Lupakan Dualisme, Manajemen Arema Fokus Siapkan Tim
Editor Bolanet | 22 Januari 2013 21:51
- Manajemen tim Arema Indonesia enggan terjebak dalam kemelut dualisme. Alih-alih membereskan masalah dualisme, manajemen tim berjuluk Singo Edan ini lebih memilih untuk mempersiapkan tim, menyongsong musim depan.
Menurut General Manager Arema, Abriadi Muhara, manajemen optimistis bahwa masalah dualisme yang terjadi di tubuh Arema Indonesia bisa segera diselesaikan. Karena itulah, manajemen memilih untuk mempersiapkan tim dalam menyambut musim 2013, yang tinggal menghitung hari.
Kami masih fokus untuk pembenahan pada kesiapan tim menghadapi kompetisi mendatang, ujar Abriadi, pada .
Sebelumnya, dualisme yang terjadi dalam tubuh Arema Indonesia sempat meruncing. Hal ini terjadi dalam CEO Meeting yang diselenggarakan PT LPIS di Hotel Prasada Mansion, Jakarta, beberapa waktu lalu. Waktu itu, Nursalam Tabusalla dan Winarso, yang sama-sama mengaku CEO Arema, datang ke acara yang diselenggarakan menjelang musim kompetisi 2013 tersebut.
Dalam kejadian tersebut, PT LPIS juga menunjukkan sikap netralnya. Mereka tidak memperkenankan kedua kubu tersebut untuk mengikuti CEO Meeting pada waktu itu.
Sementara itu, PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (PT. LPIS) enggan ikut campur terkait dualisme yang terjadi di tubuh Arema Indonesia. Operator Indonesian Premier League ini meminta agar dualisme ini diselesaikan secara internal oleh manajemen Arema.
Untuk PT. Arema Indonesia, saya sudah meminta investor, sebagai supreme shareholder, yang mengakuisisi saham Yayasan Arema di PT. Arema Indonesia untuk menyelesaikan di internal mereka, ujar CEO PT. LPIS, Widjajanto. (den/dzi)
Menurut General Manager Arema, Abriadi Muhara, manajemen optimistis bahwa masalah dualisme yang terjadi di tubuh Arema Indonesia bisa segera diselesaikan. Karena itulah, manajemen memilih untuk mempersiapkan tim dalam menyambut musim 2013, yang tinggal menghitung hari.
Kami masih fokus untuk pembenahan pada kesiapan tim menghadapi kompetisi mendatang, ujar Abriadi, pada .
Sebelumnya, dualisme yang terjadi dalam tubuh Arema Indonesia sempat meruncing. Hal ini terjadi dalam CEO Meeting yang diselenggarakan PT LPIS di Hotel Prasada Mansion, Jakarta, beberapa waktu lalu. Waktu itu, Nursalam Tabusalla dan Winarso, yang sama-sama mengaku CEO Arema, datang ke acara yang diselenggarakan menjelang musim kompetisi 2013 tersebut.
Dalam kejadian tersebut, PT LPIS juga menunjukkan sikap netralnya. Mereka tidak memperkenankan kedua kubu tersebut untuk mengikuti CEO Meeting pada waktu itu.
Sementara itu, PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (PT. LPIS) enggan ikut campur terkait dualisme yang terjadi di tubuh Arema Indonesia. Operator Indonesian Premier League ini meminta agar dualisme ini diselesaikan secara internal oleh manajemen Arema.
Untuk PT. Arema Indonesia, saya sudah meminta investor, sebagai supreme shareholder, yang mengakuisisi saham Yayasan Arema di PT. Arema Indonesia untuk menyelesaikan di internal mereka, ujar CEO PT. LPIS, Widjajanto. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Laga Derby Malang Ricuh, Wasit Hentikan Laga
Bola Indonesia 2 Agustus 2017, 21:44
-
Arema Indonesia Sambut Positif Aksi Saweran Aremania
Bola Indonesia 22 Mei 2017, 16:26
-
Arema Indonesia Belum Puas Usai Petik Kemenangan Pertama
Bola Indonesia 18 Mei 2017, 19:58
-
Arema Indonesia Sukses Raih Kemenangan Pertama
Bola Indonesia 17 Mei 2017, 17:20
-
Arema Indonesia Target Raih Kemenangan Perdana
Bola Indonesia 16 Mei 2017, 21:37
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











