Miralem Pjanic - Gelandang Serbabisa Yang Dibekali Kreativitas dan Tendangan Bebas Akurat
Gia Yuda Pradana | 23 Juli 2018 15:52
Bola.net - Bola.net - Miralem Pjanic adalah salah satu pilar penting di balik kesuksesan Juventus meraih Scudetto Serie A beruntun yang ketujuh pada musim 2017/18. Keberadaan gelandang asal Bosnia ini di lini tengah Juventus begitu krusial.
Pjanic, 28, adalah seorang pemain dengan atribut-atribut yang dibutuhkan untuk menjadi gelandang kelas dunia. Teknik, visi, kreativitas dan kepiawaiannya dalam mengatur tempo permainan tergolong top-class.
Dia juga memiliki sebuah senjata mematikan, yakni tendangan bebas.
Ketika masih memperkuat AS Roma, mantan gelandang Lyon ini pernah dua musim beruntun finis sebagai pemain dengan torehan assist terbanyak di Serie A pada 2014/15 dan 2015/16.
Kemampuan dan kualitas Pjanic terus meningkat. Itu berbanding lurus dengan nilainya di lantai bursa. Ketika mengawali karier profesional di Metz pada 2007, market value-nya cuma €500 ribu, tapi sekarang sudah menyentuh angka €65 juta (via Transfermarkt).
Itu harga yang pantas untuk seorang gelandang serbabisa sepertinya.
Playmaker Spesialis Free Kick

Jika merujuk pada Wikipedia, uraian tentang style of play atau gaya permainan Pjanic cukup panjang. Berikut kami rangkumkan garis besarnya.
Diakui sebagai satu dari 100 pemain muda terbaik di dunia oleh Don Balon pada 2010, Pjanic bukanlah tipikal gelandang cepat dan bertenaga. Pjanic dikategorikan sebagai playmaker tradisional dengan kualitas teknik di atas rata-rata.
Pjanic adalah pemain multiposisi.
Sepanjang kariernya, Pjanic biasanya dipasang sebagai gelandang sentral atau sebagai deep-lying playmaker di depan lini pertahanan. Dia memiliki semua yang dibutuhkan untuk tampil hebat di posisi-posisi ini, terutama kreativitas, visi, jangkauan operan, serta kemampuannya untuk menjaga bola dan mengatur tempo permainan.
Pjanic piawai merancang peluang untuk rekan-rekannya. Selain itu, dia juga memiliki insting gol yang kuat, terutama dengan tembakan-tembakan dari luar kotak. Tak jarang pula dia berlari tanpa terdeteksi ke wilayah berbahaya untuk menuntaskan pekerjaan yang harusnya dilakukan para penyerang.
Itu terlihat dari statistik gol dan assist-nya.
Miralem Pjanic di Serie A:
2011/12 - 30 Laga, 03 gol, 08 assist (AS Roma)
2012/13 - 27 Laga, 03 gol, 05 assist (AS Roma)
2013/14 - 35 Laga, 06 gol, 06 assist (AS Roma)
2014/15 - 34 Laga, 05 gol, 10 assist (AS Roma)
2015/16 - 33 Laga, 10 gol, 12 assist (AS Roma)
2016/17 - 30 Laga, 05 gol, 09 assist (Juventus)
2017/18 - 31 Laga, 05 gol, 08 assist (Juventus).
Namun jika ada satu atribut yang bisa dianggap sebagai senjata terkuat seorang Miralem Pjanic, maka itu adalah tendangan bebas melengkungnya yang akurat dan sudah memakan banyak korban.
Sejak melakoni debut di Serie A, Pjanic telah mencetak 37 gol dalam 220 penampilan. Dari 37 gol itu, 15 di antaranya dia ciptakan dengan tendangan bebas.
Selama periode yang sama (sejak 2011/12), jumlah gol tendangan bebas langsung yang diukir Pjanic (15) lebih banyak setidaknya tiga gol dibandingkan pemain-pemain lain di liga tertinggi Italia.
Pjanic adalah salah satu spesialis tendangan bebas dan set-piece terbaik di dunia saat ini. Selain memiliki kemampuan menakutkan sebagai eksekutor tendangan bebas, dia juga sangat bagus dalam mengirim operan dari situasi-situasi bola mati.
Kemampuan itu tak didapatkannya begitu saja.
Menyerap Ilmu Dari Sang Master

Satu tahun di Lyon bersama pemain yang diakui sebagai master untuk urusan ini bisa dibilang sebagai periode yang sangat menentukan. Dari sang ahli tersebut, dia menyerap ilmu yang sangat berharga.
Pemain yang dimaksud adalah Juninho Pernambucano, mantan gelandang Brasil yang dikenal memiliki tendangan bebas mematikan.
Juninho memang memiliki teknik tendangan bebas yang sulit dicari tandingannya. Teknik itu dikenal sebagai knuckle ball. Dengan teknik tersebut, bola hampir tak memiliki spinning motion dalam lajunya. Knuckle shot yang sempurna membuat bola seperti bergoyang, arahnya sulit ditebak, dan sangat sulit bagi kiper manapun untuk menghentikannya.
