Freddy Muli Soroti Finishing Touch Persida
Editor Bolanet | 26 April 2014 17:52
- Banyak peluang namun hanya satu gol yang tercipta membuat pelatih Persida Sidoarjo, Freddy Muli kembali menyoroti penyelesaian akhir anak buahnya saat menjamu Persekap Pasuruan. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sabtu (26/4) sore berakhir dengan skor 1-0.
Ada banyak kans. Pada babak pertama ada sekitar tiga peluang. Pada babak kedua ada empat peluang. Sebenarnya sudah kita terapkan di latihan, tapi di pertandingan bisa beda kan, kata Freddy kepada wartawan usai pertandingan.
Menurut Freddy, pada babak pertama Freddy menekankan agar timnya tak kehilangan konsentrasi. Yang penting pemain kompak. Sebab lawan punya power dan bertenaga. Meski mereka (Persekap) memang minim jam terbang, imbuhnya.
Sedangkan pada babak kedua, Freddy meminta pemainnya lebih kreatif. Sebab Persekap menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik. Sebab harus ada pergerakan yang memancing dua stopper lawan, terang pelatih asal Palopo ini.
Sementara itu, arsitek Persekap, Danurwindo mengaku mayoritas pemainnya berusia muda. Jam terbang masih belum banyak dan memang butuh proses. Dalam latihan mereka bagus tapi di pertandingan tidak, terang mantan pelatih Timnas Indonesia ini.
Dalam tim ini tak ada pemain pengalaman dan bisa memimpin tim seperti Bejo Sugiyantoro dan Uston Nawawi. Persekap tim yang masih muda. Perlu proses panjang, tutup Danur. [initial]
(faw/pra)
Ada banyak kans. Pada babak pertama ada sekitar tiga peluang. Pada babak kedua ada empat peluang. Sebenarnya sudah kita terapkan di latihan, tapi di pertandingan bisa beda kan, kata Freddy kepada wartawan usai pertandingan.
Menurut Freddy, pada babak pertama Freddy menekankan agar timnya tak kehilangan konsentrasi. Yang penting pemain kompak. Sebab lawan punya power dan bertenaga. Meski mereka (Persekap) memang minim jam terbang, imbuhnya.
Sedangkan pada babak kedua, Freddy meminta pemainnya lebih kreatif. Sebab Persekap menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik. Sebab harus ada pergerakan yang memancing dua stopper lawan, terang pelatih asal Palopo ini.
Sementara itu, arsitek Persekap, Danurwindo mengaku mayoritas pemainnya berusia muda. Jam terbang masih belum banyak dan memang butuh proses. Dalam latihan mereka bagus tapi di pertandingan tidak, terang mantan pelatih Timnas Indonesia ini.
Dalam tim ini tak ada pemain pengalaman dan bisa memimpin tim seperti Bejo Sugiyantoro dan Uston Nawawi. Persekap tim yang masih muda. Perlu proses panjang, tutup Danur. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tim Pelatih Timnas Indonesia Minta Doa untuk Kesembuhan Danurwindo
Tim Nasional 3 November 2018, 14:09
-
Asisten Pelatih Primavera Ungkap Kesannya Pada Sosok Bima Sakti
Bola Indonesia 22 Oktober 2018, 09:01
-
Satu Debutan, Berikut 20 Pemain Timnas Lawan Mauritius
Tim Nasional 6 September 2018, 18:39
-
Bonek Usulkan Nama Freddy Muli Jadi Pelatih Persebaya
Bola Indonesia 18 Agustus 2018, 21:55
-
Danurwindo: Timnas U-16 Bisa Disiapkan untuk Olimpiade 2024
Tim Nasional 12 Agustus 2018, 06:49
LATEST UPDATE
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
-
Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
Liga Inggris 21 Juli 2026, 17:17
-
Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
Liga Italia 21 Juli 2026, 16:48
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








