Dituding Terlibat Match Fixing, Pro Duta Paparkan Cara Kerja EWS
Editor Bolanet | 4 November 2013 09:45
- Dituding terindikasi terlibat match fixing, Pro Duta geram. Klub berjuluk Kuda Pegasus ini membeberkan sejumlah fakta terkait penggunaan Early Warning System -yang dijadikan dasar Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca Panjaitan melontarkan tudingan tersebut.
Menurut CEO Pro Duta, Wahyu Wahab, sebelum lebih jauh berbicara dengan berdasar pada Early Warning System -yang disebut digunakan untuk mendeteksi match fixing- cara kerja sistem ini harus diketahui terlebih dahulu. Cara kerja EWS adalah memonitor handicap (odds) pertandingan di seluruh dunia yang dijual oleh rumah judi.
Tentunya hukum pasar berlaku, semakin populer suatu pertandingan, semakin banyak rumah judi yang mengeluarkan handicap (odds) dan semakin banyak informasi yang didapat untuk melihat team mana yang mendapatkan favourable result dan semakin valid pula alasan memasang suatu taruhan. EWS akan melakukan variance analysis antara handicap dan real skor untuk menguji validitasnya. Hasil analisis ini menjadi input untuk analisa lanjutan sampai cukup kesimpulan untuk mengatakan suatu pertandingan berperilaku lain atau terindikasi match fixing. Setelah itu semua, barulah masuk ke tahap investigasi, papar Wahyu.
Pengalaman FIGC dalam mengungkap suatu match fixing membutuhkan waktu yang panjang, tentunya bukan dalam hitungan hari. Seberapa besarkah pasar playoff IPL sehingga banyak rumah judi memberikan prediksinya? sambung Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu juga mengungkapkan bahwa pembuktian tidak dapat dilakukan dalam ruang hampa. Selain itu, dia menambahkan -sesuai dengan namanya- Early Warning System adalah suatu sistem peringatan awal, tidak lebih tidak kurang.
Kesimpulan paling jauh yang dapat diambil dari tudingan match-fixing barulah sebatas indikasi, tandasnya. (den/pra)
Menurut CEO Pro Duta, Wahyu Wahab, sebelum lebih jauh berbicara dengan berdasar pada Early Warning System -yang disebut digunakan untuk mendeteksi match fixing- cara kerja sistem ini harus diketahui terlebih dahulu. Cara kerja EWS adalah memonitor handicap (odds) pertandingan di seluruh dunia yang dijual oleh rumah judi.
Tentunya hukum pasar berlaku, semakin populer suatu pertandingan, semakin banyak rumah judi yang mengeluarkan handicap (odds) dan semakin banyak informasi yang didapat untuk melihat team mana yang mendapatkan favourable result dan semakin valid pula alasan memasang suatu taruhan. EWS akan melakukan variance analysis antara handicap dan real skor untuk menguji validitasnya. Hasil analisis ini menjadi input untuk analisa lanjutan sampai cukup kesimpulan untuk mengatakan suatu pertandingan berperilaku lain atau terindikasi match fixing. Setelah itu semua, barulah masuk ke tahap investigasi, papar Wahyu.
Pengalaman FIGC dalam mengungkap suatu match fixing membutuhkan waktu yang panjang, tentunya bukan dalam hitungan hari. Seberapa besarkah pasar playoff IPL sehingga banyak rumah judi memberikan prediksinya? sambung Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu juga mengungkapkan bahwa pembuktian tidak dapat dilakukan dalam ruang hampa. Selain itu, dia menambahkan -sesuai dengan namanya- Early Warning System adalah suatu sistem peringatan awal, tidak lebih tidak kurang.
Kesimpulan paling jauh yang dapat diambil dari tudingan match-fixing barulah sebatas indikasi, tandasnya. (den/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini 47 Nama Yang Lolos ke Seleksi Akhir Tur Viareggio Cup Pro Duta
Bola Indonesia 14 Oktober 2014, 14:11
-
Ikuti Viareggio Cup, Pro Duta Jaring 89 Pemain dari 4 Wilayah
Bola Indonesia 1 Oktober 2014, 11:38
-
Pro Duta FC Ikuti Turnamen Viareggio Cup di Italia
Bola Indonesia 26 Agustus 2014, 16:16
-
Libur Panjang, Duo Asing Pro Duta Tak Mudik
Bola Indonesia 20 Juni 2014, 18:51
-
Pro Duta Optimistis Gugatan Mereka Bakal Dimenangkan CAS
Bola Indonesia 5 Mei 2014, 21:09
LATEST UPDATE
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