Dengan spesialisasinya itulah Juninho mencetak 44 gol untuk Lyon selama periode 2001-2009.
Pjanic membela Lyon periode 2008-2011, setelah gabung dari klub profesional pertamanya (Metz) dan sebelum memperkuat AS Roma. Itu artinya Pjanic sempat semusim bermain Juninho sebelum melebarkan sayap ke Italia.
Seperti disebutkan di atas, satu musim itu terbilang sangat fundamental dalam membentuk Pjanic menjadi pemain seperti yang kita kenal sekarang.
Pada Oktober 2015, kepada L'Equipe, Juninho pernah bicara tentang Pjanic dan kemampuannya yang menurut dia sangat mengagumkan.
Sulit membandingkannya dengan saya, karena saya tak suka terlalu banyak bicara tentang diri sendiri, kata Juninho waktu itu. Namun Mire punya kemampuan yang mengagumkan. Dia mungkin adalah penendang bebas terbaik di dunia saat ini.
Tidak, saya yakin -- dia adalah yang terbaik.
Dia sangat efisien, dan yang paling penting dia konsisten. Itu bagian yang paling sulit. Dia punya banyak variasi dalam menendang. Dia mampu menembak dengan berbagai cara, tergantung jaraknya.
Saya yakin kalau dia sudah bekerja sangat keras. Waktu itu (di Lyon), saya bilang kepadanya bahwa pengulangan adalah hal paling penting untuk menjadi seorang penendang bebas yang hebat. Itu memang melelahkan, tapi itu benar-benar yang paling penting.
Mire selalu tertarik pada teknik tendangan bebas saya, terutama cara saya melatih teknik tersebut. Sayang sekali kebersamaan kami tidak lama, karena saya hengkang satu tahun setelah dia datang dari Metz pada 2008. Dia selalu bersama saya setelah sesi latihan tim selesai, untuk melatih tendangan bebas. Kami mendiskusikan banyak hal.
Pjanic telah menyerap ilmu berharga dari pakarnya. Dia kemudian mengembangkan dan mengasah teknik tendangan bebasnya sendiri, yang mengutamakan akurasi dan presisi untuk menaklukkan para penjaga gawang.
Sepanjang sejarah Serie A, ada beberapa nama legendaris yang dikenal sebagai spesialis tendangan bebas.
Michel Platini, Alvaro Recoba, Diego Maradona, Gianfranco Zola, Francesco Totti, Roberto Baggio, Giuseppe Signori, Alessandro Del Piero, Andrea Pirlo dan Sinisa Mihajlovic adalah beberapa di antaranya. Miralem Pjanic pun sudah pantas berdiri sejajar dengan mereka semua. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Inter vs Napoli 12 Januari 2026
Liga Italia 11 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Fiorentina vs Milan 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 23:47
-
Live Streaming Roma vs Sassuolo - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 10 Januari 2026, 17:00
-
Murah Meriah! Juventus Hanya Perlu Bayar Segini untuk Jasa Federico Chiesa
Liga Italia 10 Januari 2026, 09:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi PSG vs Paris FC 13 Januari 2026
Liga Eropa Lain 12 Januari 2026, 03:10
-
Skor Barcelona vs Real Madrid: Serunya El Clasico, Babak Pertama Berakhir 2-2
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 03:00
-
Hasil Thailand U-23 vs Irak U-23: Skor 1-1, Gol Menit 85 Selamatkan Gajah Perang!
Asia 12 Januari 2026, 02:51
-
Prediksi Juventus vs Cremonese 13 Januari 2026
Liga Italia 12 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Liverpool vs Barnsley 13 Januari 2026
Liga Inggris 12 Januari 2026, 02:45
-
Hasil Bayern vs Wolfsburg: Luis Diaz dan Olise Bersinar, Die Roten Pesta 8 Gol!
Bundesliga 12 Januari 2026, 02:29
-
Hasil Monchengladbach vs Augsburg: Kevin Diks Cetak Gol, Tuan Rumah Pesta 4-0
Bundesliga 12 Januari 2026, 02:08
-
Hasil Man Utd vs Brighton: Welbeck Cetak Gol Lagi, MU Tersingkir dari Piala FA
Liga Inggris 12 Januari 2026, 01:56
-
Tempat Menonton Barcelona vs Real Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 01:46
-
Nonton Live Streaming Barcelona vs Real Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 01:36
-
Jadwal Siaran Langsung Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 01:31
-
Man of the Match Portsmouth vs Arsenal: Gabriel Martinelli
Liga Inggris 11 Januari 2026, 23:35
-
Man of the Match Fiorentina vs Milan: Dodo
Liga Italia 11 Januari 2026, 23:24
-
Hasil Portsmouth vs Arsenal: Gabriel Martinelli Hattrick, The Gunners Menang 4-1
Liga Inggris 11 Januari 2026, 22:53
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52

