Rahmad Darmawan, Pelatih Petualang Peraih Gelar Liga Indonesia dan Piala Indonesia
Gia Yuda Pradana | 22 Juni 2020 10:13
Bola.net - Sejak memulai karier sebagai asisten pelatih Persikota Tangerang pada Liga Indonesia 1998, Rahmad Darmawan selalu menangani klub besar Indonesia. Selepas menjadi pelatih kepala di Persikota Tangerang pada 2004, ia menerima tawaran manajemen Persipura Jayapura untuk menangani tim Mutiara Hitam di Liga Indonesia 2005.
Sosok Rahmad Darmawan langsung menjulang dengan raihan trofi juara yang diraih Persipura musim itu. Dalam penyisihan Wilayah Timur, Persipura merontokkan dominasi PSM Makassar dengan menduduki peringkat teratas.
Begitu pun di Babak 8 Besar, Persipura melenggang dengan tiga kemenangan di grup yang juga dihuni oleh Persik Kediri, PSMS Medan, dan Arema Malang. Puncaknya di laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Persipura mengalahkan Persija Jakarta 3-2.
Berpindah-pindah

Sejatinya, usai membawa Persipura juara, Rahmad masih ingin menangani Boaz Solossa dan kawan-kawan.
"Tapi, saya mendadak diperintahkan pulang ke Jakarta oleh komandan. Dari disitulah, saya pertama kali menangani Persija," ujar Rahmad dalam channel youtube Hamka Hamzah.
Hanya semusim di Persija, Rahmad kembali bertualang dengan menerima tawaran manajemen Sriwijaya FC yang ingin memakai jasanya. Bersama klub Palembang inilah, nama Rahmad kian melambung dengan raihan trofi juara Liga Indonesia 2007-2008 serta 3 kali berjaya di Piala Indonesia pada 2007-2008, 2008-2009, dan 2010.
Dari Sriwijaya FC, ia kembali untuk kali kedua di Persija jelang musim 2010-2011 dengan pencapaian peringkat tiga pada akhir musim. Pada tahun yang sama, untuk kali pertama Rahmad menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia U-23 yang akan menghadapi Sea Games 2011. Dalam ajang ini, Timnas Indonesia U-23 hanya meraih medali perak setelah dikalahkan Malaysia lewat adu penalti.
Selepas Sea Games 2011, Rahmad menangani Pelita Jaya yang kemudian berganti nama menjadi Arema Cronus dan bermarkas di Malang. Sebelum ke Persija untuk kali ketiga pada musim 2015, Rahmad melatih Persebaya ISL yang kini berganti nama menjadi Bhayangkara FC di musim 2013-2014. "Dari Persija, saya mendapat tawaran melatih klub Malaysia, T-Team FC."
Pada momen itu, Rahmad membuat keputusan penting dengan mengajukan pensiun dini dari dunia kemiliteran.
"Kebetulan masa dinas saya sudah memenuhi persyaratan untuk mengajukan usulan itu. Sementara itu, saya juga ingin merasakan atmosfer Liga Malaysia sebagai pelatih setelah sempat menjadi pemain di Army Force," kata Rahmad Darmawan.
Kiat Bertahan Puluhan Tahun di level Atas
Pada kesempatan itu, Rahmad Darmawan mengungkapkan tidak punya kiat khusus mengapa dirinya selalu bertahan jadi pelatih klub level atas. Menurutnya, secara program, apa yang dilakukannya sama saja dengan pelatih lainnya.
"Dalam berkarier sebagai pelatih, saya menanamkan dalam hati agar selalu berusaha bekerja dengan baik dan bertanggung jawab," ungkap Rahmad.
Rahmad pun berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi tim. Termasuk, ketika melatih Madura United di Liga 1 2020. Saat kompetisi terhenti di tengah pandemi COVID-19, ia hanya meminta pemainnya lebih fokus menjaga kebugaran fisik.
"Program latihan mandiri pun disesuaikan dengan kondisi. Karena tidak semua pemain memiliki fasilitas latihan atau kondisi yang sama. Misalnya asupan gizi, karena latihan berlebihan juga bisa menurunkan imunitas tubuh," kata Rahmad yang rutin mengecek kondisi pemainnya lewat rekaman video.
Menurut Rahmad, sejatinya, ia hanya mewajibkan para pemainnya agar mengirim video tiap selasa dan jumat. "Tapi, ada juga yang setiap hari. Malah ada yang mengirim video latihan bersama di lapangan, seperti di Ambon," lanjutnya.
Kecintaan terhadap sepak bola membuat Rahmad belum berpikir untuk pensiun seperti yang pernah dilakukannya saat aktif di militer.
"Kondisinya berbeda. Kalau di TNI ada batas usianya. Beda di sepak bola. Sepanjang masih sehat tetap bisa jadi pelatih," tutur Rahmad.
Ia pun berencana kalau tak lagi terpakai di level atas, Rahmad tak masalah melatih klub bawah atau pemain usia muda.
"Bagi saya sepak bola adalah pengabdian. Saya juga masih menyimpan hasrat melatih Timnas Indonesia karena itu merupakan pengabdian kepada bangsa dan negara," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Abdi Satria/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 21 Juni 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Semua Tentang Opsi Regulasi Shopee Liga 1: Mulai Oktober 2020, Degradasi Dihapus
- Shopee Liga 1 2020 Diprediksi Berakhir pada Februari 2021, Kok Bisa Begitu?
- Cerita Franco Hita Membawa Sarung Tinju ke Latihan Persema Malang
- Bima Sakti dan Memori Indah Juara Bersama PSM Makassar
- Berlatih Bersama Bintaro FC, Kiper Madura United Jajal Posisi Baru
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Duka, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Tutup Usia
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 18:32
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
LATEST UPDATE
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Gagal Penalti tapi Cetak Brace, Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Lazio di Olimpico
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:07
-
Solusi Krisis Lini Belakang, Man City Resmikan Marc Guehi Seharga 20 Juta
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:01
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26





