KOI Ingatkan Tim Sembilan Agar Tak Hanya Urusi PSSI
Editor Bolanet | 8 Januari 2015 21:23
- Kerja Tim Sembilan yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), diingatkan agar tidak hanya mengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Melainkan, ikut mengawasi dan memberikan arahan kepada Pengurus Besar (PB) dari cabang olahraga lainnya.
Hal tersebut, disampaikan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo. Jika mampu demikian, masih dikatakan Rita Subowo, Tim Sembilan dipersilahkan jalan terus.
PSSI jelas-jelas tidak menggunakan APBN, sedangkan PB-PB lainnya yang tidak mencapai target, juga harus disoroti. PB-PB tersebut, saya rasa lebih cocok mendapatkan jika mendapatkan perhatian dari Tim Sembilan, kata Rita Subowo.
Pandangan-pandangan tersebut, sudah saya sampaikan kepada Menpora Imam (Nahrawi) dan Tim Sembilan saat saya dipanggil untuk audiensi kemarin, sambungnya.
Lebih jauh diharapkan Rita Subowo, Tim Sembilan harus dapat bertindak bijaksana dengan mencermati kekurangan yang terjadi di PB-PB cabang olahraga lainnya. Dengan demikian, olahraga di Indonesia bisa bangkit dan maju.
Keberadaan Tim Sembilan, harus disikapi sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap prestasi olahraga. Dalam Undang-undang, pemerintah memang punya tanggungjawab penuh. Namun harus kita lihat, apakah ini isu yang bersifat teknis atau politis. Kalau bersifat teknis, sebaiknya melalui pendekatan, pungkasnya.
Contoh teranyar, persoalan penggelapan dana sponsor Rp 2,16 miliar yang terjadi di PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia). Terkait hal tersebut, Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan sekaligus Juru Bicara Tim Sembilan, Gatot S Dewa Broto, mengaku tidak ingin mempersoalkan hal tersebut.
Wong ngurus satu saja ndak beres, apalagi ditambah yang lainnya. Kita fokus saja dulu, pungkasnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, disampaikan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo. Jika mampu demikian, masih dikatakan Rita Subowo, Tim Sembilan dipersilahkan jalan terus.
PSSI jelas-jelas tidak menggunakan APBN, sedangkan PB-PB lainnya yang tidak mencapai target, juga harus disoroti. PB-PB tersebut, saya rasa lebih cocok mendapatkan jika mendapatkan perhatian dari Tim Sembilan, kata Rita Subowo.
Pandangan-pandangan tersebut, sudah saya sampaikan kepada Menpora Imam (Nahrawi) dan Tim Sembilan saat saya dipanggil untuk audiensi kemarin, sambungnya.
Lebih jauh diharapkan Rita Subowo, Tim Sembilan harus dapat bertindak bijaksana dengan mencermati kekurangan yang terjadi di PB-PB cabang olahraga lainnya. Dengan demikian, olahraga di Indonesia bisa bangkit dan maju.
Keberadaan Tim Sembilan, harus disikapi sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap prestasi olahraga. Dalam Undang-undang, pemerintah memang punya tanggungjawab penuh. Namun harus kita lihat, apakah ini isu yang bersifat teknis atau politis. Kalau bersifat teknis, sebaiknya melalui pendekatan, pungkasnya.
Contoh teranyar, persoalan penggelapan dana sponsor Rp 2,16 miliar yang terjadi di PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia). Terkait hal tersebut, Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan sekaligus Juru Bicara Tim Sembilan, Gatot S Dewa Broto, mengaku tidak ingin mempersoalkan hal tersebut.
Wong ngurus satu saja ndak beres, apalagi ditambah yang lainnya. Kita fokus saja dulu, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming BRI Super League: Persija vs Persib
Bola Indonesia 10 Mei 2026, 06:14
-
Man City Kini Menunggu Bantuan West Ham untuk Menjegal Arsenal
Liga Inggris 10 Mei 2026, 05:28
-
Man of the Match Lecce vs Juventus: Dusan Vlahovic
Liga Italia 10 Mei 2026, 04:18
-
Hasil Lecce vs Juventus: Gol 12 Detik Vlahovic Jadi Penentu
Liga Italia 10 Mei 2026, 04:11
-
Man of the Match Qatar U-17 vs Indonesia U-17: Mohamed Bakri
Asia 10 Mei 2026, 01:49
-
Man of the Match Man City vs Brentford: Jeremy Doku
Liga Inggris 10 Mei 2026, 01:46
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55















