Perseru Serui Beberkan Dana Untuk Promosi ke ISL
Editor Bolanet | 15 September 2013 20:51
- Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014, kini diramaikan hadirnya Persebaya Surabaya, Perseru Serui dan Persik Kediri. Ketiga klub tersebut, berstatus promosi dari Divisi Utama musim 2012-2013.
Ini merupakan cita-cita kami yang luar biasa besarnya. Hanya dengan sepak bola, Indonesia dapat mengenal Serui. Yakni, lokasi yang kerap tidak terlihat baik dari peta maupun gaung dalam publikasinya, ujar Ketua Umum Perseru Serui, Yance Banua.
Dilanjutkannya, untuk berlaga di ISL, The Black Orange- julukan Perseru Serui- harus menunggu hingga dua musim. Bahkan, Yance juga buka-bukaan terkait dana yang dihabiskannya pada musim ini.
Tidak sampai Rp5 miliar. Kami mendapatkan bantuan dari sponsor Bank Papua, PT Liga Indonesia dan beberapa teman-teman pengusaha daerah yang ikut mendukung. Sementara kekurangannya, dari Pemerintah Daerah (Pemda) Serui, lanjutnya.
Bahkan, Kuda Laut Orange- julukan lain Perseru Serui- juga mampu menekan pengeluaran lantaran memiliki mess sendiri. Lebih jauh Yance menuturkan, pengeluaran paling besar yakni dari sisi transportasi.
Misalnya saja, dari Serui-Biak cuma 20 menit tapi biaya per orangnya Rp1 juta. Kalau ke jakarta, Rp 4 juta dan pada hari libur biaya bisa lebih besar. Lalu, kita merekrut anak-anak dari Divisi II. Manajemen tidak jor-joran dan terbuka soal gaji. Per bulannya, para pemain mendapatkan gaji yang sama, yakni Rp5 juta dan bukan kontrak, imbuhnya.
Di babak final Divisi Utama musim ini, Perseru harus mengakui ketangguhan Persebaya Surabaya dengan skor 0-2, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (14/9) malam. Torehan gol Bajul Ijo - julukan Persebaya- diborong Jean Paul Casimir E Boumsong pada menit ke-30 dan 57.
Meski begitu, Yance tetap membusungkan dada. Dikatakannya, skuadnya benar-benar mengandalkan kualitas pemain lokal. Sedangkan Persebaya, sedikitnya diperkuat tiga emain asing, Djaledjete Bedalde, Lopicic dan Boumsong. Belum lagi, di skuad Bajul Ijo terdapat pemain senior seperti Uston Nawawi. (esa/mac)
Ini merupakan cita-cita kami yang luar biasa besarnya. Hanya dengan sepak bola, Indonesia dapat mengenal Serui. Yakni, lokasi yang kerap tidak terlihat baik dari peta maupun gaung dalam publikasinya, ujar Ketua Umum Perseru Serui, Yance Banua.
Dilanjutkannya, untuk berlaga di ISL, The Black Orange- julukan Perseru Serui- harus menunggu hingga dua musim. Bahkan, Yance juga buka-bukaan terkait dana yang dihabiskannya pada musim ini.
Tidak sampai Rp5 miliar. Kami mendapatkan bantuan dari sponsor Bank Papua, PT Liga Indonesia dan beberapa teman-teman pengusaha daerah yang ikut mendukung. Sementara kekurangannya, dari Pemerintah Daerah (Pemda) Serui, lanjutnya.
Bahkan, Kuda Laut Orange- julukan lain Perseru Serui- juga mampu menekan pengeluaran lantaran memiliki mess sendiri. Lebih jauh Yance menuturkan, pengeluaran paling besar yakni dari sisi transportasi.
Misalnya saja, dari Serui-Biak cuma 20 menit tapi biaya per orangnya Rp1 juta. Kalau ke jakarta, Rp 4 juta dan pada hari libur biaya bisa lebih besar. Lalu, kita merekrut anak-anak dari Divisi II. Manajemen tidak jor-joran dan terbuka soal gaji. Per bulannya, para pemain mendapatkan gaji yang sama, yakni Rp5 juta dan bukan kontrak, imbuhnya.
Di babak final Divisi Utama musim ini, Perseru harus mengakui ketangguhan Persebaya Surabaya dengan skor 0-2, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (14/9) malam. Torehan gol Bajul Ijo - julukan Persebaya- diborong Jean Paul Casimir E Boumsong pada menit ke-30 dan 57.
Meski begitu, Yance tetap membusungkan dada. Dikatakannya, skuadnya benar-benar mengandalkan kualitas pemain lokal. Sedangkan Persebaya, sedikitnya diperkuat tiga emain asing, Djaledjete Bedalde, Lopicic dan Boumsong. Belum lagi, di skuad Bajul Ijo terdapat pemain senior seperti Uston Nawawi. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Motivasi di Ruang Ganti Jadi Kunci Kemenangan Persebaya
Bola Indonesia 2 Maret 2019, 23:10
-
Hasil Pertandingan Perseru vs Persebaya: Skor 2-3
Bola Indonesia 2 Maret 2019, 21:52
-
Perseru Jadikan Piala Presiden sebagai Ajang Bongkar Pasang Pemain
Bola Indonesia 2 Maret 2019, 05:05
-
Hadapi Perseru, Persebaya Teringat Pengalaman Buruk di Liga 1
Bola Indonesia 1 Maret 2019, 20:55
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














