghadapi undian berat di fase grup bersama Atletico Madrid, AC Milan, dan Porto. Namun tim asuhan Jurgen Klopp langsung menunjukkan kualitas lewat kemenangan 3-2 atas Milan di Anfield.
Skor yang sama kembali tercipta saat Liverpool menang di markas Atletico Madrid. Penalti telat Mohamed Salah menjadi pembeda dan mempertegas mentalitas kuat The Reds.
Liverpool kemudian menaklukkan Atletico 2-0 di kandang dan mencetak tujuh gol dalam dua laga melawan Porto. Mereka menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Milan dan unggul 11 poin, menyamai margin terbaik dalam sejarah fase grup Liga Champions.
10. Bayern Munchen (2021/22)
Dua tahun setelah pertama kali menuntaskan fase grup dengan rekor sempurna, Bayern Munchen kembali menunjukkan dominasinya di Liga Champions. Tim asuhan Julian Nagelsmann langsung mengirim pesan kuat lewat kemenangan 3-0 di markas Barcelona pada laga pembuka.
Bayern menjaga konsistensi dengan mengalahkan Dynamo Kyiv 5-0 dan Benfica 4-0 dalam dua pertandingan berikutnya. Mereka baru kebobolan gol pertama setelah 308 menit permainan, tepatnya saat menang 5-2 atas Benfica di kandang.
Pada laga tersebut, Robert Lewandowski mencetak hat-trick dalam penampilan ke-100 di Liga Champions. Penyerang asal Polandia itu kemudian menambah gol saat Bayern menang 2-1 di markas Dynamo, sekaligus menutup fase grup dengan sembilan gol pribadi.
11. Bayern Munchen (2022/23)
Bayern Munchen mencatatkan tiga musim dengan poin maksimal dalam empat tahun terakhir di Liga Champions. Mereka melewati grup yang di atas kertas terbilang berat dengan hasil sempurna sejak dua laga awal.
Tim asuhan Julian Nagelsmann langsung mematahkan perlawanan dengan menang 2-0 di kandang Inter, lalu menundukkan Barcelona dengan skor identik di Munchen. Dua hasil tersebut memberi Bayern kendali penuh atas persaingan grup sejak dini.
Bayern kemudian menang telak 5-0 di kandang dan 4-2 di markas Viktoria Plzen sebelum mengunci puncak klasemen lewat kemenangan 3-0 di Camp Nou. Laga terakhir kembali menghadapi Inter berakhir 2-0, sekaligus menjadikan Bayern tim pertama yang meraih 18 poin pada fase grup dalam tiga kesempatan berbeda.
12. Real Madrid (2023/24)
Statistik menunjukkan Real Madrid melaju mulus di fase grup Liga Champions 2023/24. Tim asuhan Carlo Ancelotti mengalahkan semua lawan dan memastikan tiket ke babak 16 besar hanya dalam empat pertandingan.
Namun, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya mudah bagi sang juara 14 kali. Madrid membutuhkan gol dramatis di masa tambahan waktu saat menjamu Union Berlin, bangkit dari ketertinggalan di markas Napoli, serta bekerja keras untuk menang tipis di kandang Braga.
Laga kandang melawan Braga berjalan lebih nyaman, sebelum Madrid kembali diuji pada pertandingan berikutnya. Mereka mencetak dua gol di menit akhir untuk menundukkan Napoli 4-2 dan membutuhkan gol menit ke-89 saat bangkit melawan Union Berlin di Jerman, dengan kontribusi penting empat gol dari Jude Bellingham.
13. Manchester City (2023/24)
Manchester City menjadi tim Inggris kedua yang menuntaskan fase grup Liga Champions dengan catatan sempurna. Mereka memulai upaya mempertahankan gelar dengan performa meyakinkan sejak laga pertama.
Konsistensi menjadi kekuatan utama tim asuhan Pep Guardiola sepanjang enam pertandingan. City selalu mencetak tiga gol di setiap laga, termasuk saat tampil dengan susunan pemain yang banyak berubah di markas Crvena Zvezda pada matchday keenam.
Perjalanan tersebut tidak sepenuhnya mulus karena City sempat tertinggal 0-2 dari Leipzig pada matchday kelima. Namun, mereka mampu bangkit dengan Erling Haaland mencetak lima gol dan Julian Alvarez menyumbang empat gol, meski Kevin De Bruyne absen lama akibat cedera.
Sumber: UEFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona vs Copenhagen, Hansi Flick Tuntut Performa Sempurna Blaugrana
Liga Champions 28 Januari 2026, 16:13
-
lawan Real Madrid, Jose Mourinho Indikasikan Benfica Tidak Main Parkir Bus
Liga Champions 28 Januari 2026, 16:02
-
Jamu Chelsea di Liga Champions, Napoli Haram Terpeleset Lagi
Liga Champions 28 Januari 2026, 15:50
LATEST UPDATE
-
Barcelona vs Copenhagen, Hansi Flick Tuntut Performa Sempurna Blaugrana
Liga Champions 28 Januari 2026, 16:13
-
lawan Real Madrid, Jose Mourinho Indikasikan Benfica Tidak Main Parkir Bus
Liga Champions 28 Januari 2026, 16:02
-
Jamu Chelsea di Liga Champions, Napoli Haram Terpeleset Lagi
Liga Champions 28 Januari 2026, 15:50
-
Prediksi Nottm Forest vs Ferencvaros 30 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 28 Januari 2026, 15:49
-
Real Madrid Hadapi Dilema Lini Tengah Jelang Lawan Benfica
Liga Spanyol 28 Januari 2026, 15:37
-
Prediksi Crvena Zvezda vs Celta Vigo 30 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 28 Januari 2026, 15:37
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Galatasaray
Liga Champions 28 Januari 2026, 15:16
-
Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs Napoli di Liga Champions
Liga Champions 28 Januari 2026, 15:05
-
Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Benfica di Liga Champions
Liga Champions 28 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Susunan Pemain Liverpool vs Qarabag di Liga Champions
Liga Champions 28 Januari 2026, 14:45
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Kairat di Liga Champions
Liga Spanyol 28 Januari 2026, 14:35
-
Prediksi Susunan Pemain Barcelona vs Copenhagen di Liga Champions
Liga Champions 28 Januari 2026, 14:28
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04


