Indra Sjafri Sebut Pembinaan Usia Muda PSSI Tidak Konsisten
Asad Arifin | 26 Agustus 2021 15:06
Bola.net - Direktur Teknik Timnas Indonesia, Indra Sjafri, melontarkan kritik pada sistem pembinaan sepak bola Indonesia. Pria berusia 54 tahun menilai yang dilakukan PSSI tidak konsisten.
Berkat racikan Indra Sjafri, Timnas Indonesia U-19 merengkuh trofi Piala AFF U-19 pada 2013. Itu adalah gelar bergengsi perdana yang diraih Timnas Indonesia di segala level usia dalam 22 tahun terakhir.
Dia juga membawa Timnas Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia 2014. Lalu, Indra Sjafri berhasil mengantarkan Timnas Indonesia meraih juara Piala AFF U-22 pada 2019.
Pembinaan Usia Muda Tak Jelas
Hanya, pembinaan usia muda yang dilakukan Indra Sjafri dianggap masih dipandang di sebelah mata oleh banyak pihak. Bahkan, PSSI selaku organisasi tertinggi di sepak bola Indonesia, menurut klaim Indra, masih kurang dalam melakukan pembinaan pesepak bola usia muda.
"Memang pembuktian yang saya lakukan baru di level junior, timnas senior belum memang. Tentu orang masih ragu dengan cara yang kita lakukan, mulai rekrutmen, mulai dari memilih anak-anaknya," ujarnya dalam kanal YouTube CakNun.com.
"Yang jadi masalah di PSSI adalah tidak konsisten dalam melakukan pembinaan. Terus terang saja dalam kepelatihan yang saya lakukan sejak 2011, itu dinamikanya luar biasa," tambahnya.
"Bahkan habis juara pun saya tidak dilanjutkan sebagai pelatih (dipecat pada 2014), padahal sudah ada pembuktian. Adanya pergantian pelatih itu memunculkan ide-ide dan pemahaman-pemahaman bahwa kita tidak cukup dengan potensi saat ini," lanjutnya.
Menaturalisasi Pemain
Cara instan dilakukan oleh PSSI agar Timnas Indonesia menorehkan prestasi di sepak bola dunia, yakni dengan menaturalisasi pemain asing. Beberapa pemain naturalisasi adalah Cristian Gonzales, Stefano Lilipaly, Greg Nwokolo, Raphael Maitimo, Beto Goncavles, dan Ezra Walian.
Akan tetapi, kehadiran para pemain naturalisasi tersebut masih belum membawa dampak positif untuk prestasi Timnas Indonesia. Teranyar, Tim Garuda hanya berada di dasar Grup G kulifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dengan poin satu hasil dari delapan laga.
Bagi Indra Sjafri, menaturalisasi pemain asing bukan cara tepat untuk mendongkrak prestasi Timnas Indonesia. Dia meyakini dengan pembinaan yang tepat, Indonesia bisa memiliki tim nasional yang kuat dan dihuni pemain-pemain lokal.
"Banyak negara yang melakukan itu (naturalisasi), tetapi dengan potensi 65 juta anak Indonesia yang bisa kita bina untuk melakukan kegitan-kegiatan olahraga, tidak mungkin dari 65 juta itu tidak ada yang enggak berbakat di sepak bola. Karena kita salah dalam melakukan pembinaan, akhirnya orang mengambil kesimpulan kita enggak mampu," kata Indra Sjafri.
"Padahal, dua kali pembuktian trofi atau setiap kali saya membangun tim nasional, itu ada dampaknya, ada kelihatan jika kita mampu."
"Banyak contoh yang saya lakukan, terakhir yang terjadi ketika kita melawan Brasil U-20. Saya ajak Timnas Indonesia U-19 eranya Egy Maulana Cs ke sana, dan ada judul media saat itu jika Indonesia pasti akan kalah banyak. Tetapi, nyatanya hanya kalah 0-1," tuturnya.
Disadur dari Bola.com: Rizki Hidayat, 25 Agustus 2021
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Persita di BRI Liga 1: Musim Baru, Jersey Lama
- BRI Liga 1: Berstatus Los Galacticos, 5 Klub Ini Mampu Juara Nggak ya?
- BRI Liga 1: Semi Karantina untuk Bali United dan Persik, Pemain Tidak Boleh Kelayapan
- Cedera Satria Tama di Luar Nalar Pelatih Kiper Persebaya
- Persebaya Akan Gelar Tes Fisik Sebelum Terjun di BRI Liga 1
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
-
Gagal Penalti tapi Cetak Brace, Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Lazio di Olimpico
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:07
LATEST UPDATE
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
-
Manchester United Incar Niko Kovac, Bagaimana Nasib Michael Carrick?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26











