Putusan Lengkap CAS terhadap 7 Pemain Naturalisasi Malaysia: Tetap Larangan Bermain 1 Tahun, tapi hanya di Laga Resmi dan Boleh Latihan

Serafin Unus Pasi | 6 Maret 2026 09:12
Putusan Lengkap CAS terhadap 7 Pemain Naturalisasi Malaysia: Tetap Larangan Bermain 1 Tahun, tapi hanya di Laga Resmi dan Boleh Latihan
Timnas Malaysia saat melawan Cape Verde di FIFA Matchday 2025 (c) dok.instagram/famalaysia

Bola.net - Pengadilan Arbritase Olahraga memutus perkara yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Keputusan ini dikeluarkan oleh CAS setelah menilai banding terhadap sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA.

CAS menyatakan menerima sebagian banding yang diajukan tujuh pemain Malaysia terkait kasus pemalsuan dokumen naturalisasi dan kelayakan bermain. Namun, banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ditolak sepenuhnya.

Advertisement

Kasus ini bermula pada 2025 ketika FAM menghubungi tujuh pemain asing untuk kemungkinan memperoleh kewarganegaraan Malaysia dan membela Harimau Malaya. Para pemain yang dimaksud adalah Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, serta Hector Alejandro Hevel Serrano.

Setelah proses naturalisasi berjalan, para pemain tersebut mendapatkan paspor Malaysia. Mereka kemudian dinyatakan memenuhi syarat untuk memperkuat Harimau Malaya.

Pada 25 September 2025, Komite Disiplin FIFA menyimpulkan bahwa FAM dan para pemain melanggar Kode Disiplin FIFA. Pelanggaran itu terkait penggunaan dokumen yang dipalsukan dalam proses naturalisasi dan penentuan kelayakan bermain, meskipun para pemain tidak memiliki hubungan dengan Malaysia.

1 dari 2 halaman

Denda Rp7,5 M dan Rp43 Juta

Keputusan itu diperkuat oleh Komite Banding FIFA pada 3 November 2025. FAM dijatuhi denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,5 miliar, sementara masing-masing pemain dikenai denda CHF 2.000 atau sekitar Rp43 juta serta larangan beraktivitas di semua kegiatan sepak bola selama 12 bulan.

FAM dan tujuh pemain tersebut kemudian mengajukan banding gabungan ke CAS pada 5 Desember 2025. Dalam pengajuan banding, FAM mengakui adanya kekurangan secara institusional dan tidak membantah kemungkinan tanggung jawab atas pelanggaran kode disiplin FIFA.

FAM juga menyatakan para pemain hanya berperan terbatas dalam menyerahkan dokumen yang diminta pihaknya. Mereka disebut tidak menyiapkan maupun mengubah dokumen yang digunakan dalam proses tersebut.

Sidang banding ini ditangani panel arbitrase CAS yang dipimpin Lars Hilliger dengan anggota Jose Luis Andrade dan Massimo Coccia. Sidang langsung digelar pada 26 Februari 2026 di markas CAS di Lausanne, Swiss.

2 dari 2 halaman

Pelanggaran Terbukti Terjadi

Setelah menilai seluruh bukti, panel CAS menyatakan pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan bermain terbukti terjadi. Oleh karena itu, hukuman larangan bermain selama 12 bulan tetap dianggap wajar dan proporsional bagi para pemain.

Namun, CAS mengubah ruang lingkup sanksi tersebut. Larangan hanya berlaku untuk pertandingan resmi dan tidak mencakup seluruh aktivitas sepak bola, sehingga para pemain masih diizinkan berlatih bersama klub masing-masing.

CAS juga menyatakan hukuman mulai berlaku pada 5 Maret 2026 dengan memperhitungkan masa larangan yang sudah dijalani sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026. Sementara itu, denda CHF 350.000 terhadap FAM tetap dipertahankan karena dinilai sesuai dan proporsional.

Keputusan ini merupakan putusan operatif tanpa penjelasan lengkap. CAS menyatakan dokumen putusan lengkap beserta dasar hukumnya akan dirilis dalam waktu mendatang.

LATEST UPDATE