Dugaan Match Fixing Perserang, SOS Pertanyakan Keberadaan Satgas Antimafia Bola
Serafin Unus Pasi | 29 Oktober 2021 23:07
Bola.net - Save Our Soccer (SOS) angkat bicara soal terbongkarnya dugaan tindakan lancung match fixing yang dilakukan lima pemain dan pelatih Perserang Serang. Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini mempertanyakan keberadaan Satgas Antimafia Bola, yang bertugas mencegah terjadinya tindakan lancung tersebut.
Koordinator SOS, Akmal Marhali, menyebut bahwa terbongkarnya dugaan tindak match fixing ini merupakan aib yang memalukan. Pasalnya, semua laga Liga 1 dan Liga 2 diawasi petugas yang mengenakan rompi bertulisan Satgas Antimafia Bola.
"Padahal, tugas Satgas Anti Mafia Bola berdasarkan sprindik adalah memetakan sejumlah laga yang terindikasi terjadi pengaturan skor, melakukan penyidikan dan penyelidikan, serta penangkapan," kata Akmal, Jumat (29/10).
Sebelumnya, kontestan Liga 2 2021/2022, Perserang Serang, memecat lima pemain dan seorang pelatih atas dugaan pengaturan skor. Klub yang berbasis di Kabupaten Serang, Banten tersebut juga melaporkan dugaan itu ke PSSI.
Keputusan itu diambil setelah manajemen mendapatkan informasi, pengakuan, dan barang bukti pengaturan skor yang diduga dilakukan pihak luar dengan melibatkan sejumlah oknum pemain dan pelatih.
Manajer Perserang, Babay Karnawi, pihaknya melapor kepada federasi agar PSSI melalui Badan Yudisial bisa melakukan tindakan tegas. Tujuannya untuk melindungi seluruh elemen tim yang berkompetisi di Liga 2.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Pertanyakan Petugas Berompi
Lebih lanjut, Akmal pun mempertanyakan identitas sosok-sosok berompi hitam bertuliskan Satgas Antimafia Bola, yang selalu ada di setiap pertandingan Liga 1 dan Liga 2. Pasalnya, menurut mantan wartawan olahraga ini, sejak pergantian pucuk pimpinan di kepolisian, belum ada perpanjangan masa tugas Satgas Antimafia Bola.
"Jadi, siapa sesungguhnya para pria berompi satgas di setiap pertandingan?" tukas Akmal.
"Divisi Humas Polri harus menjelaskan agar citra Polri tak tercoreng," sambungnya.
Sekadar Gimmick?
Akmal pun menyebut ada ironi terkait kehadiran sosok-sosok berompi Satgas Antimafia Bola di tepi lapangan. Pasalnya, dalam pengawasan sosok-sosok berompi ini, kerap terjadi blunder-blunder yang dilakukan wasit.
"Satgas Antimafia Bola semestinya bekerja dalam diam. Tidak gagah-gagahan pamer rompi di lapangan layaknya peragawan di atas catwalk," kata Akmal.
"Pertanyaannya, apakah yang di lapangan itu satgas sesungguhnya atau hanya gimmick?" imbuhnya.
Usut Tuntas
Lebih lanjut, Akmal menilai, pernyataan manajemen Perserang soal adanya indikasi match fixing harus diusut tuntas. Pernyataan ini, sambung eks CEO Persiraja Banda Aceh ini, juga bisa dikembangkan untuk memerangi pengaturan skor, yang menjadi penyakit kronis sepakbola nasional.
"Jangan sampai kasus ini menguap begitu saja seperti sebelum-sebelumnya. Match fixing itu candu. Seperti narkoba. Ada celah sedikit maka akan berulang," tuturnya.
"Ini pertaruhan buat PSSI yang dipimpin mantan polisi," ia menandaskan.
Klasemen BRI Liga 1 2021/22
(Bola.net/Dendy Gandaksumah)
Baca Juga:
BRI Liga 1: Jelang Lawan Persik Kediri, Skuad Persija Dilanda Kelelahan
BRI Liga 1: Persebaya Waspadai Kebangkitan Persiraja di Tangan Caretaker
Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Live di Indosiar, 29 Oktober - 1 November 2021
Persib Tak Terkalahkan di 9 Laga BRI Liga 1 Jadi Rekor Pribadi bagi Mohammed Rashid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Arsenal vs Everton: 2 Bek Tengah Cetak Gol, The Gunners Kunci Kemenangan
Liga Inggris 24 Oktober 2026, 22:55
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
-
Como Terlihat Bermain dengan '12 Orang' saat Bantai MU 4-1
Liga Champions 22 Oktober 2026, 18:55
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




