Inilah Alasan Persebaya Pinjamkan Pemain
Editor Bolanet | 6 Mei 2014 10:44
- Tak ingin membayar pemain yang makan gaji buta menjadi salah satu alasan meminjamkan pemain ke tim lain. Persebaya tak ingin dana besar untuk membayar gaji pemain tak terbalas dengan kualitas permainan yang ditunjukkan oleh anak buah Rahmad Darmawan.
Presiden Klub Persebaya Diar Kusuma Putra mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap pemain yang minim memberi kontribusi kepada tim Persebaya. Diar berharap baik manajemen dan pemain jangan sampai dirugikan.
Masa depan pemain yang jarang mendapat kesempatan tampil menjadi bahasan. Sebab, manajemen sudah membayar mahal, sedangkan pemain juga tidak mau rugi karena jarang dimainkan, jelas pria berkacamata ini.
Dengan alasan itu, Persebaya memilih untuk meminjamkan pemain. 'Korban' kedua adalah Ari Supriatna. Ari menyusul langkah Akbar Rasyid yang memilih bergabung dengan Pusamania Borneo FC dengan status pinjaman. Kabarnya, Ari sudah diminati salah satu klub dari Divisi Utama.
Menurut coach RD, Ari merupakan pemain berkualitas dan memiliki skill individu yang bagus. Sayang ia kalah bersaing dengan M Ilham, Fandi Eko Utomo dan Julio Cesar Larrea Flores. Bahkan Ari juga gagal dalam persaingan dengan Novri Setiawan dan Abdur Rahmad Lestaluhu.
Musim lalu dia menjadi andalan di tim utama. Tapi musim ini dia kalah bersaing meski memiliki potensi. Kami tidak ingin skill-nya tereduksi karena dibangku cadangkan terus. Oleh karena itu diputuskan untuk dipinjamkan dengan harapan kemampuannya dapat berkembang, jelas pria yang pernah menukangi Timnas U-23 ini. [initial]
(faw/pra)
Presiden Klub Persebaya Diar Kusuma Putra mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap pemain yang minim memberi kontribusi kepada tim Persebaya. Diar berharap baik manajemen dan pemain jangan sampai dirugikan.
Masa depan pemain yang jarang mendapat kesempatan tampil menjadi bahasan. Sebab, manajemen sudah membayar mahal, sedangkan pemain juga tidak mau rugi karena jarang dimainkan, jelas pria berkacamata ini.
Dengan alasan itu, Persebaya memilih untuk meminjamkan pemain. 'Korban' kedua adalah Ari Supriatna. Ari menyusul langkah Akbar Rasyid yang memilih bergabung dengan Pusamania Borneo FC dengan status pinjaman. Kabarnya, Ari sudah diminati salah satu klub dari Divisi Utama.
Menurut coach RD, Ari merupakan pemain berkualitas dan memiliki skill individu yang bagus. Sayang ia kalah bersaing dengan M Ilham, Fandi Eko Utomo dan Julio Cesar Larrea Flores. Bahkan Ari juga gagal dalam persaingan dengan Novri Setiawan dan Abdur Rahmad Lestaluhu.
Musim lalu dia menjadi andalan di tim utama. Tapi musim ini dia kalah bersaing meski memiliki potensi. Kami tidak ingin skill-nya tereduksi karena dibangku cadangkan terus. Oleh karena itu diputuskan untuk dipinjamkan dengan harapan kemampuannya dapat berkembang, jelas pria yang pernah menukangi Timnas U-23 ini. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persik 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:27
LATEST UPDATE
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












