BOPI Pantau Penggunaan Tenaga Kerja Asing di QNB League
Editor Bolanet | 6 April 2015 20:32
- Walau sudah mendapat rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), 16 klub peserta QNB League tak bisa berleha-leha. BOPI memastikan akan terus memantau pelaksanaan kompetisi, termasuk penggunaan tenaga kerja asing di klub-klub tersebut.
Menurut BOPI, sejumlah klub tercatat belum mendaftarkan pemain asingnya kepada BOPI untuk mendapatkan rekomendasi izin kerja maupun izin tinggal. PSM Makassar, Pelita Bandung Raya dan Pusamania Borneo juga belum mengurus izin kerja dan izin tinggal bagi pelatih asingnya.
Kami ingatkan para pengelola klub agar tidak main-main soal penggunaan tenaga kerja asing, kata Ketua Umum BOPI Mayjen (Purn.) Noor Aman.
Jangan memaksakan diri menurunkan pemain asing yang belum sah. Pelatih asing yang belum punya izin kerja dan izin tinggal juga jangan memaksakan diri duduk di bangku cadangan bersama pemain pengganti, imbuhnya
Lebih lanjut, Noor Aman mengaku, BOPI telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan petugas imigrasi untuk memonitor langsung setiap pertandingan.
Jika ada pemain asing yang tak punya izin kerja dan izin tinggal dipaksakan main, petugas akan menindak tegas. Begitu juga terhadap pelatih asing yang nekat melanggar hukum Indonesia, sambungnya.
Aturan keimigrasian dan ketenagakerjaan yang ketat, kata Noor Aman, tak hanya berlaku di sini, tapi juga di negara-negara asing tempat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mencari nafkah.
Kita sudah sering membaca dan mendengar bagaimana TKI kita diperlakukan begitu rupa di negara asing. Masak di sini kita malah membiarkan tenaga kerja asing berlaku seenaknya. BOPI tak akan membiarkan hal itu. Semua pemain dan pelatih asing akan kami awasi secara ketat, tegasnya. (den/dzi)
Menurut BOPI, sejumlah klub tercatat belum mendaftarkan pemain asingnya kepada BOPI untuk mendapatkan rekomendasi izin kerja maupun izin tinggal. PSM Makassar, Pelita Bandung Raya dan Pusamania Borneo juga belum mengurus izin kerja dan izin tinggal bagi pelatih asingnya.
Kami ingatkan para pengelola klub agar tidak main-main soal penggunaan tenaga kerja asing, kata Ketua Umum BOPI Mayjen (Purn.) Noor Aman.
Jangan memaksakan diri menurunkan pemain asing yang belum sah. Pelatih asing yang belum punya izin kerja dan izin tinggal juga jangan memaksakan diri duduk di bangku cadangan bersama pemain pengganti, imbuhnya
Lebih lanjut, Noor Aman mengaku, BOPI telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan petugas imigrasi untuk memonitor langsung setiap pertandingan.
Jika ada pemain asing yang tak punya izin kerja dan izin tinggal dipaksakan main, petugas akan menindak tegas. Begitu juga terhadap pelatih asing yang nekat melanggar hukum Indonesia, sambungnya.
Aturan keimigrasian dan ketenagakerjaan yang ketat, kata Noor Aman, tak hanya berlaku di sini, tapi juga di negara-negara asing tempat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mencari nafkah.
Kita sudah sering membaca dan mendengar bagaimana TKI kita diperlakukan begitu rupa di negara asing. Masak di sini kita malah membiarkan tenaga kerja asing berlaku seenaknya. BOPI tak akan membiarkan hal itu. Semua pemain dan pelatih asing akan kami awasi secara ketat, tegasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 7 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026, 6-14 Juni 2026
Voli 7 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
Bulu Tangkis 7 Juni 2026, 11:43
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 7 Juni 2026, 11:42
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















