Ini Sosok Akhmad Hadian Lukita, Direktur Utama PT LIB
Dimas Ardi Prasetya | 6 Oktober 2022 21:10
Bola.net - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Akhmad Hadian Lukita, menjadi sorotan setelah namanya muncul sebagai salah satu tersangka dalam kasus Tragedi Kanjuruhan.
Nama Akhmad Hadian Lukita masuk dalam satu dari enam tersangka kasus tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu, usai berakhirnya laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Namanya terucap dari pengumuman yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Malang, Kamis (06/10/2022) malam WIB.
Dirut PT LIB ditetapkan jadi tersangka karena lalai tak memverifikasi Stadion Kanjuruhan. Verifikasi terakhir dilakukan PT LIB pada tahun 2020 silam.
"Kita melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan bahwa PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan," beber Kapolri.
JabatPosisi Dirut Sejak 2020
Akhmad Hadian Lukita sudah mengisi posisi Direktur Utama PT LIB sejak tahun 2020 silam. Ia terpilih menjabat posisi tersebut dalam rapat virtual yang diikuti perwakilan PSSI, direksi dan komisaris PT LIB, juga perwakilan manajemen 18 klub peserta Liga 1, sebagai pemilik saham PT LIB.
Rapat virtual ini digelar untuk mengisi sejumlah posisi yang kosong menyusul pengunduran diri sejumlah pengurus PT LIB. Selain Cucu Somantri yang mundur dari posisi direktur utama, mundur juga tiga komisaris PT LIB, Hasani Abdulgani, Sonhadji, dan Hakim Putratama.
Dalam rapat ini, selain terpilih Akhmad Hadian sebagai Direktur Utama, terpilih pula tiga orang untuk mengisi posisi komisaris. Tiga orang ini adalah Juni A Rahman, Leo Siegers, dan Andogo Wiradi.
Terpilihnya Akhmad Hadian ini menimbulkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, sosok ini nyaris tak pernah bersentuhan dengan kompetisi sepak bola profesional Indonesia sebelumnya.
Siapakah sosok Akhmad Hadian sesungguhnya? Berikut hasil penelusuran Bola.net.
Direktur Lembaga Usaha ITB

Akhmad Hadian Lukita lahir di Bandung, Maret 1965. Ia menyelesaikan pendidikan strata 1 di jurusan Arsitektur sebuah perguruan tinggi swasta.
Riwayat pendidikan Akhmad Hadian berlanjut ketika ia menempuh pendidikan Master of Business Administration di Institut Teknologi Bandung. Kemudian, ia pun menempuh pendidikan sertifikasi perencana keuangan.
Dari laman resmi Divusi, Akhmad Hadian disebut memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang penelitian/konsultan IT, telekomunikasi, manajemen, pengembangan bisnis, enterprise architecture, dan energi.
Sejak 2011 lalu, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT LAPI Divusi ITB. Perusahaan ini adalah anak dari Badan Pengelola Satuan Usaha dan Dana Lestari ITB yang bergerak di bidang teknologi informasi.
Di luar bidang olahraga, Akhmad Hadian tercatat pernah menjabat sebagai presiden Indonesia Formula One Society (IFOS). Seperti namanya, IFOS adalah komunitas pencinta Formula Satu di Indonesia.
Benahi Tata Kelola
Sementara itu, setelah terpilih dalam RUPS, Akhmad Hadian Lukita langsung memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, pria berusia 55 tahun tersebut mengisyaratkan bakal membenahi tata kelola di PT LIB.
"Terima kasih untuk para pemegang saham. Harapannya semoga saya bisa menggunakan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan yang positif kepada semua pihak. Performance bagus dan profit yang bagus pula," kata Akhmad Hadian, seperti dilansir laman resmi LIB.
"Perlu diketahui, sebuah perusahaan harus punya tata kelola yang bagus. Mudah-mudahan bisa menjadikan hal yang positif bagi LIB dan sepak bola nasional," tegasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Jangan Lewatkan:
- Kapolri Tetapkan Direktur PT LIB, 2 Panpel dan 3 Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan
- Tragedi Kanjuruhan, Persib: Momentum Evaluasi Total Sepak Bola
- Timnas Indonesia U-17: Absennya Suporter Tak Mengurangi Semangat Tanding Mereka
- PSSI Pastikan FIFA dan AFC ke Indonesia Bukan untuk Investigasi Tragedi Kanjuruhan
- Menpora Apresiasi Media Cup 2022, Kenang Tragedi Kanjuruhan dengan Pita Hitam
- Timnas Indonesia U-17 Gacor di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023, Momentum Persatuan Sepak Bola Tanah
- Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Minta Sepak Bola Indonesia Berbenah
- Kunjungi Stadion Kanjuruhan, Presiden Jokowi Soroti Dua Hal Ini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Negosiasi Kontrak Mandek, Bek Sayap Inter Milan Diincar AS Roma
Liga Italia 16 April 2026, 17:13
-
Inter Milan Bidik 4 Target Utama di Bursa Transfer Musim Panas
Liga Italia 16 April 2026, 17:08
-
Live Streaming Celta vs Freiburg - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 16 April 2026, 17:00
-
Barcelona Bisa Juara Sebelum El Clasico, Real Madrid Tolak Guard of Honour
Liga Spanyol 16 April 2026, 16:54
-
Nonton Live Streaming Piala AFF U-17 2026: Malaysia vs Indonesia
Tim Nasional 16 April 2026, 16:44
-
Kesalahan Real Madrid saat Disingkirkan Bayern
Liga Champions 16 April 2026, 16:22
-
Juventus dan Tekanan Tinggi, Jonathan David Bicara Soal Ekspektasi di Italia
Liga Italia 16 April 2026, 16:14
-
Tempat Menonton Malaysia vs Indonesia di Piala AFF U-17 2026 Malam Ini
Tim Nasional 16 April 2026, 16:11
-
Juventus, Tiket Liga Champions, dan Potensi Pemasukan Rp1 Triliun
Liga Italia 16 April 2026, 16:08
-
Juventus Harus Rombak Skuad Jika Ingin Membangun Fondasi Tim yang Kuat
Liga Italia 16 April 2026, 16:04
LATEST EDITORIAL
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39











