Aji Santoso, Transfer Rp50 Juta, dan Pusaran Rivalitas Arema - Persebaya
Asad Arifin | 11 Mei 2020 14:35
Bola.net - Aji Santoso punya rekam jejak yang unik di sepak bola nasional. Sebagai pemain maupun pelatih, Aji Santoso tercatat pernah membela Persebaya Surabaya dan Arema, dua klub dengan rivalitas tinggi di Jawa Timur.
Aji Santoso sudah malang melintang di rumput hijau Tanah Air. Ia merupakan satu di antara pemain sekaligus pelatih terbaik di Indonesia. Namun, ada sekelumit cerita kontroversial saat dirinya hijrah dari Arema menuju Persebaya Surabaya.
Coach Aji adalah pelatih kelahiran Kepanjen, Malang, dan memulai karier sepak bolanya bersama Arema pada 1987. Tetapi, masa remajanya dihabiskan di klub Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) di daerah asalnya, serta Persema junior.
Pada 1987-1988, bakat Aji tercium oleh dua pendiri Arema, Ovan Tobing dan Lucky Acup Zainal. Saat itu usianya masih 18 tahun namun hebatnya mampu bersaing dengan pemain senior Arema yang berkompetisi di Galatama.
Lima tahun berselang, tepatnya 1992, coach Aji berperan penting menjadi sosok fundamental di balik gelar Galatama yang diraih Arema. Sebelumnya, kecemerlangan Aji mengantarkan mantan pelatih Persela Lamongan itu masuk skuat Timnas Indonesia pada SEA Games 1991.
Periode awal 1990an menjadi momen keemasan buat sosok Aji. Arek-arek Malang menganggapnya sebagai pahlawan karena sukses bersama Arema dan Indonesia.
Akan tetapi, pada 1995, ia pindah ke Persebaya Surabaya, klub rival Arema. Transfer itu menyisakan kontroversi karena rivalitas kedua klub tersebut. Selain itu, Aji diboyong dengan nilai fantastis, yakni Rp50 juta, yang menjadikannya pemain termahal saat itu. Bagaimana kelanjutannya?
Pemain Lokal Termahal dan Protes Aremania

Berdasarkan keterangan Jawa Pos, Aji dikenal sebagai pribadi yang ulet sedari kecil. Ia diketahui pernah bekerja sebagai kuli di Pasar Kepanjen. Lewat sepak bola, hidupnya berubah. Mantan kuli itu menjadi menciptakan rekor termahal untuk pemain domestik.
Dari pemain yang pernah ditukar dengan bola sejumlah 50 buah, transfer Aji dari Arema ke Persebaya bernilai Rp50 juta (beberapa media menyebut Rp45 juta).
Coach Aji menuai sukses bersama Arema. Namanya lantas dilirik klub kaya di Indonesia kala itu. Sempat tersiar kabar bahwa Aji diincar oleh Mitra Surabaya dan Pupuk Kaltim Bontang (PKT Bontang). Namun, ia memilih Kedawung Sakti Indonesia (KSI) Surabaya, dan tepat pada Liga Indonesia edisi II, ia berseragam Persebaya Surabaya.
"Jumat (18/8/1995), saya sudah menandatangani kontrak dengan KSI, ujar Aji singkat dilansir dari koran Jawa Pos.
Meski nilai transfernya Rp50 juta, Aji hanya mengantungi 10 persen saja, atau Rp5 juta, angka yang sudah besar juga saat itu. Sebanyak Rp42,5 juta masuk rekening Arema, sedangkan sisanya menjadi milik operator Liga Indonesia. Mungkin, karena itulah ada media yang dengan tegas mengklaim transfer Aji ke Persebaya tak lebih dari Rp45 juta.
Mengenai gaji, Aji Santoso disebut menerima gaji lima kali lebih besar ketimbang apa yang ia dapat bersama Arema. Persebaya berani menggajinya Rp12,5 juta per tahun, dibayar kontan sebanyak dua kali gaji.
"Aji minta dibayar kontan dua tahun. Gajinya saya bayar Rp1,5 juta per bulan," kata Didik, petinggi Surabaya kala itu di tengah kabar bahwa Aji melipir ke Persebaya karena Arema tak sanggup memenuhi permintaan gaji Rp20 juta per tahun.
Apa pun itu, Aji menilai ini bukan tentang materi semata. Baginya, sebagai pesepak bola profesional, apalagi telah memberikan yang terbaik buat klub sebelumnya, adalah hal yang wajar ketika ia tergiur dengan bayaran tinggi. Buat dia, itu adalah sikap profesional.
"Justru kepindahan saya menguntungkan buat Arema. Dengan nilai transfer sebesar itu, mereka bisa menggaji pemain selama beberapa bulan," ujar Aji dunukil dari JPNN.
