Survival Guide, 5 Cara Selamat Dari Pembantaian Barca

Mamat | 27 November 2015 08:00
Survival Guide, 5 Cara Selamat Dari Pembantaian Barca
Neymar. (c) AFP

Bola.net - Bola.net - menggila. Dua kata itulah yang mungkin terlintas di benak sebagian besar penggemar sepakbola Eropa, usai melihat penampilan tim asuhan Luis Enrique di beberapa laga belakangan.

Klub raksasa La Liga itu kini tercatat tak pernah gagal meraih kemenangan di lima pertandingan yang mereka mainkan di semua level kompetisi. Dalam rentang waktu ini, Blaugrana berhasil membuat 18 gol dan hanya kemasukan 1.

Advertisement

Seolah belum cukup impresif, di dua laga terakhir mereka bisa menang atas dua tim papan atas Eropa dengan skor mencolok. Real Madrid dihajar 4-0 di Santiago Bernabeu. Sementara yang lebih gila, AS Roma dihantam 6-1 kala kedua tim bertemu di Camp Nou untuk fase grup Liga Champions.

Bagai buldoser, Barcelona kini seperti mesin yang tengah panas dan takkan ragu melibas siapapun lawan yang ada di depan mereka. Potensi untuk kembali mencatat kemenangan telak, dengan penampilan impresif, di laga-laga berikutnya jelas terbuka lebar.

Namun jangan salah. Sebelum tampil trengginas seperti sekarang, Barca juga pernah kesulitan di awal musim ini. Jika tak ingin jadi korban amuk Azulgrana berikutnya, ada bagusnya calon lawan Lionel Messi dkk belajar dari cara bermain tim-tim yang pernah membuat sang juara Eropa pusing tujuh keliling.

Seperti apa? Berikut lima cara agar sebuah tim selamat dari pembantaian Barca.

1 dari 5 halaman

Matikan lini tengah

Matikan lini tengah

Barcelona adalah tim yang gemar memainkan sepakbola berdasarkan posession dan inti dari gaya permainan ini ada di lini tengah mereka, yang aktif mengalirkan bola dengan cepat dari lini belakang ke depan. Menghentikan proses ini bakal membuat Blaugrana hilang akal untuk membuat gol.

Hal tersebut yang dilakukan oleh Celta Vigo, kala mereka sukses mempermak Barcelona dengan skor 4-1 di Balaidos, pada 23 September silam.

Usai pertandingan berakhir, manajer Eduardo Berizzo mengatakan: Taktik yang kami terapkan berjalan sesuai rencana. Kami terus memberi tekanan pada pemain tengah dan penyerang, menghalangi agar mereka bermain dengan nyaman. Para pemain terus bertahan dengan gaya ini.

Tim mampu bermain sebagai satu unik. Ini membuat saya amat puas.
2 dari 5 halaman

Berkorban

Berkorban

Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi gaya agresif Barcelona adalah dengan menerapkan gaya permainan yang serupa. Namun demikian, tentu saja tak semua tim punya materi yang bisa membuat mereka menggunakan sistem operan satu sentuhan ala tim Catalan.

Jika memang begitu, maka setidaknya bisa membuat para pemain tampil total 100 persen dalam membantu serangan dan bertahan, untuk mengimbangi pressing dari pemain Barcelona. Taktik ini wajib melibatkan semua orang pemain, sama seperti ketika AS Roma menahan imbang 1-1 Barcelona di Liga Champions pada 17 September.

Rudi Garcia kala itu mengatakan: Imbang melawan Barcelona akan membuat kami percaya diri. Kami bermain bagus secara taktis dan semua pemain melibatkan diri mereka di permainan, terus mengorbankan diri mereka. Kami harusnya bisa lebih berbahaya lagi ketika melakukan seragnan balik atau menyelesaikan peluang.

Bos asal Prancis itu juga menekankan pentingnya punya pemain berpengalaman di dalam tim. Ia menambahkan: Kami punya pemain yang sudah familiar dengan kompetisi ini, seperti Mohamed Salah dan Edin Dzeko.
3 dari 5 halaman

Pantang menyerah

Pantang menyerah

Melawan Barcelona, sebuah tim harus punya sikap mental yang benar. Bahkan ketika Blaugrana sudah melesat unggul dengan perbedaan skor yang mencolok, hal itu bukan berarti kesempatan lawan untuk membalikkan keadaan sudah benar-benar tertutup.

