Persija vs Persib Digelar di Stadion Segiri: Siapa yang Paling Diuntungkan dalam Perburuan Juara?
Afdholud Dzikry | 7 Mei 2026 13:55
Bola.net - Keputusan mengejutkan mewarnai lanjutan BRI Super League 2025/2026 setelah operator kompetisi ILeague memindahkan laga panas Persija Jakarta kontra Persib Bandung ke Stadion Segiri, Samarinda. Perubahan venue untuk duel pekan ke-32 ini langsung menyita perhatian karena terjadi di tengah persaingan gelar yang semakin ketat di papan atas klasemen.
Laga yang semula dijadwalkan berlangsung di Jakarta itu kini harus digelar jauh dari markas Persija. Situasi ini muncul saat tiga tim teratas sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar juara musim ini.
Persib Bandung saat ini memimpin klasemen dengan 72 poin. Namun, posisi mereka tidak aman karena Borneo FC menempel ketat dengan jumlah poin yang sama di peringkat kedua.
Sementara itu, Persija Jakarta berada di posisi ketiga dengan 65 poin. Dengan selisih yang masih mungkin dikejar, setiap pertandingan sisa musim ini menjadi sangat menentukan.
Analisis Pengamat Soal Perpindahan Venue
Pengamat sepak bola senior, Toni Ho, menilai perpindahan venue ini tidak menghadirkan keuntungan bagi tim mana pun. Ia menyebut situasi tersebut justru membuat persaingan juara semakin sulit diprediksi.
Menurutnya, faktor lapangan tetap akan menjadi penentu utama hasil pertandingan. Tim yang mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim akan keluar sebagai juara.
“Makin rumit dan sulit ditebak siapa juara Liga musim ini. Menurut saya tak ada tim yang diuntungkan dengan perpindahan tempat pertandingan Persija melawan Persib,” kata Toni Ho.
Ia menambahkan bahwa tekanan di sisa musim akan jauh lebih besar dibanding perubahan lokasi pertandingan itu sendiri. Dalam pandangannya, kualitas mental tim akan menjadi pembeda utama.
Kerugian Besar Bagi Tim Macan Kemayoran
Meski dianggap netral secara kompetitif, Persija Jakarta tetap dinilai paling dirugikan dalam keputusan ini. Hilangnya status tuan rumah di Jakarta berdampak langsung pada aspek finansial dan dukungan suporter.
Panitia pelaksana Persija kehilangan potensi pendapatan besar dari penjualan tiket. Di sisi lain, para pendukung setia juga harus menanggung biaya perjalanan yang lebih besar ke Samarinda.
“Pertandingan ini saya anggap tak adil bagi Persija. Kalau ditanya siapa yang paling rugi, ya Panpel Persija, tim, dan Jakmania,” ucap Toni Ho.
“Seharusnya Panpel dapat pemasukan besar dari laga ini jika digelar di Jakarta. Jakmania yang ingin mendukung tim pun harus keluar ongkos besar bila ingin berangkat ke Samarinda,” lanjutnya.
Kematangan Mental dan Fokus Tim
Di sisi lain, muncul anggapan bahwa Persija bisa terbantu oleh kehadiran suporter netral di Samarinda untuk menekan Persib. Namun, Toni Ho menilai pengalaman Persib di laga besar membuat faktor tersebut tidak terlalu berpengaruh.
Ia menilai skuad Maung Bandung sudah terbiasa menghadapi tekanan di berbagai situasi tandang. Hal itu membuat mereka tetap stabil meski bermain jauh dari kandang.
“Pemain Persib sudah tahan terhadap tekanan penonton. Bagi Persib main di mana pun sama saja, karena mereka memang harus main di luar kandang,” jelas Toni Ho.
“Ketiga tim itu tak bisa saling menggantungkan nasibnya dengan tim lain. Mereka harus berjuang sendiri jika ingin jadi juara musim ini. Nah, nanti pemenangnya akan jadi juara sejati,” tambahnya.
Pertandingan di Stadion Segiri diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi karena kedua tim membawa kepentingan berbeda. Pada akhirnya, fokus dan ketenangan akan menjadi penentu siapa yang mampu membawa pulang tiga poin penting dari Samarinda.
Sumber: Bola.com (Gatot S/Gregah N; 7/5/2026)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18


















