Pasca KLB, Kadir Halid Klaim Sebagai Pengprov PSSI Yang Sah
Editor Bolanet | 26 Maret 2013 10:35
- Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3) lalu tidak saja memutuskan untuk menyatukan kompetisi. Tapi juga menghilangkan dualisme Pengprov PSSI, termasuk di Pengprov PSSI Sulawesi Selatan.
Memang ada dua kubu yang mengklaim sebagai Pengrpov Sulsel yang sah. Kubu Abadi Srajuddin yang dilantik Djohar Arifin tahun lalu dan kubu Kadir Halid yang dilantik Nurdin Halid tahun 2010 lalu.
Munculnya kubu Abadi setelah ada gerakan mosi tidak percaya pada Kadir Halid ditambah dengan dukungan dari Djohar Arifin yang membubarkan kepengurusan Kadir pada akhir 2011. Karena itu digelar Musyawarah Luar Biasa PSSI Sulsel pada 9 Juni 2012 lalu. Dalam Muslub tersebut secara aklamasi menunjuk Abadi Sirajuddin sebagai ketua dan dilantik Djohar di Gedung Wisma Kalla, 9 Juli 2012.
Dari hasil verifikasi KLB Sulsel, kubu Kadir Halid yang diakui sesuai dengan Kongres Solo 2011. Dalam KLB tersebut, Kadir mengatakan bahwa 33 Pengprov Sulsel meminta kepada Djohar Arifin untuk mencabut surat keputusan (SK) 18 Pengrov caretaker, termasuk PSSI versi Abadi Sirajuddin.
Bisa saya katakan bahwa kepengurusan Abadi Sirajuddin sebagai ketua PSSI sudah tamat. Jadi, sebaiknya mereka mengurus yang lain saja, kata Kadir kepada wartawan di Makassar.
Voter Solo yang hadir di KLB, itu juga yang akan hadir saat Kongres Biasa bulan Juni nanti. Jadi, 18 pengprov sudah tidak akomodir lagi, lanjut Kadir.
Adik kandung Nurdin Halid ini menambahkan bahwa dari semula Musyawarah Luar Biasa tidak sah dan terkesan dipaksakan. Karena yang hadir bukan pengurus cabang (ketua dan sekretaris), melainkan wasit-wasit di daerah yang diundang.
Itulah yang dilaporkan ke Djohar atas nama pengcab. Padahal itu tidak benar, katanya. (nda/mac)
Memang ada dua kubu yang mengklaim sebagai Pengrpov Sulsel yang sah. Kubu Abadi Srajuddin yang dilantik Djohar Arifin tahun lalu dan kubu Kadir Halid yang dilantik Nurdin Halid tahun 2010 lalu.
Munculnya kubu Abadi setelah ada gerakan mosi tidak percaya pada Kadir Halid ditambah dengan dukungan dari Djohar Arifin yang membubarkan kepengurusan Kadir pada akhir 2011. Karena itu digelar Musyawarah Luar Biasa PSSI Sulsel pada 9 Juni 2012 lalu. Dalam Muslub tersebut secara aklamasi menunjuk Abadi Sirajuddin sebagai ketua dan dilantik Djohar di Gedung Wisma Kalla, 9 Juli 2012.
Dari hasil verifikasi KLB Sulsel, kubu Kadir Halid yang diakui sesuai dengan Kongres Solo 2011. Dalam KLB tersebut, Kadir mengatakan bahwa 33 Pengprov Sulsel meminta kepada Djohar Arifin untuk mencabut surat keputusan (SK) 18 Pengrov caretaker, termasuk PSSI versi Abadi Sirajuddin.
Bisa saya katakan bahwa kepengurusan Abadi Sirajuddin sebagai ketua PSSI sudah tamat. Jadi, sebaiknya mereka mengurus yang lain saja, kata Kadir kepada wartawan di Makassar.
Voter Solo yang hadir di KLB, itu juga yang akan hadir saat Kongres Biasa bulan Juni nanti. Jadi, 18 pengprov sudah tidak akomodir lagi, lanjut Kadir.
Adik kandung Nurdin Halid ini menambahkan bahwa dari semula Musyawarah Luar Biasa tidak sah dan terkesan dipaksakan. Karena yang hadir bukan pengurus cabang (ketua dan sekretaris), melainkan wasit-wasit di daerah yang diundang.
Itulah yang dilaporkan ke Djohar atas nama pengcab. Padahal itu tidak benar, katanya. (nda/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