Drama pun terjadi di Malang. Aremania melakukan protes besar-besaran meminta sang kapten untuk mengurungkan niatnya pindah ke Persebaya. Apalagi posisinya saat itu, Aji tengah menyiapkan resepsi di sebuah hotel di Malang. Tentunya banyak Aremania yang mengira kalau Aji sudah menetapkan hatinya di Malang.
Legenda Dua Klub Sarat Rivalitas

Dengan segala kontroversinya, coach Aji tetaplah pribadi yang total di bidang yang ia tekuni. Aji merupakan sosok yang pantas dihormati dan disegani karena selalu bersikap profesional di mana pun dan kapan pun ia berada.
Dalam sebuah kesempatan, Aji Santoso bercerita pengalaman uniknya saat masih muda dulu, sebuah kisah yang patut menjadi teladan buat semua orang.
Disebutkan, Aji hendak menuju Gajayana menggunakan kereta api. Meski tak punya uang, ia nekat masuk gerbong barang. Pikirnya saat itu, petugas tiket tak akan menarik uang karena naik di gerbong barang.
Ternyata salah besar, ia tetap dikenai biaya dan mau tak mau memberikan sepatu bolanya sebagai jaminan atau barang sitaan. Padahal, biaya naik kereta saat itu hanya Rp100 saja.
Tanpa mengurangi semangatnya, Aji melanjutkan perjalanannya hingga Gajayana. Ia sampai tanpa menggunakan sepatu sepak bola. Rohanda, pelatihnya kala itu, bukannya marah. Ia dan Aji kembali ke stasiun dan memarahi petugas kereta api tersebut.
Sikap nekat dan penuh kepercayaan diri itulah yang membawanya 'menembus batas'. Cap legenda sepak bola Indonesia, Arema, dan Persebaya tentunya bukan tanpa alasan.
Selain meraih juara bersama Arema, Aji juga sukses memberikan trofi Liga Indonesia saat membela Persebaya. Bahkan, pada musim perdananya bersama Persebaya, Aji ditunjuk sebagai kapten saat tim ditangani pelatih Sasho Kostov asal Bulgaria di Liga Indonesia 1995-1996.
Musim berikutnya di Liga Indonesia 1996-1997, Aji masih menjadi kapten tim di bawah arahan pelatih Rusdy Bahalwan. Bajul Ijo sukses menjuarai kompetisi ini, yang menjadi prestasi pertama sejak Perserikatan dan Galatama digabung pada 1994.
Setelah berpetualang, termasuk ke PSM Makassar, Aji kembali ke Persebaya sebagai pelatih pada 2009. menggantikan Arcan Iurie yang meraih hasil buruk selama Divisi Utama 2008-2009.
Meski berstatus pelatih debutan, Aji memberikan kenangan manis lagi untuk Persebaya. Saat itu Persebaya menjalani laga play-off melawan PSMS Medan untuk lolos ke ISL 2009-2010. Aji berhasil menang.
Aji lantas kembali ke Arema dengan status pelatih pada awal musim 2017. Lagi-lagi, dia mampu mempersembahkan trofi juara, kali ini adalah Piala Presiden 2017, untuk kebanggaan masyarakat Malang tersebut.
Kesuksesan Aji bersama Persebaya dan Arema menjadi catatan khusus. Dia pernah memberi prestasi untuk dua klub yang merupakan rival lama di Jawa Timur itu sebagai pemain maupun pelatih.
Aji Santoso bahkan satu-satunya yang pernah menjadi pemain dan pelatih untuk dua klub tersebut. Dia merupakan sosok yang sangat disegani dan dihormati oleh dua kelompok suporter, yang masih dalam perselisihan hingga sekarang itu.
Disadur dari Bola.com - 11/5/2020 - Penulis Gregah Nurikhsani
Baca Ini Juga:
Momen Langka Kiper Persita Berpuasa Bersama Keluarga
Cara Bek Persela Mengobati Rindu pada Pertandingan
Pelatih Persija Tetap Bekerja Selama Mudik ke Brasil
Seabrek Kegiatan Bek Persija Setelah Imsak hingga Menunggu Adzan Maghrib
Soal Kelanjutan Liga 1 Musim 2020, Pelatih PSS Sleman Lebih Memilih Tetap Aman
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alex Martins Belum Pasti Bela Persebaya di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 2 September 2026, 20:24
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Tim Nasional 31 Agustus 2026, 09:24
-
Timnas Indonesia Lawan Malaysia 28 September di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 28 Agustus 2026, 07:12
-
RESMI: Arema FC Lepas Penyerang Joel Vinicius
Bola Indonesia 24 Agustus 2026, 17:05
LATEST UPDATE
-
Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
Liga Inggris 7 September 2026, 15:00
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


