Persija Jakarta, Persebaya dan PSM Terancam Hukuman PT LI
Editor Bolanet | 20 Januari 2015 17:35
- Sebanyak tiga klub yang masih mendapatkan penilaian buruk dari PT Liga Indonesia untuk tampil di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Hal tersebut, disampaikan Sekretaris PT LI, Tigorshalom Boboy, usai menggelar rapat pleno lanjutan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Adapun ketiga klub yang dimaksud, yakni Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar. Tigor menambahkan, bahwa ketiga klub tersebut punya potensi mendapat hukuman. Hukuman terberat yaitu tidak diikutkan di ISL musim 2015.
Bisa pembatasan pemain asing, pendaftaran pemain yang juga dibatasi, hingga tidak boleh ikut kompetisi. Itu akan diputuskan dalam RUPS, tukasnya.
Khusus PSM, ketidakjelasan terkait status manajemen. Diutarakan Tigor, PSM dilaporkan mengalami perubahan manajemen dan kepengurusan, namun belum terkonfirmasi ke PT LI.
PT LI dan PSSI mendengar adanya pergantian tersebut. Karena itu, kami tidak serta merta mengiyakan perubahan tersebut tanpa ada dokumen yang mendukung. PSM sudah berbentuk Perseroan Terbatas, namun harus ada mekanisme yang dilalui. Itu akan kami minta ke mereka dan hari ini menyurati untuk segera menyampaikan. Kami beri waktu seminggu, ujar Tigor.
Hal tersebut, membuat PT LI tidak berani menganggap dokumen yang diberikan terkait finansial dan infrastruktur adalah sah. Menyoal finansial, PSM sudah memberikan data dari manajemen baru.
Kami tidak menganggap itu sah. Kemudian infrastruktur, kami sudah mendapat laporan adanya kerja sama pengelola Stadion Andi Matalata dengan manajemen PSM. Tapi, manajemen yang menandatangani kerja sama itu juga manajemen baru dan kami belum bisa mengakui. Kalau sudah jelas, status PSM akan dibawa ke RUPS pada 31 Januari, tuturnya.
Sedangkan Persebaya dan Persija, yakni karena terkait utang kepada pemain. Dipaparkannya, Persebaya memiliki nilai utang di atas kontribusi komersial, yang akan didapat dari PT LI.
Putusan akan dibawa ke RUPS walau mereka menjanjikan melunasi awal Februari. Di RUPS, akan buka-bukan. Utang mereka berapa, kontribusi komersial mereka berapa. Dalam data yang kami terima, utang mereka sekitar Rp 2,7 miliar dan itu lumayan besar, katanya.
Persija, dalam laporan yang disampaikan ke kami, disebut tidak ada utang ke pemain. Perkembangan yang terjadi, kami mendapat laporan pemain dan ofisial masih ditunggak. Kami melakukan konfirmasi ke Persija dan mereka akan menyampaikan data baru. Menurut mereka, memang ada utang. Putusan juga di RUPS, pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Adapun ketiga klub yang dimaksud, yakni Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar. Tigor menambahkan, bahwa ketiga klub tersebut punya potensi mendapat hukuman. Hukuman terberat yaitu tidak diikutkan di ISL musim 2015.
Bisa pembatasan pemain asing, pendaftaran pemain yang juga dibatasi, hingga tidak boleh ikut kompetisi. Itu akan diputuskan dalam RUPS, tukasnya.
Khusus PSM, ketidakjelasan terkait status manajemen. Diutarakan Tigor, PSM dilaporkan mengalami perubahan manajemen dan kepengurusan, namun belum terkonfirmasi ke PT LI.
PT LI dan PSSI mendengar adanya pergantian tersebut. Karena itu, kami tidak serta merta mengiyakan perubahan tersebut tanpa ada dokumen yang mendukung. PSM sudah berbentuk Perseroan Terbatas, namun harus ada mekanisme yang dilalui. Itu akan kami minta ke mereka dan hari ini menyurati untuk segera menyampaikan. Kami beri waktu seminggu, ujar Tigor.
Hal tersebut, membuat PT LI tidak berani menganggap dokumen yang diberikan terkait finansial dan infrastruktur adalah sah. Menyoal finansial, PSM sudah memberikan data dari manajemen baru.
Kami tidak menganggap itu sah. Kemudian infrastruktur, kami sudah mendapat laporan adanya kerja sama pengelola Stadion Andi Matalata dengan manajemen PSM. Tapi, manajemen yang menandatangani kerja sama itu juga manajemen baru dan kami belum bisa mengakui. Kalau sudah jelas, status PSM akan dibawa ke RUPS pada 31 Januari, tuturnya.
Sedangkan Persebaya dan Persija, yakni karena terkait utang kepada pemain. Dipaparkannya, Persebaya memiliki nilai utang di atas kontribusi komersial, yang akan didapat dari PT LI.
Putusan akan dibawa ke RUPS walau mereka menjanjikan melunasi awal Februari. Di RUPS, akan buka-bukan. Utang mereka berapa, kontribusi komersial mereka berapa. Dalam data yang kami terima, utang mereka sekitar Rp 2,7 miliar dan itu lumayan besar, katanya.
Persija, dalam laporan yang disampaikan ke kami, disebut tidak ada utang ke pemain. Perkembangan yang terjadi, kami mendapat laporan pemain dan ofisial masih ditunggak. Kami melakukan konfirmasi ke Persija dan mereka akan menyampaikan data baru. Menurut mereka, memang ada utang. Putusan juga di RUPS, pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Breaking News! Persija Resmi Berpisah dengan Mauricio Souza
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 21:10
LATEST UPDATE
-
5 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Modric Masuk Daftar!
Piala Dunia 6 Juni 2026, 20:50
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Federico Chiesa Buka Peluang Tinggalkan Liverpool
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:25
-
Transfer Ederson ke Manchester United 100 Persen Selesai
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:02
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














