Kabar Larangan Berplat Nomor Surabaya Masuk Malang, Ini Penjelasan CEO Arema FC
Asad Arifin | 11 April 2019 09:25
Bola.net - - CEO Arema FC, R. Agoes Soerjanto, angkat bicara soal adanya kabar pelarangan kendaraan bermotor berplat nomor wilayah Surabaya dan sekitarnya untuk masuk ke Malang pada saat digelarnya laga leg kedua Final Piala Presiden 2019 antara Arema dan Persebaya (12/4/2019). Agoes meminta agar aktivitas masyarakat bisa berjalan normal dan tak perlu takut dengan adanya gelaran tersebut.
"Kita harus gembira menyambutnya. Gelaran ini diniatkan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat dan mendorong para pelaku bisnis untuk dapat berpromosi dan berinvestasi di industri sepak bola," ucap Agoes, Kamis (11/04).
"Maka, yang ada urusan bisnis dan aktivitas lainnya tetap berjalan seperti biasa. Yang hendak berwisata dan bepergian ke Malang, silakan jangan tunda dan ragu. Apalagi, bagi yang mau ikut menggembirakan Piala Presiden di Kanjuruhan," sambungnya.
Sempat muncul kabar adanya larangan kendaraan bermotor berplat nomor wilayah Surabaya dan sekitarnya masuk ke wilayah Malang. Kabar ini, sebelum diluruskan oleh panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema beredar melalui jejaring media sosial, termasuk aplikasi percakapan di gawai.
Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, menampik kabar adanya larangan tersebut. Yang ada, menurutnya, sebatas imbauan agar kendaraan bermotor dengan plat nomor Surabaya dan daerah sekitarnya tak mendekati area pertandingan.
"Ada imbauan untuk tidak mendekati area pertandingan, yaitu Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang dan sekitarnya. Ini karena kami berharap agar tak ada kejadian yang bisa mengganggu kondusivitas di wilayah Malang Raya," kata Abdul Haris.
Bagaimana pendapat Agoes soal kondisi keamanan wilayah Malang dan sekitarnya terkait digelarnya partai sarat rivalitas ini? Simak di bawah ini.
Optimistis Berlangsung Aman
Agoes menegaskan keyakinannya bahwa laga ini bakal berlangsung aman dan tak menimbulkan ekses apa pun. Keyakinannya tersebut tak lepas dari kedewasaan Aremania, julukan suporter Arema.
"Kami optimistis, Arema dan Aremania bisa menjadi tuan rumah yang baik. Terlebih lagi, kami juga sudah diterima dengan baik di Surabaya," tuturnya.
"Sekali lagi, jangan ada ketakutan dan kekhawatiran. Namun, kita harus optimistis serta membangun kegembiraan melalui sepak bola dan tetap mengedepankan keamanan, ketertiban, perdamaian, dan sportivitas," Agoes menegaskan.
Sepak Bola Sebagai Ajang Persaudaraan
Agoes menyebut agar sepak bola dikembalikan ke jati dirinya sebagai ajang persaudaraan. Rivalitas, menurut pengusaha konstruksi ini, seharusnya hanya sebatas 90 menit di lapangan.
"Ini adalah olahraga untuk mempererat bangsa. Tegang hanya di lapangan 90 menit, selebihnya adalah persaudaraan. Sportivitas pemain dan kualitas laga perlu kita jaga," kata Agoes.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming BRI Super League: PSBS Biak vs Arema
Bola Indonesia 15 Mei 2026, 16:06
-
Prediksi BRI Super League: PSBS vs Arema FC 15 Mei 2026
Bola Indonesia 14 Mei 2026, 11:46
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











