Aktivis Perempuan Kutuk Perbuatan Sony Sandra
Editor Bolanet | 19 Mei 2016 12:01
Seperti korupsi, kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan mengancam masa depan bangsa, kata Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi (FITRA), Yenny Sucipto. Khusus di Kediri, ini adalah catatan hitam ketiadaan perlindungan dari pemerintah terhadap anak dan perempuan.
Jeannie, dari Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) menyebut kasus tersebut bukan sekadar pencabulan. Melainkan pemerkosaan dengan korban yang mayoritas berstatus pelajar SD dan SMP. Proses hukum harus terus dikawal, apalagi dalam beberapa media, SS diduga berusaha menyuap korban dan kuasa hukumnya. Sehingga upaya untuk menyuap penegak hukum kuat disinyalir juga dilakukan, ucapnya.
Dalam rilis FITRA yang juga berkembang di kalangan media, disebutkan jika SS dan anak buahnya mengancam keluarga korban. Ada korban yang disuruh keluar dari Kediri. Korban lain diduga menerima uang tutup mulut dari pelaku. Korban dijanjikan uang sebesar Rp 60 juta, dan satu buah motor jika tidak melaporkan perbuatan pelaku kepada kepolisian.
Kasus kejahatan luar biasa ini merupakan cerminan gagalnya Pemda Kediri melindungi warganya, terutama anak-anak dan perempuan, tutup Yenny.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













