Rifaid Ismail Merasa Dibohongi Djohar Arifin
Editor Bolanet | 30 April 2013 21:55
- Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta versi Musprovlub, Rifaid Ismail merasa dibohongi oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin.
Menurutnya, keberadaannya sebagai Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta tak diakui oleh Djohar per 11 April lalu, meskipun dirinya telah mendapatkan SK pengangkatan yang ditandatangani oleh Djohar.
Kepengurus Rifaid, dikukuhkan Djohar di Himalaya Insurance Building, Cawang, Jakarta Timur, 30 Januari 2013. Kontan, keluar SK nomor SKEP/154/JAH/XII-2012, berbunyi jika kepengurusan baru disebutkan dibentuk dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PSSI DKI Jakarta pada 10 November 2012 sebagai tindak lanjut pembekuan Pengprov PSSI DKI Jakarta yang diketuai Hardi Hasan.
Saya dulu diminta oleh Djohar membentuk kepengurusan Pengprov PSSI DKI. Kami diberi waktu tiga bulan dan akhirnya kepengurusan terbentuk. Tapi setelah terbentuk malah dibekukan. Jelas kami dibohongi, katanya seperti dilansir Antara.
Dijelaskan olehnya, untuk membentuk kepengurusan Pengprov PSSI DKI Jakarta tidaklah mudah. Waktu itu tak ada orang yang mau mencalonkan diri sebagai ketua. Dengan kondisi tersebut dirinya akhirnya menerima usulan dari pengurus cabang yang mengangkatnya menjadi ketua secara aklamasi.
Saya adalah tentara yang dibohongi oleh Djohar Arifin, kata anggota TNI AU berpangkat Kolonel yang baru saja pensiun itu.
Selain Pengprov DKI Jakarta, ada setidaknya 13 Pengprov PSSI lain yang juga mendapatkan perlakuan serupa. Antara lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tim, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. (ant/dzi)
Menurutnya, keberadaannya sebagai Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta tak diakui oleh Djohar per 11 April lalu, meskipun dirinya telah mendapatkan SK pengangkatan yang ditandatangani oleh Djohar.
Kepengurus Rifaid, dikukuhkan Djohar di Himalaya Insurance Building, Cawang, Jakarta Timur, 30 Januari 2013. Kontan, keluar SK nomor SKEP/154/JAH/XII-2012, berbunyi jika kepengurusan baru disebutkan dibentuk dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PSSI DKI Jakarta pada 10 November 2012 sebagai tindak lanjut pembekuan Pengprov PSSI DKI Jakarta yang diketuai Hardi Hasan.
Saya dulu diminta oleh Djohar membentuk kepengurusan Pengprov PSSI DKI. Kami diberi waktu tiga bulan dan akhirnya kepengurusan terbentuk. Tapi setelah terbentuk malah dibekukan. Jelas kami dibohongi, katanya seperti dilansir Antara.
Dijelaskan olehnya, untuk membentuk kepengurusan Pengprov PSSI DKI Jakarta tidaklah mudah. Waktu itu tak ada orang yang mau mencalonkan diri sebagai ketua. Dengan kondisi tersebut dirinya akhirnya menerima usulan dari pengurus cabang yang mengangkatnya menjadi ketua secara aklamasi.
Saya adalah tentara yang dibohongi oleh Djohar Arifin, kata anggota TNI AU berpangkat Kolonel yang baru saja pensiun itu.
Selain Pengprov DKI Jakarta, ada setidaknya 13 Pengprov PSSI lain yang juga mendapatkan perlakuan serupa. Antara lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tim, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















