Ada Aksi Tendangan Kungfu di EPA U-20, Jacksen F Tiago Dorong 1 Hal Penting Ini Dalam Pengembangan Sepak Bola Usia Muda
Dimas Ardi Prasetya | 22 April 2026 12:55
Bola.net - Pelatih asal Brasil, Jacksen F Tiago, menyerukan adanya investasi pada manusia dalam pengembangna sepak bola usai muda usai terjadinya insiden kekerasan di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.
Pria yang kini menjadi Direktur Akademi Borneo FC itu itu mengajak semua pihak melihat persoalan secara menyeluruh. Menurutnya, kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Eks arsitek Persipura Jayapura itu menilai bahwa sepak bola seharusnya tetap menjunjung sportivitas, rasa hormat, dan nilai-nilai pendidikan.
Ia juga menyinggung pengalaman saat baru kembali dari Spanyol. Di sana, Jacksen melihat bagaimana sepak bola menjadi hiburan yang mampu menyatukan banyak orang.
"Kita melihat langsung bagaimana sepak bola di sana menjadi sebuah hiburan yang luar biasa, sebuah bahasa universal yang menyatukan banyak orang dengan penuh rasa hormat, sportivitas, dan kebanggaan," ujar Jacksen dalam akun Instagramnya, @jt_jacksen_f_tiago_coach, Senin (20/4/2026).
Fokus ke Investasi Pada Manusia
Jacksen mengaku muncul kegelisahan ketika kembali menyaksikan situasi di Indonesia. Dia mempertanyakan apakah ambisi menjadi yang terbaik harus ditempuh dengan segala cara.
"Namun, ketika kita kembali ke negara kita, muncul sebuah refleksi mendalam: seolah kita sedang memainkan olahraga yang berbeda. Hal ini membawa kita kepada pertanyaan penting, apakah untuk menjadi yang terbaik, kita harus menghalalkan segala cara?" jelasnya.
Kendati begitu, Jacksen menilai EPA musim ini tetap menunjukkan perkembangan positif. Dia menyoroti adanya kemajuan dari sisi organisasi, kurikulum, hingga konsep kepelatihan.
Menurutnya, fondasi tersebut penting untuk masa depan pembinaan usia muda. Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yakni investasi pada manusia.
"Namun demikian, ada satu aspek yang menurut saya harus menjadi fokus utama ke depan, yaitu investasi pada manusia," kata Jacksen.
Tujuannya Membentuk Pribadi yang Baik
Jacksen menekankan bahwa pembinaan pemain muda tidak cukup hanya mengejar prestasi di lapangan. Pengembangan karakter, psikologis, dan kemampuan komunikasi juga harus menjadi perhatian serius.
"Sepak bola dimainkan oleh manusia. Oleh karena itu, pengembangan aspek psikologis, karakter, serta kemampuan komunikasi, termasuk bahasa asing, harus menjadi prioritas kita. Kita tidak hanya membentuk pemain, tetapi juga membentuk pribadi," imbuh Jacksen.
Dia pun mengusulkan adanya langkah lebih serius dalam bidang psikologi olahraga. Menurut Jacksen, kerja sama dengan tenaga ahli dapat membantu pembinaan berjalan lebih utuh.
"Dengan demikian, arah pembinaan kita tidak hanya berorientasi pada performa, tetapi juga pada human development secara menyeluruh," tulis Jacksen.
Jacksen juga menyoroti tantangan era digital bagi pemain muda. Menurutnya, media sosial dapat memberi dampak besar bila tidak disertai pendampingan yang tepat.
"Tanpa pendampingan yang tepat, kita berisiko kehilangan banyak generasi muda kita, bukan karena kurang bakat, tetapi karena kurangnya arah dan karakter," ungkapnya.
Momentum Benahi Pembinaan Sepak Bola Nasional
Soal hukuman kepada pihak yang terlibat dalam insiden tersebut, Jacksen memahami adanya tuntutan dari publik. Namun, ia meminta semua pihak tidak hanya terpaku pada sanksi.
"Sebagai pembina dan juga sebagai seorang ayah, saya meyakini hukuman moral yang sedang dihadapi oleh para pemain dan keluarga mereka sudah sangat berat," terangnya.
Jacksen berharap kejadian ini justru menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pembinaan sepak bola nasional. Dia ingin semua pihak bersatu agar kasus serupa tidak terulang.
"Piala bisa berkarat oleh waktu, tetapi karakter akan bertahan seumur hidup," papar pengoleksi empat gelar Liga Indonesia sebagai pelatih itu.
Unggahan Jacksen F Tiago
Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adiyaksa/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 21/04/2026
Baca Juga:
Pelatih Persija Geram dengan Tendangan Kungfu di Laga Bhayangkara FC U-20 Vs Dewa United U-20, Sebut Pemain U-20 Bukan Anak-Anak Lagi
Fadly Alberto Minta Maaf: Perbuatan Bodoh Saya Menendang Rakha Nurkholis
Cerita di Balik Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20: Benarkah Ada Ucapan Rasisme di Stadion?
Yunus Nusi soal Tendangan Kungfu Fadly Alberto: Erick Thohir Mengutuk Keras Kejadian dan Pemain, Ada Kelalaian Perangkat Pertandingan
Firman Utina Murka Pelatih Kiper Bhayangkara FC U-20 Ikut-ikutan Fadly Alberto Serang Skuad Dewa United U-20: Kamu Itu Pelatih, Bukan Preman
Nova Arianto Soal Tendangan Kungfu Fadly Alberto: Pasti Ada Konsekuensi, Sudah Seharusnya Berikan Contoh yang Baik
Masa Depan Suram Fadly Alberto, Mantan Pemain Timnas Indonesia U-17 yang Dikecam Usai Tendangan Kungfu di EPA U-20
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 7 Juni 2026, 11:42
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47