Ini terbukti ketika Barcelona menang 5-4 atas Sevilla di Piala Super Eropa di 12 Agustus lalu. Mereka sempat unggul 4-1 di menit ke-52. Namun semangat pantang menyerah dari tim jawara Europa League membuat mereka sanggup mencetak tiga gol balasan dan memaksa laga dilanjutkan ke babak esktra, sebelum Pedro Rodriguez jadi aktor penentu kemenangan tim Catalan di menit ke-115.

Kala itu manajer Unai Emery mengatakan: Ketika skornya 4-1, jelas ekspektasi kami amat rendah, sehingga kala itu kami hanya berpikir untuk menjalani pertandingan hingga akhir.

Namun jika di kedudukan4-1 Anda membuat gol; skornya menjadi 4-2 dan Anda kian dekat. Saya kala itu ingin membantu beberapa pemain yang kelelahan dan memasukkan beberapa tenaga segar untuk memberikan solusi. Di kedudukan 4-3, kami benar-benar amat dekat dan tim saya seolah kembali melihat cahaya dan ada harapan dan kami menyamakan kedudukan 4-4.

Kami mampu terus memberikan perlawanan dan memaksa pertandingan masuk ke babak ekstra dengan kemungkinan menang. Barcelona memang lebih bagus di bola-bola mati, ketika semua pemain lelah. Sulit mencari celah setelah itu, namun ketika skor sudah 5-4, kami punya tiga peluang emas.
4 dari 5 halaman

Intens

Intens

Selain bermain agresif, intensitas permainan juga harus dijaga ketika sebuah tim bermain melawan Barcelona. Pemain-pemain dengan daya jelajah dan umpan yang akurat seperti Andres Iniesta atau Neymar tidak boleh dibiarkan berlama-lama menguasai bola atau punya waktu berpikir untuk melepas operan berikutnya.

Itulah yang dilakukan para pemain Sevilla, ketika mereka berhasil mengalahkan Barcelona 2-1 di Ramon Sanchez Pizjuan pada 3 Oktober, atau hampir dua bulan sejak mereka membuat Blaugrana kewalahan di Piala Super Eropa.

Unai Emery lagi-lagi membeberkan resep bagaimana ia bisa membuat anak asuhnya mengatasi perlawanan sang jawara Spanyol.

Saya amat senang, kami sudah bermain melawan musuh yang hebat dan mengatasi pertandingan yang sulit. Kami sudah menemukan kembali intensitas dan agresivitas permainan yang kami cari. Kami harus terus berkembang karena kami adalah tim baru, ujar sang manajer.

Kami amat mementingkan kemampuan tim dalam memberi respon. Skuat ini kuat, makin dewasa dan punya pengalaman. Tim kami mampu menemukan sinergi yang bagus ketika bertahan dan menyerang. Namun dua faktor terpenting adalah intensitas dan agresivitas.
5 dari 5 halaman

Keajaiban

Keajaiban

Rencana dan taktik yang sudah disusun dengan matang tentu akan buyar begitu saja jika pemain-pemain seperti Lionel Messi dan Neymar mampu mengeluarkan magisnya dan menjadi pembeda yang menentukan hasil akhir pertandingan.

Oleh karena itu, tak ada salahnya bagi tim calon lawan Barcelona untuk juga berharap dan percaya pada hadirnya keajaiban. Hal inilah  yang dipercayai oleh bos Athletic Bilbao, Ernesto Valverde.

Sebelum menghadapi Barcelona di final Copa del Rey musim lalu, ia mengatakan: Kami harus membuat kesalahan seminimal mungkin karena ini adalah pertandingan final dan kami harus memanfaatkan semua peluang yang ada secara maksimal. Anda harus percaya pada keajaiban, karena itu bisa terjadi.

Bilbao akhirnya kalah 1-3 di pertandingan tersebut. Namun tiga bulan berselang, pada 15 Agustus, giliran mereka yang tertawa usai menang telak 4-0 atas Barcelona di leg pertama Piala Super Spanyol.

Valverde saat itu berkomentar: Ini benar-benar malam yang magis (di San Mames-red). Kita lihat saja apakah kita bisa menyelesaikannya di hari Senin (di leg kedua-red). Memang benar bahwa hasil ini cukup mencolok, karena Barcelona tak terlalu sering kemasukan empat gol.