Carlos de Mello dan Danilo Fernando, Duo Brasil di Persebaya Era Liga Indonesia
Gia Yuda Pradana | 29 Juli 2021 14:31
Bola.net - Persebaya Surabaya merupakan salah satu kekuatan tradisional di persepakbolaan Indonesia. Klub ini pun telah mengorbitkan sejumlah nama tenar.
Persebaya, yang juga menjadi klub yang ikut mendirikan PSSI, memiliki sejarah panjang di Tanah Air sejak kompetisi perserikatan pertama kali dihelat pada 1931 silam.
Kompetisi Indonesia sendiri mengalami perubahan nama dalam perjalanannya. Hingga akhirnya Perserikatan dan Galatama (yang mulai digelar 1979) dilebur menjadi satu menjadi Liga Indonesia pada 1994.
Persebaya Surabaya yang memiliki julukan Green Force mengalami pasang dan surut selama mengarungi Liga Indonesia, termasuk harus menelan pahitnya degradasi sebanyak tiga kali.
Namun, Bonek, loyalis Persebaya, tetap mempunyai kenangan manis saat meraih gelar juara pada musim 1996/97 dan 2004.
Dalam dua musim fenomenal tersebut, peran pemain asing cukup menonjol untuk membantu Persebaya meraih kejayaan. Namun, ada dua nama asal Brasil yang menyita perhatian berkat perannya di lini tengah Persebaya Surabaya, yakni Carlos de Mello dan Danilo Fernando.
Carlos de Mello

Kebersamaan Carlos de Mello bersama Persebaya Surabaya terbilang sangat singkat. Setelah mempersembahkan gelar juara pada musim 1996/1997, gelandang flamboyan ini memilih hijrah ke PSM Makassar.
Walau sebentar, ingatan tentangnya begitu melekat kuat dalam benak Bonek. Kolaborasinya bersama Jacksen F Tiago masih membekas bagi mereka yang menyaksikan penampilannya.
Kualitas pemain yang terlihat memiliki perut gembul ini memang tidak terbantahkan. Carlos memiliki umpan tajam yang memanjakan kompatriotnya tersebut yang berhasil menyegel status top scorer berkat lesatan 26 gol pada akhir musim.
Sampai sekarang pun, Carlos tetap menjadi pujaan publik Surabaya dan dianggap sebagai seorang playmaker asing terbaik yang pernah bermain di Indonesia. Juku Eja yang juga mendapatkan servisnya, meraih gelar juara Liga Indonesia pada musim 1999/2000.
Danilo Fernando

Walau gagal menyelamatkan Petrokimia Putra dari jurang degradasi pada akhir musim 2003, kebintangan Danilo Fernando tetap terlihat jelas. Sebagai seorang gelandang, pemain asal Brasil itu memiliki catatan yang cukup bagus dengan mengoleksi 16 gol dalam 34 laga.
Jacksen Tiago kemudian membawanya ke Persebaya Surabaya pada awal musim 2004. Diplot sebagai pengatur serangan tim, Danilo berhasil menjalankan perannya dengan maksimal di putaran pertama sampai akhirnya 'kiamat kecil' datang menghampirinya.
Pria yang kini menjabat sebagai manajer PSS Sleman tersebut mengalami koma selama seminggu setelah menjalani tur Papua. Dalam hasil pemeriksaan, didapati virus yang menyebabkan terjadinya pendarahan di otaknya.
Namun, mukjizat hadir setelah dirinya mendapatkan bantuan obat dari Jerman. Walaupun harus kehilangan sebagian ingatannya, Danilo berhasil pulih berkat bantuan Stefano Cugurra yang kala itu menjabat sebagai pelatih fisik Persebaya.
Momen emas hadir dalam laga pamungkas Liga Indonesia 2004 saat Danilo mencetak gol pertama ke gawang Persija Jakarta. Sempat disamakan, Persebaya akhirnya mengenggam gelar juara lewat kemenangan 2-1 di Stadion Tambaksari, Surabaya.
Disadur dari: Bola.com/Wahyu Pratama/Bendiktus Gerendo Pradigdo
Published: 29 Juli 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Agung Setyabudi dan Bek-bek Tangguh di Balik Kejayaan PSIS Semarang
- Ogah Dikarantina, Legiun Asing Persib Tetap Stay di Bandung
- Termasuk Hamka Hamzah, Ini 10 Pemain Lokal Termahal yang Pernah Dipinang Arema FC
- Osvaldo Haay Berhasrat Jadi 'Caleg' di Jakarta
- Osvaldo Haay Beberkan Peran Keluarga dalam Karier Sepak Bolanya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








